Bisacodyl ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Bisacodyl merupakan salah satu obat dalam golongan obat pencahar simultan.Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi sembelit atau konstipasi (suatu kondisi dimana sulit untuk buang air besar secara teratur, tidak bisa benar-benar tuntas, atau tidak dapat buang air besar sama sekali).

 

Nama Generik

Bisacodyl/Bisakodil

Merek Dagang

Custodiol, Dulcolax, Indo Obat Pencahar, Laxacod, Laxamex, Laxana, Prolaxan, Stolax

Pengertian

Bisacodyl merupakan salah satu obat dalam golongan obat pencahar stimulan. Obat pencahar stimulan ini bekerja dengan cara meningkatkan pergerakan (motilitas) usus. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi sembelit atau konstipasi (suatu kondisi dimana sulit untuk buang air besar secara teratur, tidak bisa benar-benar tuntas, atau tidak dapat buang air besar sama sekali).

Golongan

Pencahar (Laxative) Stimulan, Derivat Diphenylmethane

Sediaan
  • Supposutoria 10 mg
  • Tablet salut enterik 5 mg.
Indikasi

Untuk dosis oral (tablet salut enterik)

  • Konstipasi
    • Dosis Dewasa: 5 sampai 15 mg (pada umumnya 10 mg) Per Oral satu dosis tunggal satu kali sehari.
    • Dosis Anak ≥12 tahun: sama dengan dosis dewasa.

Untuk dosis rektal (supposutoria)

  • Konstipasi
    • Dosis dewasa: 10 mg (1 supposutoria) dosis tunggal satu kali sehari
    • Dosis Anak ≥12 tahun: sama dengan dosis dewasa.
    • Dosis Anak usia 6 sampai 12 tahun: 5 mg (setengah supposutoria) dosis tunggal satu kali sehari.
Kontraindikasi
  • Apendisitis
  • Obstruksi usus
  • Gastrointeritis.

Konsumsi obat juga harus dilakukan secara hati-hati pada kondisi konsitipasi yang disertai dengan:

  • Nyeri perut, mual, muntah
  • Perdarahan dari anus
  • Penyakit inflamatorik usus (inflammatory bowel disease)
  • Perubahan kebiasaan buang air besar mendadak dan persisten.
Efek Samping

Semua obat yang dikonsumsi dapat menimbulkan efek samping. Meskipun demikian, banyak orang tidak mengalami efek samping atau hanya mengalami efek samping kecil obat. Hubungi dokter atau segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami salah satu dari efek samping berikut atau efek samping yang Anda alami sangat mengganggu Anda:

  • Nyeri perut
  • Kram perut
  • Perasaan terbakar pada rektum (anus).

Beberapa kondisi di atas bukan keseluruhan efek samping dari obat ini. Efek samping lainnya dapat terjadi seperti:

  • Reaksi alergi atau anafilaksis
  • Diare
  • Atonia kolon
  • Gangguan elektrolit (asidosis metabolik atau alkalosis metabolik, hipokalsemia)
  • Mual
  • Muntah, dan
  • Vertigo.

Jika Anda memiliki pertanyaan tentang efek samping, hubungi dokter Anda. Hubungi dokter Anda untuk nasihat medis tentang efek samping bisacodyl.

Kehamilan & Laktasi

Tatalaksana konstipasi pada ibu hamil sama dengan tatalaksana konstipasi pada pasien tidak hamil. Bisacodyl memiliki kategori obat pada kehamilan A dan bisa diberikan apabila diet dan modifikasi gaya hidup tidak efektif untuk mengatasi konstipasi.

Risiko bayi ketika ibu menyusui mengonsumsi obat ini tidak dapat dikesampingkan.

Peringatan
  • Beritahukan dokter, dokter gigi, ahli bedah dan dokter lainnya bila Anda sedang mengonsumsi obat ini.
  • Jangan mengonsumsi obat lebih dari 7 hari tanpa anjuran dari dokter Anda.
  • Jangan konsumsi obat ini bersamaan dengan obat pencahar jenis lainnya kecuali atas anjuran dokter Anda.
  • Jika Anda mengalami perdarahan dari anus atau Anda tidak merasakan gerakan usus setelah mengonsumsi obat ini maka segera hubungi dokter.
  • Jika anda mengonsumsi obat ini dalam bentuk sediaan tablet maka:
    • Hindari konsumsi makanan yang mengandung kalsium atau magnesium, susu, dan antasida hingga 1 jam setelah konsumsi obat.
    • Jangan mengunyah dan jangan menghancurkan tablet; Sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini bila tidak dapat menelan obat tanpa mengunyah obat.
Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan bisacodyl telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan bisacodyl. Obat tersebut antara lain:

  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Licorice (meningkatkan risiko hipokalemia).
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat yang rendah)
    • Produk yang mengandung alumunium, kalsium, atau magnesium (misalnya antasida)
    • H2 bloker (ranitidin, famotidin, cimetidin, nizatidin).

Selain obat-obatan bisacodyl juga dapat berinteraksi dengan susu. Interaksi keduanya ketika dikonsumsi bersamaan akan memunculkan interaksi minor. Interaksi ini dapat menimbulkan iritasi lambung dan usus halus (terutama duodenum) ketika dikonsumsi bersamaan dengan susu.

Penyimpanan

Obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C) sedangkan untuk sediaan rektal sebaiknya disimpan pada lemari pendingin atau ruangan dengan suhu <30°C. Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembap. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

RE/PJ/MA

Referensi