Bayi Prematur, Ini yang Harus Bunda Perhatikan!

bayi prematur

Mengingat banyak hal yang menjadi risiko bayi prematur, maka Bunda perlu memperhatikan beberapa hal pada bayi prematur untuk dapat mengetahui lebih dini masalah yang dihadapi si kecil hati.

 

Go DokKelahiran buah hati dalam keadaan sehat dan sempurna merupakan dambaan setiap orang tua. Namun, tidak semua harapan ini terwujud ketika bayi lahir sebelum waktunya atau prematur.

Bayi dikatakan prematur apabila lahir ketika usia kandungan bunda belum mencapai 37 minggu. Normalnya, bayi lahir dalam usia kandungan sekitar 40 minggu. Minggu-minggu terakhir bayi di dalam kandungan adalah momen yang krusial untuk peningkatan berat badan dan perkembangan keseluruhan organ-organ vital sang bayi, termasuk perkembangan otak dan paru-paru.

Inilah alasannya mengapa bayi prematur biasanya memiliki masalah medis dan memerlukan waktu yang lebih lama tinggal di rumah sakit setelah kelahirannya.

Beberapa hal yang menyebabkan bayi lahir prematur di antaranya adalah kondisi ibu yang mengidap diabetes, serangan jantung, penyakit ginjal, dan tekanan darah tinggi.

Namun ada pula yang disebabkan karena kekurangan nutrisi sebelum dan selama kehamilan, merokok, mengonsumsi obat-obatan dan alkohol selama kehamilan, infeksi pada saluran kemih, kelahiran prematur pada kehamilan sebelumnya, rahim yang tidak normal, dan pembukaan mulut rahim yang terlalu dini.

Mengingat ada banyak hal yang menjadi risiko bayi lahir prematur, maka Bunda perlu memperhatikan beberapa hal pada bayi prematur untuk dapat mengetahui lebih dini masalah yang dihadapi si kecil.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan Bunda pada bayi permatur:

1. Pernapasan

Bayi lahir prematur, perkembangan paru-parunya belum sempurna sehingga sering kali mengalami permasalahan pada pernapasannya. Bunda didampingi dokter atau perawat harus sangat memperhatikan pernapasan bayi prematur untuk mencegah terjadinya kegagalan pernapasan.

2. Berat dan tinggi badan

Bayi prematur kemungkinan memiliki tinggi dan berat badan yang lebih kecil dibandingkan dengan bayi yang lahir tepat pada waktunya. Hal ini perlu terus di pantau hingga sang bayi beranjak dewasa. Berikanlah asupan gizi yang cukup agar berat dan tinggi badan si kecil sesuai dengan usianya meski ia lahir prematur.

3. Kemampuan bayi dalam menyusu

Kemampuan menyusu biasanya berkembang pada saat usia bayi mencapai 28 minggu dalam kandungan. Bayi prematur kemungkinan agak kesulitan dalam menyusu langsung dari payudara bunda karena daya isapnya masih belum baik. Selain itu, kemampuan menelan dan pernapasan yang belum sempurna juga akan menyulitkan si kecil ketika menyusu langsung. Biasanya dokter akan menyarankan pemberian ASI menggunakan pipet khusus sebelum bayi bisa menghisap ASI langsung dari payudara.

4. Suhu tubuh

Bayi prematur biasanya akan dimasukkan ke dalam inkubator untuk menstabilkan suhu tubuhnya. Namun, bagaimana apabila si bayi telah pulang ke rumah? Mudah saja, Bunda bisa menggunakan metode kangguru untuk menstabilkan suhu bayi. Biarkan kulit Bunda dan si kecil bersentuhan langsung. Jangan lupa mengecek suhu bayi dengan meraba bagian tengkuk atau kaki bayi. Jika terasa dingin, maka naikkan suhu dan berikan selimut.

5. Aktivitas fisik

Bayi yang cukup bulan biasanya memiliki pola banyak bergerak saat usianya mencapai beberapa minggu di luar kandungan. Bunda harus segera berkonsultasi dengan dokter apabila bayi prematur bergerak lebih sedikit dibandingkan bayi pada umumnya. Memang perkembangan dan pertumbuhan bayi prematur pada tahun pertama terkesan lebih lambat, namun bukan berarti Bunda bisa mengabaikan hal-hal kecil yang dirasa kurang jika dibandingkan dengan bayi pada umumnya.

6. Imunisasi dan jaga kebersihan

Bayi prematur cenderung lebih berisiko terkena berbagai penyakit. Oleh karena itu, Bunda harus patuh terhadap jadwal pemberian vaksin si kecil. Jangan lupa selalu menjaga kebersihan pada saat menyusui, menggendong, atau membersihkan peralatan yang digunakan si kecil.

Demikianlah hal-hal yang harus Bunda perhatikan pada bayi prematur. Jangan takut dan ragu jika dokter meminta Anda untuk meninggalkan bayi di ruang NICU. Selain hal-hal di atas, Bunda juga perlu selalu berkonsultasi dengan dokter anak agar apapun tindakan yang Bunda ambil itu tepat demi perkembangan dan pertumbuhan si buah hati. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.

TW/PJ/MA

Referensi