Bahaya #HausEksis Hingga Gangguan Narsistik

gangguan narsistik

Gangguan narsistik ; Hasrat menjadi terkenal demi meraih pengakuan, memicu seseorang menjadi #HausEksis dan cenderung mengarah kepada gangguan narsistik. Gangguan narsistik itu sendiri memiliki ciri  seseorang yang begitu bangga dan sombong dengan diri sendiri.

 

Go DokKata-kata eksis sepertinya sangat sering diperdengarkan ya akhir-akhir ini. Tidak hanya anak muda, mereka yang sudah berkeluarga, pun, masih ingin dianggap eksis dari orang-orang di sekitarnya.

Mengenal #HausEksis dan Bahayanya

Eksis sendiri berasal dari kata exist yang artinya ada. Maka dari itu, sah saja jika seseorang ingin mendapatkan dan meraih eksistensi atau keberadaan agar dianggap oleh lingkungan yang ada di sekitarnya.

Nah, seiring kemajuan teknologi di era modern saat ini, banyak orang yang ingin mendapat perhatian dan dianggap eksis dengan memanfaatkan media sosial, termasuk YouTube. Kalau yang satu ini sih sudah sering dirasakan oleh sebagian besar masyarakat, ya, dengan maraknya konten video berupa video blog atau vlog yang dilakukan oleh mereka yang kerap disebut youtuber maupun vlogger.

Berbagai konten video dengan tema mereka suguhkan agar dapat menghibur para pengakses situs berbagi video yang sudah ada sejak awal 2005 ini. Konten yang disajikan pun beragam, mulai dari video aktivitas keseharian, rekaman liburan hingga review restoran dan kafe yang sedang hits.

Merasa konten tersebut belum cukup menghibur, mereka mulai mengisi dengan video lainnya seperti mengerjai orang lain (prank), social experiment, hingga video challenge makanan yang sedang digandrungi youtuber zaman now. Semua konten tersebut diharapkan dapat menghibur penontonnya sehingga mereka mendapatkan like dan subscriber baru setiap harinya. Semakin banyak like dan subscribe, semakin besar pula pemasukan mereka dari iklan yang tayang dalam video tersebut.

Kira-kira itulah gambaran fenomena #hauseksis yang sedang berkembang di masyarakat, terutama anak muda zaman now. Membuat konten video yang kreatif dan menarik perhatian penonton memang sah-sah saja. Namun tidak jarang, hasrat menjadi terkenal demi meraih pengakuan tersebut, memicu seseorang menjadi #HausEksis dan cenderung mengarah kepada gangguan narsistik.

Nah, agar Anda tidak terjerumus dalam perilaku narsistik tersebut, yuk sama-sama simak artikel di bawah ini

Mengenal gangguan narsistik

Secara medis, gangguan narsistik itu dikenal dengan istilah Narcissistic Personality Disorder (NPD). Istilah tersebut pun muncul dari sebuah legenda Yunani yang menceritakan seseorang yang bernama Narcissus. Dalam cerita tersebut disebutkan, Narcissus merupakan seorang lelaki yang dikenal sangat tampan dan jatuh cinta dengan dirinya sendiri ketika melihat bayangannya di sebuah kolam.

Dari legenda itulah, seseorang yang begitu bangga dan sombong dengan diri sendiri dikenal memiliki gangguan narsistik. Eits, tidak hanya itu, seperti penyakit mental lainnya, masih ada gejala lainnya yang dapat mengindikasi seseorang mengidap gangguan narsistik.

  • Menilai diri sendiri lebih hebat dari orang lain
  • Cenderung egois dan arigan karena hanya memikirkan kepentingannya sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan orang lain
  • Memiliki keinginan agar selalu dipuji, dihargai, dihormati, dan dikagumi
  • Sering berimajinasi tentang segala kesuksesan, kemapanan, kekuasaan, maupun pasangan yang sempurna untuk dirinya
  • Tidak bisa memahami perasaan orang lain.

Coba cek dahulu, apakah ada ciri-ciri di atas termasuk menjadi kebiasaan Anda? Jika iya, waspada, lho, karena jika dibiarkan terus menerus bisa menjadi kronis, beberapa akibat dapat timbul seperti di bawah ini.

  • Mudah marah jika dirinya tidak mendapat perlakuan yang khusus
  • Mudah tersinggung dalam menjalin hubungan interpersonal
  • Tidak menerima jika dirinya dikritik orang lain
  • Tidak memiliki rasa tanggungjawab atas segala kesalahan yang dibuatnya dan memilih menyalahkan orang lain.

Sesungguhnya, sejumlah praktisi kesehatan masih meneliti penyebab utama seseorang bisa terkena gangguan narsistik karena sifatnya yang terbilang rumit dan kompleks.

Namun, ada beberapa faktor utama yang bisa menjadi penyebab seseorang memiliki kelainan narsistik. Salah satunya pola asuh yang diterima si anak saat masih kecil. Ketimpangan yang dilakukan orang tua dalam memberikan penghargaan atau kritik selama masa tumbuh kembang anak dinilai menjadi penyebab seseorang bisa menjadi narsistik.

Jika dibiarkan, sebenarnya perilaku narsistik dapat merugikan diri sendiri, lho. Beberapa akibat yang ditimbulkan sebagai efek gangguan narsistik di antaranya.

  • Masalah dalam menjalin hubungan, baik dengan pasangan maupun teman
  • Kesulitan dalam menjalin kehidupan di sekolah maupun di pekerjaan
  • Mengalami rasa depresi dan gelisah yang berkepanjangan
  • Mencari pelampiasan dengan mengonsumsi alkohol dan terjerumus pada lubang narkoba.

Intinya, sah-sah saja membuat konten video, namun jangan sampai upaya berkreasi tersebut membuat Anda jadi #hauseksis, misalnya dengan membanggakan hasil konten Anda dan meremehkan konten orang lain. Selain itu, Anda juga harus bisa menerima kritik yang diberikan kepada konten video Anda di YouTube. Selamat mencoba!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.

TP/PJ/MA

Referensi