Apa Itu Gangguan Kecemasan?

Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan adalah penyakit kejiwaan yang menyebabkan penderita merasakan ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan. Penderitanya dapat merasakan gangguan yang berbeda-beda, sesuai dengan jenisnya.

Go DokKecemasan adalah hal yang lumrah dialami oleh kebanyakan orang. Anda bisa merasa cemas karena berbagai alasan, seperti tertekan karena pekerjaan baru, akan menghadapi ujian, dan sebagainya.

Akan tetapi, kecemasan memiliki tingkatnya masing-masing. Jika kecemasan menyerang secara ekstrem, mungkin hal tersebut adalah tanda gangguan kecemasan. Seperti apakah gangguan kecemasan itu? Yuk, simak infonya dibawah ini!

Jenis gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan adalah penyakit kejiwaan yang menyebabkan penderita merasakan ketakutan dan kekhawatiran yang berlebihan. Penderita gangguan kecemasan dapat merasakan gangguan yang berbeda-beda, sesuai dengan jenisnya. Berikut penjelasannya:

1. Gangguan kecemasan umum

Penderita gangguan kecemasan ini merasakan kecemasan dan ketakutan konstan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, penderita juga terganggu oleh kecemasan tentang hal buruk yang dirasa akan terjadi.

Mereka biasanya tidak tahu mengapa kecemasan luar biasa tersebut dapat terjadi setiap waktu. Tanda umumnya adalah insomnia, gangguan perut, kegelisahan, dan kelelahan.

 2. Gangguan kecemasan sosial

Kecemasan ini menimbulkan ketakutan berlebihan terhadap situasi sosial sehari-hari. Misalnya, Anda merasa sangat amat takut dinilai negatif oleh orang-orang atau takut dipermalukan di depan umum.

Bahkan, dapat menyebabkan penderita menolak bersosialisasi dengan orang lain lantaran kuatnya rasa cemas yang diderita. Gangguan ini juga memiliki sebutan lain, yaitu fobia sosial.

 3. Gangguan kepanikan

Ketakutan hingga teror dapat menyerang penderita gangguan kepanikan secara tiba-tiba. Ketika mengalami serangan panik, penderita akan berkeringat banyak, merasakan sakit di dada, serta jantung berdebar dengan degup kuat atau tidak beraturan.

Di samping itu, serangan panik juga dapat membuat Anda merasa tercekik atau seolah tengah mengalami serangan jantung.

 4. Obsessive-compulsive Disorder (OCD)

Gangguan ini ditandai dengan pikiran-pikiran atau perilaku yang tidak diinginkan serta sulit untuk dihentikan atau dikendalikan. Jika menderita OCD, Anda akan merasa terganggu dengan pikiran-pikiran obsesif dan dorongan-dorongan menggebu-gebu untuk melakukan sesuatu, seperti berkali-kali memastikan pintu sudah terkunci, dan sebagainya.

 5. Post-traumatic Stress Disorder (PTSD)

Gangguan stres pascatrauma timbul setelah kejadian traumatis yang menimpa penderita. Gangguan ini menimbulkan kecemasan ekstrem yang sangat memengaruhi penderita.

Penderita PTSD sering kali mengalami ingatan kilas balik atau mimpi buruk tentang kejadian traumatis yang dialaminya, kewaspadaan berlebih, mudah terkejut, menarik diri dari orang lain, dan menghindari situasi yang mengingatkan tentang kejadian traumatis tersebut.

 6. Fobia

Fobia adalah ketakutan berlebihan atau tidak masuk akal terhadap suatu objek spesifik, situasi, atau aktivitas yang sebenarnya bahkan tidak berbahaya sama sekali.

Penderita akan merasakan ketakutan intens, seperti misalnya terhadap seekor hewan atau ketakutan akan ketinggian. Ketakutan ini dapat membuat penderita menghindari situasi atau hal yang ditakuti. Sayangnya, perilaku menghindar tersebut justru malah memperkuat fobia.

Gejala

Meskipun jenisnya berbeda, semua gangguan kecemasan umumnya memiliki gejala-gejala berikut:

  • Panik, takut, tidak nyaman
  • Sulit merasa tenang
  • Napas pendek
  • Masalah tidur
  • Tangan dan kaki yang dingin, berkeringat, mati rasa, atau terasa geli
  • Mual
  • Pusing.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, ada baiknya segera waspada atau konsultasikan kepada dokter.

Perawatan

Gangguan kecemasan dapat diatasi dengan berbagai terapi, seperti pemberian obat antidepressant hingga psikoterapi. Namun, Anda juga bisa menerapkan perawatan self-help untuk membantu mengendalikan atau mengurangi gejala kondisi ini.

Perawatan self-help di antaranya adalah makan dan berolahraga teratur, beristirahat yang lebih baik, mengurangi makanan dan minuman yang mengandung kafein, hingga berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi obat herbal.

Nah, itulah pemaparan tentang gangguan kecemasan. Semoga membantu, ya!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.

VD/JJ/MA

Referensi