Albendazole ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Albendazole

 

Albendazole merupakan obat golongan antihelmintik atau obat anti cacing. Obat ini digunakan untuk mencegah menetasnya larva cacing dan juga membunuh cacing dengan merusak sel cacing. Obat ini biasa digunakan untuk mengobati berbagai infeksi cacing seperti infeksi cacing pita.

Nama Generik

Albendazole

Merek Dagang

Albenza, Vermic

Pengertian

Albendazole merupakan obat golongan antihelmintik atau obat anti cacing. Obat ini digunakan untuk mencegah menetasnya larva cacing dan juga membunuh cacing dengan merusak sel cacing. Obat ini biasa digunakan untuk mengobati berbagai infeksi cacing seperti infeksi cacing pita.

Golongan

Antihelmintik, Benzimidazole

Golongan Obat

K, (Obat Keras)

Sediaan

  • Tablet 400 mg
  • Suspensi 200 mg/5 mL.

Indikasi

Dosis untuk pemberian oral (tablet dan suspensi)

  • Askariasis
    • Dosis dewasa: 400 mg dosis tunggal diminum saat perut kosong
    • Dosis anak (usia ≥2 tahun): 400 mg dosis tunggal diminum saat perut kosong.
  • Infeksi Capillaria
    • Dosis dewasa: 400 mg satu kali sehari diminum bersamaan ketika makan (terutama makanan berlemak) selama 10 hari
    • Dosis anak (usia ≥ 6 tahun): 400 mg satu kali sehari diminum bersamaan ketika makan (terutama makanan berlemak) selama 10 hari.
  • Clonorchiasis
    • Dosis dewasa: 400 mg dua kali sehari saat makan selama 3 hari, konfirmasi eradikasi 1 bulan setelah pengobatan
    • Dosis anak (usia ≥ 2 tahun): 400 mg dua kali sehari saat makan selama 3 hari, konfirmasi eradikasi 1 bulan setelah pengobatan.
  • Cutaneous larva migrans
    • Dosis dewasa: 400 mg satu kali sehari saat makan selama 1 hingga 3 hari
    • Dosis anak (usia > 2 tahun): 400 mg satu kali sehari saat makan selama 1 hingga 3 hari.
  • Penyakit akibat superfamili Ancylostomatoidea
    • Dosis dewasa: 400 mg dosis tunggal ketika perut kosong
    • Dosis anak (usia > 2 tahun): 400 mg dosis tunggal ketika perut kosong.
  • Echinococcosis
    • Dosis dewasa (berat badan ≥60 kg): 400 mg dua kali sehari saat makan, diberikan dengan siklus 28 hari dimana terdapat 14 hari interval bebas albendazol dengan total 3 siklus
    • Dosis dewasa (berat badan < 60 kg): 15 mg/kg/hari dibagi dalam 2 dosis saat makan, maksimal 800 mg/hari, diberikan dengan siklus 28 hari dimana terdapat 14 hari interval bebas albendazol dengan total 3 siklus.
  • Enterobiasis
    • Dosis dewasa: 400 mg dosis tunggal saat perut kosong
    • Dosis anak (usia > 2 tahun): 400 mg dosis tunggal saat perut kosong.
  • Giardiasis
    • Dosis  anak (5 sampai 10 tahun dengan Giardia duodenalis): 400 mg/hari selama 3 hari.
  • Infeksi HIV-Infeksi Microsporidia (Okular)
    • Dosis dewasa: 400 mg dua kali sehari dikombinasikan dengan fumagillin bicylohexylammonium 3 mg/mL dalam NaCl 0,9% (fumagillin 70 mcg/mL) tetes mata, teteskan 2 tetes pada mata setiap 2 jam selama 4 hari, kemudian 2 tetes setiap 4 jam per hari; lanjutkan pengobatan hingga CD4+ > 200 sel/mcL selama 6 bulan setelah inisiasi ART.
  • Infeksi Hymenolepis nana
    • Dosis dewasa: 400 mg satu kali sehari saat perut kosong selama 3 hari; jika tidak terjadi eradikasi setelah 3 minggu maka terdapat indikasi untuk pemberian obat sekunder
    • Dosis anak (usia > 2 tahun): 400 mg satu kali sehari saat perut kosong selama 3 hari; jika tidak terjadi eradikasi setelah 3 minggu maka terdapat indikasi untuk pemberian obat sekunder.
  • Infeksi Gnathostoma
    • Dosis dewasa: 400 mg satu atau dua kali sehari selama  21 hari
    • Dosis anak (usia > 6 tahun): 400 mg satu atau dua kali sehari selama  21 hari.
  • Infeksi Loa loa
    • Dosis dewasa: 200 mg dua kali sehari selama 21 hari
    • Dosis anak (usia ≥6 tahun): 200 mg dua kali sehari selama 21 hari.
  • Infeksi Strongyloides
    • Dosis dewasa: 400 mg satu kali sehari saat perut kosong selama 3 hari; pasien di follow up selama 2 minggu untuk konfirmasi kesembuhan
    • Dosis anak (usia > 2 tahun): 400 mg satu kali sehari saat perut kosong selama 3 hari; pasien di follow up selama 2 minggu untuk konfirmasi kesembuhan.
  • Infeksi Taenia
    • Dosis dewasa: 400 mg satu kali sehari saat perut kosong selama 3 hari; jika tidak terjadi eradikasi setelah 3 minggu, diindikasikan untuk pemberian obat sekunder
    • Dosis anak (usia > 2 tahun): 400 mg satu kali sehari saat perut kosong selama 3 hari; jika tidak terjadi eradikasi setelah 3 minggu, diindikasikan untuk pemberian obat sekunder.
  • Infeksi Toxascaris
    • Dosis dewasa: 400 mg dua kali sehari selama 5 hari
    • Dosis anak (usia ≥ 6 tahun): 400 mg dua kali sehari selama 5 hari.
  • Neurocysticercosis
    • Dosis dewasa (berat badan ≥ 60 kg): 400 mg dua kali sehari saat makan selama 8 hingga 30 hari; profilaksis dengan kortikosteroid ditambahkan dengan terapi anti kejang yang sesuai bila dibutuhkan, pertimbangkan pemberian kortikosteroid IV atau oral selama minggu pertama terapi untuk mencegah episode hipertensi serebral
    • Dosis dewasa (berat badan < 60 kg): 15 mg/kg/hari dibagi dalam 2 dosis saat makan, maksimal 800 mg/hari, selama 8 hingga 30 hari; profilaksis dengan kortikosteroid ditambahkan dengan terapi anti kejang yang sesuai bila dibutuhkan, pertimbangkan pemberian kortikosteroid IV atau oral selama minggu pertama terapi untuk mencegah episode hipertensi serebral.
  • Neurocysticercosis: Subarachnoid neurocysticercosis
    • Dosis dewasa: 30 mg/kg/hari selama 8 hari, sebelumnya diobati dengan dexametasone 8 mg IV setiap 8 jam selama 4 hari.
  • Trichuriasis
    • Dosis dewasa: 400 mg dosis tunggal saat perut kosong
    • Dosis anak (usia > 2 tahun): 400 mg dosis tunggal saat perut kosong.

Kontraindikasi

Albendazole sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Hipersensitivitas Albendazole dan komponen pembuat produk lainnya.

Efek Samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengkonsumsi obat tertentu.

Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Albendazole yang buruk:

  • Tanda-tanda reaksi alergi, seperti ruam; gatal-gatal; merah, bengkak, melepuh, atau kulit mengelupas dengan atau tanpa demam; mengi; sesak di dada atau tenggorokan; kesulitan bernapas, menelan, atau berbicara; suara serak yang tidak biasa; atau pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Tanda infeksi. Gejala ini termasuk demam ≥ 38°C, menggigil, nyeri tenggorokan berat, nyeri telinga atau nyeri sinus, batuk, produksi sputum atau perubahan warna sputum, nyeri saat berkemih, sariawan, luka yang tidak kunjung sembuh, atau nyeri dan gatal pada anus
  • Tanda perdarahan seperti muntah darah seperti kopi, batuk berdarah, urin berdarah, kotoran tampak seperti tar, merah, atau kotoran bercampur darah. Perdarahan pada gusi; perdarahan dari vagina yang tidak normal; memar tanpa alasan dan bertambah besar atau perdarahan yang sulit untuk berhenti
  • Tanda masalah liver (hati) seperti urin berwarna lebih gelap, merasa letih, tidak lapar, perut begah atau nyeri perut, kotoran berwarna cerah, muntah, atau mata atau kulit menjadi kuning
  • Merasa sangat capek dan lemah
  • Nyeri kepala berat
  • Perubahan tajam penglihatan
  • Kejang.

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat Anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas Anda:

  • Nyeri pinggang
  • Nyeri kepala
  • Perut begah atau muntah.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila Anda mengonsumsi Albendazole. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Albendazole.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan C. Kategori ini menyatakan bahwa penelitian pada hewan coba menunjukkan efek samping penggunaan obat terhadap janin (efek teratogenik dan efek lain) dan tidak terdapat uji klinis terkontrol pada wanita. Obat-obat hanya diberikan jika pertimbangan keuntungan lebih besar dari pada risiko potensi pada janin.

Obat ini dapat masuk melalui kelenjar ASI pada ibu menyusui sehingga tidak disarankan untuk mengonsumsinya saat menyusui.

Peringatan

  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap Albendazole atau bagian lain dari obat ini
    • Jika Anda alergi terhadap obat-obatan seperti ini, obat-obatan lain, makanan, atau zat lain. Katakan kepada dokter Anda tentang alergi dan tanda-tanda apa yang Anda miliki, seperti ruam; gatal-gatal; gatal; sesak napas; mengi; batuk; pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan; atau tanda-tanda lainnya.
  • Masalah terkait darah yang sangat berat terkadang terjadi ketika mengonsumsi obat ini. Konsumsi obat ini juga meningkatkan risiko untuk mengalami infeksi,dan masalah pada darah atau anemia
  • Anda berisiko lebih tinggi mengalami infeksi. Cuci tangan teratur. Jauhi orang yang sedang mengalami infeksi atau flu
  • Anda mungkin akan lebih mudah mengalami perdarahan. Hati-hati dan hindari cedera. Gunakan sikat gigi yang lembut dan alat pencukur elektrik
  • Obat ini dapat membahayakan janin dalam kandungan jika Anda mengonsumsi obat ini ketika hamil
  • Jika Anda seorang wanita usia produktif, lakukan uji kehamilan (testpack) sebelum mengonsumsi obat ini
  • Gunakan program keluarga berencana yang dapat dipercaya untuk mencegah kehamilan ketika mengonsumsi obat ini dan 1 bulansetelah berhenti mengonsumsi obat
  • Sampaikan kepada dokter bila Anda hamil atau merencanakan kehamilan. Anda butuh untuk mendiskusikan risiko dan keuntungan konsumsi obat ini ketika hamil
  • Sampaikan kepada dokter bila Anda merupakan ibu menyusui. Anda butuh membicarakan risiko terhadap bayi yang Anda susui ketika mengonsumsi obat ini.

Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat.

Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Albendazole telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Albendazole. Obat tersebut antara lain:

  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Carbamazepine .
  • Interaksi minor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat ringan)
    • Dexamethasone
    • Praziquantel
    • Theophylline.

Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembap. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Semoga bermanfaat!

 

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

RE/JJ/MA

Referensi