Acyclovir ; Efek Samping, Sediaan dan Indikasi

Acyclovir

Acyclovir merupakan suatu agen anti virus. Obat ini dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran bebeberapa jenis virus seperti virus varicella ataupun virus herpes. Acyclovir digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh virus herpes seperti herpes genitalis, cacar api, dan cacar air.

 

Nama Generik

Acyclovir

Merek Dagang

Acifar; Azovir; Clinovir; Clopes; Clovika; Danovir; Herax; Herpiclof; Lacyvir; Licovir; Lovires; Lovirtrop; Matrovir; Mecovir; Mediclovir; Mediclovir Forte; Molavir; Palovir; Poviral; Samclovir; Scanovir; Temiral; Viralis; Vircovir; Vireth; Virtaz; Virules; Visirax; Vyrono 400; Zorel; Zoter; Zovirax; Zovirax I.V.

Pengertian

Acyclovir merupakan suatu agen anti virus. Obat ini dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran bebeberapa jenis virus seperti virus varicella ataupun virus herpes. Obat ini tidak menyembuhkan infeksi cacar maupun herpes, tetapi dapat meminimalkan gejala infeksi tersebut. Acyclovir digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh virus herpes seperti herpes genitalis, cacar api, dan cacar air.

Golongan

Anti viral, Analog Guanosine Nucleoside, Inhibitor DNA Polimerase virus.

Sediaan
  • Serbuk injeksi 250 mg/vial
  • Krim 5 %
  • Salep Mata 3%
  • Tablet 200 mg
  • Tablet 400 mg.
Indikasi

– Dosis untuk pemberian oral (Tablet)

  • Varicella
    • Dosis dewasa: 800 mg per oral 4 kali sehari selama 5 hari
    • Dosis anak (≥ 2 tahun, berat badan ≤40 kg): 20 mg/kg empat kali per hari selama 5 hari
    • Dosis anak (≥ 2 tahun, berat badan > 40 kg): 800 mg empat kali sehari selama 5 hari.
  • Herpes simpleks genitalis
    • Dosis dewasa untuk episode awal: 200 mg per oral setiap 4 jam 5 kali per hari selama 10 hari
    • Dosis dewasa untuk episode awal: 400 mg per oral 3 kali per hari selama 7 hingga 10 hari Atau200 mg per oral 5 kali sehari selama 7 hingga 10 hari; dapat memperpanjang durasi terapi jika penyembuhan tidak selesai setelah 10 hari
    • Dosis dewasa untuk terapi episodik: 200 mg per oral setiap 4 jam, 5 kali sehari selama 5 hari; Awali terapi pada tanda paling awal atau gejala kekambuhan
    • Dosis dewasa untuk terapi episodik: 400 mg per oral 3 kali sehari selama 5 hari ATAU 800 mg per oral dua kali sehari selama 5 hari ATAU 800 mg per oral 3 kali sehari selama 2 hari; memulai pengobatan lebih baik dalam 1 hari onset lesi atau selama prodrome sebelumnya
    • Dosis dewasa untuk terapi supresif: 400 mg secara oral dua kali sehari hingga 12 bulan
  • Herpes simpleks genitalis- infeksi HIV
    • Dosis dewasa untuk awal atau berulang: 400 mg per oral 3 kali sehari selama 5 hingga 14 hari
    • Dosis dewasa untuk penekananan kronis kekambuhan sering atau berat: 400 mg secara oral dua kali sehari
    • Dosis anak kurang dari 45 kg: 20 mg/kg tiga kali sehari selama 5 hingga 14 hari maksimal 400 mg/dosis
    • Dosis remaja: 400 mg dua kali sehari selama 5 hingga 14 hari
  • Herpes labialis – infeksi HIV
    • Dosis dewasa: 400 mg per oral 3 kali sehari selama 5 hingga 10 hari
    • Dosis anak untuk gingivostomatitis simptomatik ringan: 20 mg/kg tiga kali sehari selama 5 hingga 10 hari, maksimal 400 mg/dosis
  • Herpes zoster, Shingles
    • Dosis dewasa: 800 mg per oral setiap 4 jam (5 kali sehari) selama 7 hingga 10 hari
  • Herpes zoster, Shingles – Infeksi HIV
    • Dosis dewasa untuk dermatomal lokal akut: 800 mg per oral 5 kali sehari selama 7 hingga 10 hari
  • Infeksi HIV – Varicella
    • Dosis dewasa untuk kasus tanpa komplikasi: 20 mg / kg (MAX, 800 mg) per oral 5 kali sehari selama 5 hingga 7 hari
    • Dosis anak untuk penyakit ringan dengan atau tanpa supresi imun tingkat sedang: 20 mg/kg (maksimal 800 mg) empat kali per hari selama 7 hingga 10 hari atau hingga tidak ada lesi baru yang muncul kembali selama 48 jam.
  • Herpes simpleks oftalmika
    • Dosis dewasa: 400 mg per oral 5 kali sehari
  • Eksim herpeticum
    • Dosis dewasa: 200 mg per oral 5 kali sehari selama 5 hari
    • Dosis anak: 25 hingga 30 mg/kg/hari dibagi dalam 5 dosis
  • Bell’s palsy
    • Dosis dewasa : 400 mg secara oral 5 kali sehari selama 10 hari plus predniSONE 1 mg/kg (dosis minimum, 30 mg) per oral dua kali sehari selama 5 hari pertama, diikuti dengan penurunan bertahap menjadi 5 mg dua kali sehari selama 5 hari berikutnya

Dosis untuk pemberian topikal/oles (Krim dan Salap mata)

  • Herpes simplex genitalis
    • Dosis dewasa untuk terapi awal: Oleskan salep secara topikal setiap 3 jam (6 kali per hari) selama 7 hari dalam jumlah yang cukup untuk menutupi lesi secara adekuat.
  • Herpes simpleks, infeksi mukokutaneus yang tidak mengancam jiwa
    • Dosis dewasa untuk immunocompromised pasien: Oleskan salep secara topikal (menggunakan jari atau sarung tangan) setiap 3 jam (6 kali per hari) selama 7 hari dalam jumlah yang cukup untuk menutupi lesi secara memadai (dosis produsen). CDC melarang penggunaan terapi topikal.
  • Herpes simpleks oftalmika
    • Dosis dewasa: Salep mata 3% dioleskan 5 kali sehari selama 7 hingga 10 hari
  • Herpes simplex labialis berulang
    • Dosis dewasa: Oleskan krim topikal 5 kali per hari selama 4 hari.
Kontraindikasi

Acyclovir sebaiknya tidak diberikan kepada:

  • Hipersensitivitas terhadap acyclovir, konsentrat protein susu, atau komponen produk lainnya yang terdapat pada sediaan obat dan hipersensitivitas terhadap acyclovir atau valacyclovir termasuk pada sediaan salep.
Efek samping

Meskipun sangat jarang terjadi beberapa orang dapat mengalami efek samping obat yang sangat buruk bahkan terkadang mematikan ketika mengonsumsi obat tertentu. Hubungi dokter Anda atau segera minta pertolongan medis jika anda mengalami salah satu gejala atau tanda berikut yang terkait dengan efek samping Acyclovir yang buruk:

  • Tanda reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, kulit kemerahan, bengkak, dengan atau tanpa demam, mengi, sulit bernapas atau berbicara. Pembengkakan pada mulut, wajah, lidah, atau tenggorokan.
  • Tanda masalah liver seperti urin menjadi gelap, merasa letih, tidak lapar, perut begah atau nyeri, kotoran berwarna cerah, muntah, atau perubahan warna kulit atau mata menjadi kuning.
  • Perubahan mood
  • Halusinasi
  • Kejang
  • Gemetar
  • Menggigil
  • Nyeri tenggorokan
  • Masalah ginjal yang sangat buruk dan terkadang mengancam jiwa dapat terjadi bila mengkonsumsi obat ini. Segera hubungi dokter bila merasa tidak dapat berkemih atau terdapat darah pada urin atau perubahan volume urin.
  • Masalah darah yang sangat buruk dan terkadang mematikan disebut sebagai thrombotic thrombocytopenic purpura/hemolytic uremic syndrome (TTP/HUS).

Semua obat dapat menimbulkan efek samping. Tetapi, pada sebagian orang efek samping obat tersebut tidak muncul atau hanya menimbulkan efek samping yang minor (kecil). Hubungi dokter Anda untuk mendapatkan pertolongan medis jika salah satu efek samping berikut ini membuat anda terasa sangat terganggu atau mengganggu aktivitas anda:

  • Nyeri kepala
  • Perut begah atau muntah
  • Diare
  • Merasa letih atau lemah
  • Iritasi dapat terjadi pada lokasi suntikan.

Gejala dan tanda di atas bukan merupakan seluruh efek samping yang dapat terjadi bila anda mengkonsumsi Acyclovir. Jika Anda memiliki pertanyaan terhadap efek samping tersebut silakan hubungi dokter Anda. Dokter dapat memberikan penjelasan mengenai efek samping obat Acyclovir.

Kehamilan & Laktasi

Obat ini memiliki kategori kehamilan B. Kategori ini menyatakan bahwa baik studi reproduksi hewan coba belum menunjukkan risiko janin tetapi tidak ada penelitian terkontrol pada wanita hamil atau penelitian reproduksi hewan coba yang menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam penelitian terkontrol pada wanita di trimester pertama. (dan tidak ada bukti risiko pada trimester kemudian).

Konsumsi Acyclovir oleh ibu menyusui biasanya kompatibel dan risiko terhadap bayi minimal.

Peringatan
  • Sampaikan  kepada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat ini bahwa:
    • Anda alergi terhadap Acyclovir.
    • Jika Anda memiliki alergi terhadap obat, makanan, atau zat lainnya. Sampaikan gejala apa yang muncul saat anda mengalami alergi.
  • Obat ini tidak menyembuhkan herpes.
  • Bila Anda mengalami herpes genitalis, obat ini akan menghentikan penyebaran virus. Jangan melakukan hubungan seksual apa pun bila Anda memiliki luka atau tanda lain dari herpes genitalis. Herpes genitalis juga dapat menular meski Anda tidak mengalami gejalanya.
  • Jika Anda berusia 65 tahun atau lebih, gunakan obat ini secara hati-hati. Efek samping akan lebih mungkin muncul.
  • Sampaikan kepada dokter Anda bila Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
  • Sampaikan kepada dokter Anda bila Anda sedang menyusui.
Interaksi Obat

Dua atau lebih obat yang diberikan pada waktu yang bersamaan dapat memberikan efek masing-masing dan saling berinteraksi. Efek tersebut dapat berupa penambahan efek salah satu obat, penurunan efek salah satu obat, atau bahkan meningkatkan risiko munculnya efek samping obat. Efek ini disebut sebagai interaksi obat. Mengonsumsi obat di bawah ini bersamaan dengan Acyclovir telah diketahui memunculkan interaksi obat. Dokter mungkin akan meminta anda untuk berhenti mengkonsumsi salah satu obat atau menyesuaikan dosisnya bila dikonsumsi bersamaan dengan Acyclovir. Obat tersebut antara lain:

  • Interaksi mayor (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan cukup besar)
    • Foscarnet.
  • Interaksi moderat (efek yang muncul ketika konsumsi kedua obat secara bersamaan dalam tingkat sedang)
    • Mycophenolate Mofetil
    • Phenytoin
    • Meperidine
    • Zidovudine
    • Valproic Acid
    • Mycophenolic Acid.
Penyimpanan

Untuk sediaan obat tablet, obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruangan (20°C hingga 25°C). Simpan pada tempat yang kering dan hindari dari tempat yang lembab. Jangan simpan di kamar mandi. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Untuk obat injeksi hanya dapat diberikan di rumah sakit atau di klinik dokter. Bila disimpan di rumah maka ikuti saran atau intruksi dokter atau apoteker.

Bila obat yang disimpan telah mencapai masa kadaluarsa hindari membuang obat ini secara sembarangan. Tanyakan kepada apoteker atau petugas sarana pengelola limbah di lingkungan Anda dimana dan bagaimana cara paling aman untuk membuang sisa produk ini.

Baca juga:

Jangan ragu untuk selalu gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk berkonsultasi dengan dokter online yang siap siaga 7×24 jam. Segera download aplikasi kesehatan Go Dok di sini.

 

RE/PJ/MA

Referensi