Bebas Depresi dengan Cara Melancarkan ASI

Cara melancarkan ASI

Cara melancarkan ASI sebenarnya tidaklah sulit. Kuncinya adalah dengan meningkatkan frekuensi bunda dalam menyusui si buah hati. Semakin sering bunda menyusui, semakin sering pula tubuh mengirim sinyal untuk menghasilkan galactagogue atau zat penghasil air susu pada payudara.

 

Go Dok Bagi para wanita yang baru saja memasuki babak baru sebagai seorang ibu, ASI yang tidak kunjung keluar saat menyusui tentunya menjadi kekhawatiran utama dan seringkali membuat depresi. Akhirnya, segala upaya dicoba sebagai cara melancarkan ASI agar bayi tidak kekurangan nutrisi, terutama pada 2 bulan pertama setelah kelahiran.

Memang, aktivitas menyusui menjadi momen sakral bagi seorang wanita. Pasalnya, selain dapat memberikan ASI eksklusif yang baik bagi nutrisi bayi, menyusui juga menjadi momen untuk menjalin ikatan batin dengan bayi melalui sentuhan kulit secara langsung. Tentunya sangat mendebarkan, bukan?

Pada dasarnya, tubuh secara otomatis menghasilkan ASI dengan prinsip “sesuai kebutuhan”. Artinya, ketika tubuh merasa stok ASI pada payudara kian menipis, maka akan langsung mengisi kembali secara otomatis. Begitu pula sebaliknya, ketika stok ASI pada payudara tidak kunjung berkurang, proses produksi ASI tidak akan bekerja.

Simak terus cara melancarkan ASI yang harus diketahui setiap Bunda, berikut ini!

1. Tingkatkan frekuensi menyusui

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, proses produksi ASI bekerja secara otomatis sesuai kondisi dan kebutuhan Bunda. Dengan begitu dapat ditarik kesimpulan, semakin sering Bunda menyusui, maka stok ASI akan terus berkurang, dan memicu metabolisme tubuh untuk terus menerus menghasilkan ASI.

Nah, ketika Bunda berhenti menyusui, maka stok ASI memenuhi dan mengendap di dalam payudara dan mengirim sinyal pada tubuh untuk berhenti menghasilkan ASI. Cobalah untuk menyusui bayi sekitar 8 hingga 12 kali dalam sehari, atau 2 jam sekali di siang hari dan 4 jam sekali setiap malam. Dengan jumlah tersebut, maka stok ASI akan terus berkurang dan mengirim sinyal pada tubuh untuk terus menerus menghasilkan ASI.

2. Berikan ASI dari kedua payudara

Ketika sedang menyusui, jangan lupa untuk memberikan ASI dari kedua payudara secara bergantian. Hal ini untuk memastikan agar stok ASI dari kedua payudara dapat keluar habis, sehingga tubuh akan terus menghasilkan ASI.

Selain untuk memaksa tubuh terus menghasilkan ASI, jika Bunda hanya memberikan ASI dari salah satu payudara, dapat membuat stok ASI hanya terisi di satu bagian dan membuatnya lebih besar dari lainnya, lho. Maka dari itu, setidaknya berikan ASI selama 10 menit sekali secara bergantian antara satu payudara dengan lainnya, ya!

3. Gunakan pompa ASI jika telah selesai menyusui

Nah, ketika bayi sudah merasa kenyang dan mulai berhenti menyusu, jangan biarkan ASI tertampung begitu saja. Gunakan alat pompa ASI agar payudara menjadi kosong dari segala sisa ASI. Ketika ASI sudah diperah, Bunda bisa segera menyimpannya di botol kaca yang steril untuk diberikan kemudian pada bayi.

Sebaiknya, Bunda langsung memasukkan ASI di dalam botol tersebut di dalam kulkas ya, agar dapat terjaga dari ancaman zat berbahaya. Selain itu, ASI perah yang dimasukkan di dalam kulkas atau freezer dapat bertahan lebih lama, yaitu hingga seminggu lamanya. Bandingkan jika disimpan pada suhu ruangan yang hanya bertahan selama 6 jam saja.

4. Perbanyak minum air dan menjaga pola makan

Seperti susu pada umumnya, ASI dari Bunda pun 90% terdiri dari air. Itu sebabnya penting untuk menjaga asupan 8 hingga 12 gelas air mineral setiap hari agar tubuh dapat menghasilkan ASI secara optimal setiap hari. Bunda juga bisa menambah asupan dengan jus buah murni maupun teh.

Selain itu, Bunda juda harus menjaga asupan kalori yang masuk. Setidaknya, Bunda membutuhkan tambahan hingga 400 kalori per hari agar dapat meningkatkan produktivitas ASI. Namun tidak semua makanan baik untuk produktivitas ASI, nih. Sebaiknya, perbanyak asupan dengan kandungan protein yang tinggi agar ASI dapat terus diproduksi setiap hari.

Bunda bisa menambah asupan dari jenis makanan dengan kandungan gandum utuh dan beras merah karena kaya akan beta glucan yang berperan dalam produktivitas ASI. Selain itu, golongan makanan yang mengandung galactogogue atau zat yang memicu laktasi seperti pepaya mentah, wortel, bawang putih, dan oatmeal juga sebaiknya sudah menjadi menu sehari-hari, ya!

Dengan mengetahui cara melancarkan ASI, Bunda sudah siap menjadi seorang ibu seutuhnya, dong! Kini, bunda bisa terhindar dari rasa depresi dan khawatir ketika momen menyusui hendak dilakukan, bukan? Selamat mencoba!

Baca juga:

Kini Anda bisa tanya dokter gratis lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasi Go Dok di sini.

TP/PJ/MA

Referensi