7 Fakta Kutu Rambut pada Anak yang Perlu Bunda Tahu

kutu rambut pada anak

Kalau ‘jaman now’ kita mendengar ada anak yang kutuan, hii, rasanya langsung bergidik ya, Bun. Eits, tapi jangan salah lho. Faktanya memang masih ada anak-anak yang memiliki kutu di rambutnya.

Ketika tahu ada kutu di rambut anak biasanya sekeluarga langsung panik. Salah satunya karena khawatir tertular. Nah lebih baik ambil napas panjang dan jangan terlalu panik ya, Bun. Coba atasi kutu di rambut anak dengan tenang dan sabar.

Untuk melakukan itu, ada baiknya Bunda menyimak 7 fakta kutu rambut pada anak yang sudah dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.

1. Kutu Rambut Hidup Selama 28 Hari

Kutu hidup selama sekitar 28 hari. Mereka berkembang dalam tiga fase yaitu telur (nit), nimfa, dan kutu. Telur menetas dalam enam hingga sembilan hari dan biasanya ditemukan dalam beberapa milimeter kulit kepala. Nimfa terlihat seperti kutu dewasa tapi jauh lebih kecil, seukuran kepala peniti dan jadi dewasa sekitar tujuh hari kemudian.

Kutu dewasa yang seukuran biji wijen dapat berkembang biak dengan cepat dan meletakkan hingga 10 telur sehari. Lalu, butuh sekitar 12 hingga 14 hari untuk telur kutu menetas hingga mencapai usia dewasa.

2. Kutu Tidak Ditularkan Lewat Udara

Kutu rambut manusia nggak bisa melompat atau terbang. Cara penyebaran kutu adalah kontak jarak dekat, bisa juga lewat sikat, topi, helm atau aksesori rambut. Hanya karena satu anak memiliki kutu bukan berarti seluruh keluarga akan terkena kutu juga. Kecuali anggota keluarga melakukan kontak langsung dengan anak yang telah terinfeksi kutu atau sharing aksesori rambut.

3. Kutu Rambut Hanya Hidup di Kepala

Kutu bisa terlihat dengan mata telanjang. Tapi Bunda perlu tahu, kutu rambut nggak bakal pindah ke bagian tubuh lain. Telur kutu juga bersemayam di kepala. Nah, telur kutu paling sering ditemukan di kepala bagian belakang dekat leher atau di belakang telinga.

4. Perbedaan Telur Kutu dan Ketombe

Kutu dapat dibedakan dari ketombe. Telur kutu terlihat seperti bercak kecil berwarna putih atau kuning kecokelatan dan melekat erat pada rambut di dekat kulit kepala. Kemudian, telur kutu nggak akan tersisir biasa seperti ketombe.

5. Binatang Peliharaan Bukan Sumber Kutu Rambut

Binatang peliharaan bukan sumber penyebaran kutu rambut. Kutu rambut manusia hanya disebarkan dari manusia, bukan binatang peliharaan. Hal ini karena kutu rambut manusia dengan kutu rambut binatang berbeda spesies.

6. Rambut Kotor Bukan Penyebab Anak Kutuan

Rambut kotor bukan jadi penyebab anak kutuan lho, Bun. Memang, kutu butuh kepala sebagai tempat hidup dan anehnya kutu suka dengan kepala yang bersih. Kutu memiliki rentang hidup yang sangat pendek dan harus sering makan untuk tetap hidup. Oleh karena itu rambut bersih menjadi sasarannya.

7. Tak Perlu Berlebihan Mencegah Kutu Rambut

Kita nggak perlu berlebihan mengatasi kutu rambut. Jika anak kutuan, cuci pakaian, seprai, sikat dan aksesori rambut yang mereka gunakan. Jangan lupa, rajin-rajin membersihkan boneka untuk membunuh kutu yang aktif mati dan jauhkan sementara boneka dari jangkauan anak. Setelah kutu mati, kita nggak perlu mengganti furnitur, kasur, dan membersihkan seluruh lemari anak.

Hal ini karena kutu hanya hidup sekitar dua hari ketika mereka keluar dari kepala. Jadi nggak perlu khawatir ya, Bun.

Sumber : haibunda.com

Content partnerhaibunda.com