Bebaskan Rasa Sakit Saat Operasi dengan Obat Bius

obat bius

Obat bius ; ada beberapa jenis obat bius yang biasa diberikan dalam prosedur operasi, bergantung takaran dosis dan area tubuh yang akan dilakukan pembedahan. Kondisi medis pasien juga dapat mempengaruhi jenis obat bius yang akan digunakan.

 

Go Dok – Bagi Anda yang sedang mengalami penyakit atau kelainan tertentu pada fungsi tubuh sehingga diharuskan melakukan pengobatan dengan operasi tentu khawatir dengan rasa sakit yang akan ditimbulkan. Untungnya, kemajuan ilmu pengetahuan dalam dunia medis berhasil menemukan obat bius yang aman digunakan untuk menjamin pasien kehilangan kesadaran sehingga rasa sakit dapat dihindari.

Memastikan dosis anestesi atau obat bius yang tepat kepada pasien memang harus diperhatikan untuk menjaga pasien agar tidak sadar saat operasi berlangsung. Dosis yang terlalu banyak pun juga berbahaya bagi kesehatan pasien mengingat berbagai efek samping yang ditimbulkannya.

Pada dasarnya, ada beberapa jenis obat bius yang biasa diberikan dalam prosedur operasi, bergantung takaran dosis dan area tubuh yang akan dilakukan pembedahan. Kondisi medis pasien juga dapat mempengaruhi jenis obat bius yang akan digunakan.

Dalam beberapa kasus, obat jenis penenang untuk membuat mengantuk dan analgesik untuk meredakan rasa sakit dapat digunakan sebagai bagian dari proses anestesi.

Jenis-jenis anestesi yang dimaksud di antaranya:

– Obat bius lokal

Anestesi lokal biasanya diberikan untuk menghilangkan rasa sakit ketika operasi dengan menyuntikkan cairan yang dibiarkan menyerap ke dalam kulit, sehingga Anda akan tetap tersadar karena pembedahan yang dilakukan hanya pada organ luar tubuh.

Obat bius regional

Suntikan anestesi regional diberikan untuk mematikan syaraf pada area tubuh yang akan dilakukan pembedahan. Ada beberapa bentuk anestesi regional, seperti:

  • Anestesi spinal digunakan untuk membedah area perut bagian bawah, dengan mematikan area di sekitar sumsum tulang belakang seperti panggul hingga dubur. Jenis anestesi ini banyak dilakukan untuk pembedahan tulang belakang.
  • Anestesi epidural bekerja pada area tubuh mulai dari perut ke atas. Itu sebabnya, anestesi ini banyak dilakukan untuk proses persalinan bagi ibu hamil. Selain itu, anestesi epidural juga bisa dilakukan untuk pembedahan di area dada atau perut.
Obat bius total

Anestesi total digunakan untuk menghilangkan kesadaran selama operasi berlangsung. Cara penggunaannya bisa saja dihirup dari masker yang dikenakan oleh pasien maupun melalui injeksi ke dalam pembuluh vena.

Selama pembedahan berlangsung, sebuah tabung pernapasan juga dimasukkan ke dalam tenggorokan untuk menjaga pernapasan pasien agar tetap stabil.

Lalu, apa saja obat bius yang biasa diberikan pada pasien selama proses pembedahan berlangsung?

1. Propofol

Propofol termasuk dalam jenis obat penenang yang disuntikan ke dalam pembuluh vena. Efek dari obat ini tergolong cepat, hanya beberapa detik setelah cairan disuntikkan, karena bekerja dengan cara menghentikan proses pernapasan pasien.

Walaupun banyak digunakan oleh dokter bedah, penggunaannya harus dipantau langsung oleh dokter ahli pernapasan. Propofol sebenarnya tidak menghilangkan rasa sakit, maka dari itu sebagian besar proses pembedahan membutuhkan obat bius tambahan sebagai penghilang rasa sakit.

2. Anxiolytics

Sebagi jenis obat penenang, obat ini dapat membantu mengurangi kecemasan dan membuat pasien lebih tenang sebelum masuk proses pembedahan dalam kadar yang rendah. Pemberian anestesi ini dilakukan melalui injeksi ke pembuluh vena.

Dalam dosis yang lebih tinggi, Anxiolytics dapat digunakan sebagai obat tidur dan mampu menghilangkan kesadaran pasien. Selain itu, obat bius ini dapat menyebabkan amnesia anterograde, yang membuat pasien tidak ingat momen setelah anestesi diberikan.

 3. Narkotika

Mungkin Anda sudah sering mendengan kalau sejumlah jenis narkotika yang disuntikan ke dalam pembuluh vena dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit dalam proses pembedahan. Pasalnya, narkotika berefek untuk menghentikan syaraf rasa sakit yang menuju otak.

Beberapa narkotika yang dimaksud, seperti Morfin, Merperidine, Fentanil, dan Remifentanil. Morfin dan Merperidine memiliki reaksi yang lambat, namun dengan efek bius yang lebih lama kepada pasien. Sebaliknya, Fentanil dan Remifentanil bereaksi lebih cepat, namun dengan efek  yang lebih singkat.

4. Sevoflurane, Isoflurane, dan Desflurane

Sebagai obat bius hisap, obat-obatan berbentuk cair ini diubah terlebih dahulu menjadi gas melalui vaporizer yang kemudian dihirup oleh pasien sebelum pembedahan. Obat-obatan ini diberikan secara campuran dalam dosis yang rendah, yaitu 1-4% Sevoflurane, 1-2% Isoflurane, dan 3-6% Desflurane.

Harus Anda perhatikan, dosis obat yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pasien berhenti bernafas karena gangguan pada jantung dan fungsi pernafasan.

5. Nitrous Oxide

Sebagi obat bius hisap, Nitrous Oxide relatif lebih lemah dibandingkan anestesi hisap sebelumnya. Nitrous oxide memiliki keuntungan karena bereaksi cepat terhadap pasien, dengan efek kesadaran yang cepat pula setelah pembedahan. Selain itu, harganya pun cenderung tidak terlalu mahal dibandingkan obat bius lainnya.

6. Lidocaine

Bagi pasien dengan operasi kecil, obat okal injeksi jenis Lidocaine banyak digunakan karena dapat menghilangkan rasa sakit di area kecil tersebut. Selama proses pembedahan, pasien tetap dalam kondisi sadar, tanpa harus khawatir mendapatkan rasa sakit.

Reaksi yang terjadi relatif cepat dirasakan pasien karena terjadi dalam hitungan detik. Karena dilakukan untuk operasi kecil, durasi yang diberikan pun relatif singkat, berkisar kurang dari satu jam.

7. Bupivicaine

Sebagai sesama obat  lokal, injeksi Bupivicaine bereaksi lebih lama dari Lidocaine, yaitu terjadi setelah beberapa menit. Namun, durasi bius yang diberikan lebih lama antara 2 hingga 6 jam, bergantung pada lokasi suntikan.

Itulah beberapa jenis obat bius yang banyak diberikan dokter bedah kepada pasien yang harus menjalani proses operasi. Bagi Anda yang akan menjalani proses pembedahan untuk pertama kali, tidak usah khawatir akan kembali sadar saat pembedahan berlangsung, karena dokter bedah akan memastikan dosis yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan tubuh pasiennya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Merasa kesehatan Anda terganggung? Segera chat dokter untuk tanya jawab seputar permasalahan kesehatan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

TP/PJ/MA

Referensi