Atasi Perut yang Kembung dengan Obat Asam Lambung

Obat asam lambung 

Obat asam lambung terdiri dari dua jenis, yaitu obat generik yang dapat dijual bebas dan obat yang memerlukan resep khusus dari dokter. Walaupun obat generik bisa dikonsumsi secara bebas, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan takaran dosis yang tepat.

 

Go Dok – Bagi Anda yang sedang menderita penyakit maag, mungkin merasa khawatir tidak dapat menjalankan ibadah puasa secara maksimal. Pasalnya, rasa mual dan kembung kerap menyerang walaupun sudah mengonsumsi obat asam lambung. Akibatnya, Anda jadi kekurangan asupan gizi yang seharusnya tetap terjaga agar tetap kuat menahan lapar dan haus seharian.

Mungkin, ada yang salah dalam dosis atau cara Anda dalam mengonsumsi obat-obatan pereda nyeri akibat asam lambung. Nah, agar dapat terhindar dari rasa mual dan kembung saat sahur atau berbuka puasa, mari sama-sama mengenali jenis obat asam lambung yang bisa Anda konsumsi selama bulan Ramadhan ini!

Obat asam lambung sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu obat generik yang dapat dijual bebas dan obat yang memerlukan resep khusus dari dokter. Namun, walaupun obat generik bisa dikonsumsi secara bebas, ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan takaran dosis yang tepat bagi pengobatan Anda.

Obat generik untuk pengobatan asam lambung

Jenis obat asam lambung ini biasanya dapat ditemukan dan dijual dengan bebas di apotek, toko obat, atau bahkan di warung tanpa harus menggunakan resep dari dokter. Setidaknya, terdapat 3 golongan obat generik yang bisa Anda konsumsi untuk meredakan rasa nyeri akibat produksi asam lambung yang berlebihan.

Antasida

Golongan obat antasida mengandung simetikon, zat yang dapat menetralisir asam lambung yang berlebih penyebab naiknya asam lambung, kembung, mual, rasa panas di dada (heartburn), dan iritasi pada lambung. Sejumlah dokter sering menyarankan antasida sebagai pengobatan pertama untuk membantu meringankan rasa nyeri akibat asam lambung.

Golongan obat antasid mengandung aluminium, magnesium, dan kalsium yang tersedia dalam bentuk tablet kunyah maupun sirup. Penggunaan antasida dapat menyebabkan efek samping, seperti diare akibat kandungan magnesium, dan konstipasi karena adanya kandungan alumunium. Selain itu, penggunaan antasida juga dapat menyebabkan gangguan pada fungsi ginjal, lho.

H-2 receptor blockers

Histamin-2 (H-2) receptor blockers efektif untuk mengurangi jumlah asam yang diproduksi di dalam lambung sehingga sensasi panas dalam dapat teratasi. Cara kerja golongan obat ini lebih lambat daripada antasida, yaitu sekitar 1 jam setelah dikonsumsi. Walau begitu, H-2 receptor blockers dapat meredakan nyeri akibat asam lambung lebih lama, mulai dari 8 sampai 12 jam.

H-2 receptor blockers tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan sirup yang sebaiknya diminum 30 menit sebelum makan. Penggunaan obat ini dapat menyebabkan efek samping, seperti pusing, konstipasi, diare, hingga mual dan muntah.

Proton pump inhibitors (PPIs)

Jika Anda mencari obat asam lambung yang bekerja paling efektif, mungkin golongan obat PPIs merupakan jawabannya. PPIs terbukti lebih ampuh dibandingkan antasida dan H2 receptor blockers, serta bekerja lebih lama meredakan gejala dari asam lambung selama lebih dari 12 jam.

Obat ini bekerja dengan cara menghadang metabolisme tubuh yang memicu munculnya asam lambung. Dengan begitu, hal ini dapat menurunkan tingkat keasaman pada lambung yang memicu rasa nyeri di ulu hati, perut kembung, mual, sendawa, dan panas dalam. Agar dapat bekerja efektif, ada baiknya untuk mengonsumsi obat ini 1 jam sebelum makan, ya.

Harap untuk selalu mengikuti dosis yang sudah ditentukan agar dapat terhindar dari beragam efek samping seperti pusing, mual, diare hingga osteoporosis. Jika tidak terlihat adanya kesembuhan setelah mengonsumsi obat ini selama 2 minggu, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, ya!

Obat asam lambung dengan resep dokter

Jika kondisi Anda tidak kunjung membaik dengan obat generik, dokter akan memberikan obat-obatan dengan resep untuk mengatasi kelainan asam lambung Anda. Obat asam lambung dari dokter biasanya tak berbeda jauh dengan obat generik yang dijual di pasaran. Perbedaannya, hanya dosis yang diberikan lebih tinggi dari obat generik.

Selain itu, dokter juga mungkin memberikan obat dengan racikan tertentu dari ketiga golongan obat generik agar dapat memberikan pengobatan yang lebih maksimal.

Contoh obat asam lambung yang memerlukan resep dokter adalah sebagai berikut.

H-2-reseptor blockers dengan resep

Obat ini efektif untuk meredakan nyeri lambung akibat asam lambung yang berlebih. Walaupun sudah dikonsumsi sesuai takaran, penggunaan obat ini dalam jangka panjang dapat berisiko meningkatnya defisiensi vitamin B-12 dan pengeroposan tulang.

Proton pump inhibitors (PPIs) dengan resep

Jika rutin dikonsumi 1 jam sebelum makan, obat ini ampuh untuk meredakan asam lambung berlebih penyebab iritasi lambung. Waspada terhadap efek samping yang mungkin diimbulkan, seperti diare, sakit kepala, mual dan defisiensi vitamin B-12. Bahkan, penggunaan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko patah pada tulang pinggul.

Baclofen

Obat penguat sfingter esofagus ini dapat meredakan naiknya asam lambung dengan memperketat sfingter esofagus bagian bawah, sehingga dapat menjaga asam lambung agar tidak naik mencapai kerongkongan. Penggunaan obat ini dapat menimbulkan efek samping seperti rasa lelah dan mual.

Itulah pilihan obat asam lambung yang bisa Anda konsumsi untuk memastikan ibadah puasa tetap lancar selama sebulan penuh. Namun, jika konsumsi obat-obatan tidak juga membawa kesembuhan, mungkin Anda harus menjalani prosedur operasi untuk memulihkan fungsi otot sfingter esofagus agar mencegah naiknya asam lambung.

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

TP/PJ/MA

Referensi