6 Tips agar Tak Ada ‘Drama’ Saat Menyuruh Anak Sikat Gigi

sikat gigi

Waktu sikat gigi bisa menimbulkan ‘drama’ untuk para orang tua. Gimana nggak, kadang anak ogah-ogahan belum lagi lari ke sana ke mari karena nggak mau sikat gigi. Duh, kalau begitu Bunda dibuat pusing tujuh keliling deh.

Nah, supaya nggak ada ‘drama’ saat anak disuruh sikat gigi, berikut ini tips yang bisa Bunda lakukan seperti dirangkum HaiBunda dari berbagai sumber:

1. Beri contoh ke anak

drg Andria Diarti SpKGA dari RS Premiere Jatinegara mengatakan orang tua bisa mengajak anak sikat gigi bersama supaya anak bersemangat sekaligus menjadi contoh bagi si kecil. Penting banget orang tua jadi contoh bagi anak. Jadi, ketika kita ingin anak nggak malas sikat gigi, orang tua perlu mencontohkan rutin sikat gigi. Ingat, children see children do. Jadi, jangan berharap anak akan nurut ketika kita suruh mereka sikat gigi sedangkan kita sendiri malas sikat gigi.

2. Buat Suasana yang Asyik

drg Ayu Kurniasih SpKGA dari RS Pondok Indah-Puri Indah mengatakan coba orang tua mengajak anak gosok gigi sambil main. Misalnya, sambil nyanyi tapi dicontohkan juga gimana cara sikat gigi oleh bunda atau ayahnya. Kata drg Ayu, kalau bisa di kamar mandi ada kacanya, Bun.

“Jadi kan asyik tuh kalau kita berdua sama si kecil bercermin terus sama-sama sikat gigi. Biar tambah seru, bisa juga ini kita lakukan sambil nyanyi dan jangan lupa bantu juga si kecil gosok gigi. Cara itu cukup berhasil. Memang ayah dan ibu harus telaten ya,” tutur drg Ayu.

3. Biarkan si kecil memilih sikat giginya

Sikat gigi buat anak-anak biasanya dibuat dengan desain lucu kan, Bun? Nah, nggak ada salahnya kita ajak anak memilih peralatannya menyikat gigi. Soalnya, ketika dilibatkan dalam memilih peralatan yang akan mereka gunakan ketika beraktivitas anak bisa jadi lebih bertanggungjawab. Nggak cuma itu, anak juga bisa lebih bersemangat ketika melakukan aktivitas itu, Bun.

4. Jadikan sikat gigi untuk asah kreativitas anak

drg Suzanty Ariani, SpKGA dari RS Pondok Indah-Pondok Indah mengatakan kegiatan menyikat gigi bisa dijadikan ajang melatih kreativitas anak. Tujuannya, supaya mereka semangat menyikat gigi. Bagaimana caranya?

“Ceritanya anak nyari kuman di mulut. Kalau dulu saya sama anak saya, saya bilang tuh kuman lari ke kiri, ke kanan, ke atas ke bawah. Terus anak saya nanya ada yang pink nggak kumannya, saya bilang wah iya ada tuh. Jadinya melatih imajinasi dia juga kan,” kata drg Suzy.

5. Beri penjelasan pentingnya sikat gigi

Anak-anak bisa kok, Bun, diberi pengertian. Nah, drg Suzy menyarankan orang tua untuk rajin memberi tahu si kecil tentang akibat malas sikat gigi. Ini bisa dilakukan lewat media audiovisual, buku cerita, atau gambar. Dengan berbagai media itu, kita bisa tunjukkan pada anak kuman-kuman di dalam mulut kemudian apa akibatnya jika malas menggosok gigi. Dengan begitu, anak bisa termotivasi untuk rajin menyikat gigi.

6. Beri reward

Untuk bisa menyikat gigi tanpa ada drama pastinya butuh perjuangan dari bunda dan ayah. Namun, ketika anak bisa melakukannya, nggak ada salahnya bila kita memberinya reward. Ya, reward nggak melulu berupa barang kok, Bun. Pujian aja udah bisa bikin anak happy dan merasa apa yang dia lakukan adalah hal baik dan di kemudian hari mereka akan mengulang hal itu.

Walaupun, penjelasan kenapa anak perlu menyikat gigi juga perlu diberikan ya, Bun. Sehingga, anak tahu yang dia lakukan adalah sesuatu yang memang diperlukan dan demi kesehatan dirinya.

Sumber : haibunda.com

Content partnerhaibunda.com