Bahaya Menonton TV Terlalu Lama Bagi Kesehatan

bahaya menonton TV terlalu lama

Bahaya menonton TV terlalu lama bisa saja membuat mata Anda lelah, juga meningkatkan risiko terkena obesitas dan kolesterol karena tumpukan lemak yang tidak terbakar menjadi energi akibat kurang bergerak. Selain itu, hal tersebut juga membuat Anda kurang bersosialisasi dengan orang di sekitar.

 

Go Dok – Tidak sedikit orang yang memilih untuk menghabiskan waktu menonton TV seharian di rumah ketika akhir pekan tiba. Memang, bersantai seperti itu terasa sangat menyenangkan dan dapat mengisi kembali energi kita. Namun, sadarkah Anda akan bahaya menonton TV terlalu lama bagi kondisi kesehatan?

Ketika seseorang menghabiskan waktu dengan menonton TV seharian, apalagi sambil ditemani camilan manis, makanan yang masuk ke dalam tubuh Anda tidak terbakar menjadi kalori, dan kemudian menumpuk menjadi lemak. Sudah tahu dong, lemak yang menumpuk menjadi penyebab utama seseorang terserang obesitas dan kolesterol?

Bukan itu saja, masih ada bahaya menonton TV terlalu lama lainnya seperti yang akan dijelaskan berikut ini!

1. Meningkatkan risiko diabetes

Semakin lama menonton TV, semakin tinggi pula Anda terkena risiko terkena diabetes. Tahukah Anda, setiap jam yang dihabiskan untuk menonton TV seharian, dapat meningkatkan risiko terkena penyakit tersebut sebesar 3,4%, lho.

Selain itu, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, makanan yang kita konsumsi seharusnya terbakar menjadi energi. Nah, ketika Anda hanya tiduran sepanjang hari, akibatnya lemak dan glukosan pun menumpuk di dalam tubuh, yang berdampak pada meningkatnya risiko terkena penyakit, termasuk diabetes, kolesterol, dan penyakit kardiovaskular lainnya.

2. Mengurangi produski sperma pada pria

Walaupun menonton TV dapat menjadi cara meningkatkan hubungan asmara dengan pasangan, sebuah penelitian di Harvard menemukan bahwa laki-laki yang menonton TV lebih dari 20 jam per minggu dapat mengurangi produksi sperma sebesar 44% dibandingkan dengan mereka yang tidak menonton TV.

3. Kurang tidur karena begadang

Tayangan hiburan di televisi tidak ada habisnya. Selalu ada tayangan lainnya di setiap channel setiap hari selama 24 jam. Nah, ketika Anda memutuskan untuk begadang dan terjaga di malam hari hingga pagi tiba, berbagai dampak buruk kurang tidur siap menyerang Anda.

Sebut saja, meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke, diabetes, pengeroposan tulang atau osteoporosis, obesitas, hingga hilangnya kemampuan fokus dan berkonsentrasi.

4. Mempengaruhi kata pertama pada bayi

Bagi Anda yang punya bayi yang berusia di bawah 2 tahun, jaga dirinya agar tidak sering berada di depan layar TV, ya! Pasalnya, jika Anda tidak mengawasi anak dalam memilih tayangan, dapat mempengaruhi cara anak dalam berkomunikasi dan bersosialisasi. Pasalnya, kata-kata yang mereka dengar dari tayangan televisi dapat menginspirasi mereka dalam melontarkan kata-kata.

5. Merusak mata

Menonton TV terlalu lama juga dapat membuat mata menjadi cepat lelah. Selain itu, jika Anda sering menonton TV dengan kondisi lampu yang dipadamkan, membuat mata menjadi cepat rusak dan rabun, terutama bagi anak-anak.

6. Mengisolasi diri

Perasaan kesepian dan depresi seseorang dapat menyebabkan seseorang hanya menghabiskan waktu dengan menonton televisi seharian. Apalagi jika ditambah dengan penggunaan smartphone dan alat permainan elektronik lainnya, dapat semakin mengisolasi individu atau memperlihatkan perilaku antisosial. Yuk, perbanyak waktu untuk bermain dan bersosialisasi di luar rumah!

7. Mempersingkat hidup

Sebuah penelitian terhadap orang dewasa menemukan bahwa menonton TV terlalu lama dapat dikaitkan dengan kematian dini. Penelitian yang dirangkum dalam Journal of American Heart Association menyebutkan kalau menonton TV selama 3 jam atau lebih dapat meningkatkan risiko membuat hidup lebih singkat 2 kali lipat dan mengurangi usia sebanyak 8 tahun. Mengerikan juga, ya!

8. Memperbesar ukuran pinggang

Hal ini pasti sudah disadari banyak orang ya. Memang, jika Anda hanya menghabiskan waktu bermalas-malasan seperti menonton TV dapat membuat lemak di dalam tubuh menumpuk sehingga meningkatkan risiko obesitas. Obesitas juga dapat meningkatkan seseorang terkena penyakit lainnya, seperti diabetes, serangan jantung, stroke, dan kolesterol.

Selain itu, secara psikologis, promosi camilan dan makanan ringan di televisi juga terbukti dapat meningkatkan nafsu makan Anda, lho. Daripada hanya bermalas-malasan setiap hari, akan jauh lebih baik dengan berolahraga kardio secara rutin, seperti joging, bersepeda dan berenang.

Agar dapat mengurangi efek bahaya menonton TV terlalu lama pada kesehatan, Anda bisa juga melakukan olahraga senam lantai yang bisa dilakukan di dalam rumah, seperti push up, sit up, mengangkat beban, dan skipping rope yang baik bagi kesehatan fisik dan mental. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

GT/PJ/TP

Referensi