Apa Saja Perbedaan Scanning Ultrasound untuk Janin?

Perbedaan Scanning Ultrasound

Perbedaan Scanning Ultrasound untuk Janin ; Scanning Ultrasound menggunakan 3 jenis gambar yaitu 2D, 3D dan 4D. Fungsi Scanning Ultrasound itu sendiri untuk mengetahui perkembangan kesehatan si calon buah hati serta raut muka janin di dalam kandungan.

 

Go DokSaat sedang mengandung, tentu Anda selalu ingin tahu sudah sampai di mana perkembangan si calon buah hati. Seringkali, beberapa pasangan begitu penasaran dengan bentuk serta raut muka janin di dalam kandungan, hingga memutuskan untuk melakukan scanning ultrasound untuk mengetahuinya. Selain itu, banyak pula dokter kandungan yang menyarankan bahkan mewajibkan scan ultrasound untuk kandungan, setidaknya beberapa minggu sekali. Hal ini tentu berguna untuk mengetahui perkembangannya, dan mengetahui sejak dini jika ada permasalahan yang terjadi. Nah, biasanya scan ultrasound akan menggunakan 3 jenis gambar : 2D, 3D, dan 4D.

Apa saja perbedaan scanning untuk janin tersebut? Berikut adalah penjelasan lengkapnya :

2D (2 Dimensi)

Scan ultrasound 2 Dimensi merupakan jenis scanning untuk janin yang paling umum digunakan, dan dipraktikkan oleh rumah sakit – rumah sakit secara luas. Scan yang satu ini merupakan jenis scan paling dasar, di mana gambar didapatkan oleh komputer dengan cara mengirimkan gelombang suara tepat ke arah janin melalui satu sudut. Sinyal atau gelombang suara yang dikirimkan ini kemudian akan dikirimkan kembali ke kompter, bolak-balik, seperti gema. Nah, gema inilah yang kemudian membentuk gambar yang bisa Anda lihat, dalam 2 dimensi (panjang dan lebar). Selain hanya menghasilkan gambar 2 dimensi, scan jenis ini juga lebih fokus pada penampakan organ dalam janin Anda, dibandingkan bagian permukaan kulitnya.

 Dalam praktiknya, scan 2 dimensi hanya menggunakan kadar ultrasound dalam intensitas rendah, yang menyebar ke area luas, sehingga radiasi yang timbul hanyalah sedikit. Karena itulah, scanning 2 dimensi dikatakan paling aman, dan secara rutin dapat Anda lakukan di rumah sakit. Namun, beberapa orang merasa bahwa gambar yang dihasilkan oleh scan jenis ini terlalu kabur dan kurang memuaskan, sehingga mereka lebih memilih metode scanning lainnya.

3D (3 Dimensi)

Sejatinya, scanning 3 dimensi yang menggunakan ultrasound pada janin menggunakan teknik gelombang suara yang sama persis dengan scanning 2 dimensi untuk menghasilkan gambar. Perbedaan Scanning Ultrasound  ini adalah, scanning 3 dimensi menghasilkan gambar dengan 3 dimensi, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Karena kualitas gambar yang lebih bagus dibandingkan scanning 2D, scanning 3D memungkinkan Anda untuk melihat wajah bayi di dalam kandungan secara lebih jelas. Tak hanya itu, gambar yang dihasilkan oleh scan 3D juga fokus pada bagian kulit bayi, tidak seperti scan 2D yang fokus pada bagian organ dalamnya. Melalui scan 3D, Anda bahkan bisa melihat gambar di mana janin sedang menguap ataupun menghisap jarinya. Namun, scan 3D bukanlah jenis scan wajib ataupun umum yang bisa Anda lakukan rutin di rumah sakit. Untuk tes ini, Anda dan pasangan memerlukan sesi privat dan biaya yang lebih mahal. Biasanya, dokter hanya mewajibkan scan ini jika terdapat indikasi gangguan kesehatan pada bayi. Salah satu keuntungan dari scan ini adalah Anda dan dokter dapat melihat lebih jelas perkembangan janin, dan bisa dengan cepat mendeteksi jika ada sesuatu yang tidak normal, seperti bibir sumbing.

4D (4 Dimensi)

Sesuai namanya, scanning 4 dimensi yang menggunakan ultrasound untuk janin menghadirkan gambar yang sama dalam 4 dimensi, yaitu panjang, lebar, tinggi, dan waktu. Adanya dimensi waktu berarti gambar yang dihasilkan adalah gambar bergerak, yang tampak seperti video dalam pergerakan sangat lambat. Teknik yang digunakan masih sama dengan ultrasound 2D dan 3D, hanya saja scan 3D dan 4D membutuhkan paparan ultrasound yang lebih lama, sekitar 30 – 45 menit.  Perbedaan Scanning Ultrasound dari scan 4D dengan lainnya  adalah Anda bisa melihat pergerakan dan perkembangan janin secara lebih jelas dan hidup. Anda bisa melihatnya menggerakkan mulut, menggerakkan jemari, bahkan menendang-nendang. Namun, meski dikatakan sama amannya dengan scan 2D dan 3D, para ahli sebenarnya tidak menyarankan Anda melakukan scan 4D hanya untuk mengambil foto janin sebagai kenang-kenangan atau kesenangan pribadi. Pasalnya, praktik ini akan menjadikan janin terkena paparan ultrasound yang lebih banyak dan lebih lama, dari yang diperlukan secara medis. Karenanya, scan ini biasanya hanya dianjurkan jika ada indikasi gangguan kesehatan pada janin.

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai macam-macan perbedaan scanning ultrasound untuk janin Anda. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Punya permasalahan seputar kandungan Anda? Gunakan fitur ‘tanya Dokter’ untuk chat dokter seputar penanganannya. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi