Baru Melahirkan dan Punya Hewan Peliharaan? Simak Tips Ini!

baru melahirkan

Semua orang pasti menyambut hangat kedatangan bayi di rumah. Namun, ketika Bunda dan Ayah punya hewan peliharaan belum tentu mereka menyambut kedatangan si kecil dengan happy lho. Terlebih, kita nggak tahu apa yang dipikirkan oleh anjing atau kucing misalnya ketika ada ‘manusia baru’.

Memang banyak hewan peliharaan yang sangat toleran terhadap anak kecil tapi kita perlu menyadari potensi bahaya pada bayi. Bila Bunda baru punya anak dan kebetulan punya hewan peliharaan ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk menjaga bayi agar tetap aman, terutama ketika bayi sudah merangkak dan berjalan.

Berikut telah HaiBunda rangkum dari berbagai sumber, tips bagi orang tua yang baru punya anak dan kebetulan memiliki hewan peliharaan di rumah.

1. Mempersiapkan hewan peliharaan sebelum bayi datang

Hewan peliharaan mungkin menyadari ada sesuatu yang terjadi ketika kita mulai mengumpulkan perlengkapan bayi dan menata ulang kamar di rumah selama hamil. Jadi, usahakan peka terhadap kebutuhan hewan peliharaan ya, Bun.

“Sejumlah besar perubahan terjadi sebelum bayi lahir. Kamar bayi disiapkan. Ada perabotan baru dan barang-barang bayi. Kucing yang gelisah dapat bereaksi dengan bersembunyi atau bahkan menyemprotkan air kencing. Pastikan mereka memiliki akses bebas untuk mendapatkan makanan, air, dan tempat istirahat favorit mereka. Untuk anjing, mungkin berguna untuk memiliki CD suara bayi atau memaparkan mereka pada bau bayi yang baru, seperti losion,” kata Ilana Reisner, DVM, PhD, asisten profesor pengobatan perilaku di University of Pennsylvania School of Veterinary Medicine di Philadelphia.

Secara bertahap, kita perlu bantu hewan peliharaan untuk terbiasa dengan kedatangan bayi. Kata teknisi veteriner Nancy Peterson, jika semua hal ini terjadi secara mendadak itu akan membuat stres hewan peliharaan.

2. Kenalkan hewan peliharaan pada bayi secara bertahap

Sebelum membawa bayi ke rumah untuk pertama kalinya, kenalkan aroma tubuhnya ke hewan peliharaan. Kata Nancy, bawa pulang selimut atau pakaian agar hewan peliharaan dapat menyelidikinya. Ketika kita pulang, biarkan orang lain menggendong bayi dan sapa hewan peliharaan dengan cara yang tenang.

“Kita bisa membiarkan hewan kesayangan mendekati bayi di sofa. Jika anjing atau kucing terlalu penasaran daripada mengusir lebih baik kita bawa bayinya menjauh agar hewan peliharaan bisa tenang. Sikap kita pada hewan peliharaan penting selama masa transisi ini,” kata Nancy.

3. Kenali Sifat Hewan

Jika Bunda punya anjing, sifat anjing cenderung ingin tahu. Ingat jika anjing mungkin memiliki reaksi yang nggak diharapkan ketika bayi datang. Anjing selalu membutuhkan pengawasan ketika bayi dan anak-anak ada di sekitarnya. Tidak peduli seberapa dapat dipercaya hewan peliharaan, jika seorang balita menarik ekornya,atau menusuk matanya si anjing mungkin akan kehilangan kesabaran. Selain itu perhatikan juga peranakan atau breed anjing yang kadang sangat memengaruhi karakternya.

Sedangkan kucing biasanya nggak cemburu, tetapi mereka tertarik pada kehangatan bayi. Bila perlu gunakan jaring kucing di stroller. Hal ini untuk menghindari kucing tidur di dekat bayi. Kucing lebih memilih untuk lari jika balita mengganggu mereka, tetapi beberapa kucing bisa mencakar dan menggigit. Karena ada risiko anak digigit hewan peliharaan jangan lupa awasi bayi dan beri vaksinasi lengkap pada hewan peliharaan.

Sumber: haibunda.com

Content partnerhaibunda.com