Berbahayakah Sering Melakukan USG Bagi Janin?

USG bagi janin

USG bagi janin ; Tujuan USG yaitu untuk mengumpulkan informasi berharga tentang kemajuan kehamilan Anda dan kesehatan bayi Anda. USG kehamilan dapat dilakukan selama 12 minggu pertama kehamilan. Lalu, berbahayakah melakukan USG berulang kali bagi kesehatan janin?

 

Go DokUSG atau sonogram adalah jenis pencitraan yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk melihat organ dan struktur di dalam tubuh. Para praktisi kesehatan menggunakannya untuk melihat jantung, pembuluh darah, ginjal, hati, dan organ lainnya. Selama kehamilan, dokter menggunakan USG untuk melihat janin serta untuk mengumpulkan informasi berharga tentang kemajuan kehamilan Anda. Tidak seperti sinar-X, USG tidak memaparkan radiasi terhadap Anda.

Bagaimana sih cara kerja USG? 

Selama tes ultrasound, Anda berbaring di atas meja. Seorang teknisi khusus atau dokter menggerakkan alat yang disebut transduser di bagian tubuh Anda. Transduser mengirimkan gelombang suara, yang memantulkan jaringan di dalam tubuh Anda. Transduser juga menangkap gelombang yang memantul kembali. Mesin ultrasound kemudian menerjemahkan suara yang bergema ke dalam gambar video yang mengungkapkan bentuk, posisi, dan gerakan bayi Anda.

Mengapa Anda perlu melakukan USG?

Hal ini perlu dilakukan untuk mengumpulkan informasi berharga tentang kemajuan kehamilan Anda dan kesehatan bayi Anda. Anda perlu membicarakan dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk menentukan jadwal pemindaian yang paling tepat. USG kehamilan dapat dilakukan selama 12 minggu pertama kehamilan. Pada masa ini, USG dapat menunjukkan beberapa hal, antara lain:

  • Mengonfirmasi kehamilan yang normal
  • Menentukan usia bayi
  • Melihat apa ada masalah, seperti kehamilan ektopik atau kemungkinan keguguran
  • Melihat detak jantung bayi
  • Melihat apakah ada lebih dari satu bayi (seperti kembar dan kembar tiga)
  • Identifikasi masalah plasenta, rahim, leher rahim, dan ovarium
  • Mencari apa ada kemungkinan yang menunjukkan peningkatan risiko untuk down sindrom.

Anda juga dapat melakukan USG kehamilan pada trimester kedua dan ketiga untuk:

  • Menentukan usia, pertumbuhan, posisi, dan terkadang jenis kelamin bayi
  • Mengidentifikasi apa ada masalah dengan perkembangan janin
  • Mencari tahu apakah kembar atau kembar tiga. Melihat plasenta, cairan ketuban, dan panggul.

Beberapa praktisi melakukan USG bagi janin pada usia kehamilan sekitar 9 hingga 13 minggu untuk mencari tanda-tanda down sindrom atau masalah lain pada bayi yang sedang berkembang. Tes ini sering dikombinasikan dengan tes darah untuk meningkatkan keakuratan hasil. Berapa banyak USG yang Anda perlukan tergantung pada apakah pemindaian atau tes darah sebelumnya telah mendeteksi masalah yang memerlukan pengujian lanjutan.

Berbahayakah sering melakukan USG bagi janin?

Melakukan beberapa kali ultrasound mungkin membuat Anda juga bertanya-tanya apakah ada risiko atau efek samping dari prosedur ini? Banyak penelitian besar yang dilakukan selama 35 tahun terakhir tidak menemukan bukti bahaya sering melakukan USG bagi janin yang sedang berkembang, atau adanya efek kumulatif dikarenakan banyaknya pemindaian. Ultrasound tidak menghasilkan radiasi, seperti sinar-X. Sementara ini tidak ada efek negatif yang diketahui.

Namun, para ahli juga memperingatkan terhadap penggunaan ultrasound yang tidak diperlukan. Ultrasound merupakan bentuk energi, dan bisa saja mempengaruhi bayi yang sedang berkembang terutama selama trimester pertama, ketika bayi lebih rentan terhadap faktor eksternal. Intinya Anda tidak perlu takut untuk melakukan USG atau sonogram ketika Anda membutuhkannya.

Nah, itu tadi jawaban dari pertanyaan “Berbahayakah sering melakukan USG bagi janin?” semoga bermanfaat, ya!

Baca juga:

Konsultasi dengan dokter seputar kesehatan Anda  kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasinya Go Dok di sini.

TD/PJ/MA

Referensi