5 Trik Sederhana Menjadi Pribadi yang Cerdas Emosi

Pribadi yang cerdas emosi

Pribadi yang cerdas emosi menjadi faktor kunci agar seseorang bisa berpikir tenang dalam menghadapi permasalahan hidupnya. Lalu, seperti apakah pribadi yang cerdas emosi? Dan seberapa pentingkah perannya dalam kehidupan sehari-hari?

 

pijarpsikologi.org – Jika diperhatikan bersama-sama perilaku anak zaman sekarang semakin lepas kendali dan sulit untuk mengontrol emosi mereka. Contohnya, kasus penganiayaan yang dilakukan sesama pelajar di Bantul, Yogyakarta, akibat masalah tato Hello Kitty. Selain itu, ada pula kasus bunuh diri yang dilakukan mahasiswa Unas akibat depresi karena banyaknya tugas ujian dan belum melunasi biaya kuliahnya.

Pada kasus yang pertama, dapat dipastikan para pelaku tidak memiliki rasa empati. Kata empati sendiri berasal dari bahasa Yunani, empatheia, yang artinya ‘ikut merasakan’. Dengan kata lain, empati merupakan suatu kemampuan untuk memahami pengalaman subjektif orang lain.

Kasus kedua menjadi bukti bahwa mahasiswa tersebut cenderung mengambil emotional-focus coping atau penyelesaian masalah secara emosional yang berujung pada keputusannya untuk bunuh diri. Idealnya, seseorang dapat bertindak berdasarkan problem-focus coping¸ yaitu berfokus untuk mencari solusi dari permasalahan hidupnya.

Kedua poin di atas, yaitu empati dan coping, menjadi kunci bagaimana cara seseorang menghadapi permasalahan hidupnya. Maka dari itu, faktor kunci agar seseorang bisa berpikir tenang dalam menghadapi permasalahan hidupnya adalah menjadi pribadi yang cerdas emosi.

Seperti apakah pribadi yang cerdas emosi itu? Seberapa penting peran kecerdasan emosi dalam kehidupan sehari-hari? Untuk menjadi pribadi yang cerdas emosi Anda harus memahami ciri-ciri orang dengan kecerdasan emosi yang baik.

Pertama, orang dengan kecerdasan emosi yang baik dapat mengenali emosi yang dirasakannya. Kedua, mereka juga dapat mengelola emosinya dengan baik. Ketiga, mereka dapat memotivasi diri sendiri.

Keempat, mereka dapat mengenali emosi orang lain dengan tepat. Dan yang kelima, mereka dapat membina hubungan yang baik dengan orang lain.

Kecerdasan emosi merupakan kemampuan untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengendalikan emosi diri, orang lain, dan orang yang ada di dalam kelompok. Terdapat 2 macam emosi, yaitu emosi positif (gembira, optimis, bersemangat, puas, bersyukur) dan emosi negatif (sedih, marah, takut, gugup, cemas).

Orang yang memiliki kecerdasan emosi yang baik dapat mengetahui dengan pasti apa yang sedang dirasakannya sehingga ia dapat mengambil tindakan yang tepat. Selain itu, ia pun dapat mengenali emosi orang lain yang kemudian menimbulkan empati.

Seseorang dengan pribadi yang cerdas emosi sangat cocok untuk menjadi pemimpin, karena dapat berfokus untuk mencari solusi atas permasalahan dan bukannya terlarut dalam emosi, sehingga ia dapat mengambil keputusan yang akurat dan tepat.

Di tengah konflik dan tekanan, ia mampu berpikir jernih dan mencairkan suasana tegang. Selain itu, pemimpin dengan kecerdasan emosi yang baik dapat memahami bagaimana perasaan karyawannya. Apakah Anda termasuk kategori pribadi yang cerdas emosi? Hanya diri Anda sendiri yang tahu.

Nah, bagi Anda yang cenderung memiliki emosi yang tidak terkontrol, berikut tips untuk menjadi pribadi yang cerdas emosi.

  1. Kurangi emosi negatif dalam kehidupan sehari-hari.Cobalah untuk melihat suatu permasalahan secara lebih objektif. Misalnya jika teman tidak membalas SMS, jangan langsung berpikiran bahwa ia sedang menghindari kamu. Sebaiknya carilah pikiran alternatif misalnya teman sedang tidak punya pulsa atau masih tidur.
  2. Kurangi Perasaan Takut akan Penolakan. Cara yang efektif untuk mengelola rasa takut akan penolakan adalah dengan membuat beberapa rencana untuk keadaan yang penting. Misalnya, siapkan plan A, plan B, dan plan Csaat hendak bertemu klien untuk membahas proyek yang akan dikerjakan. Dengan begitu, Anda dapat memiliki pandangan yang lebih optimis untuk masa depan.
  3. Ingat teknik XYZ untuk mengekspresikan emosi! Mungkin Anda termasuk orang yang sulit mengungkapkan perasaan karena takut menyinggung orang lain. Solusinya, gunakan rumus XYZyaitu: aku merasa X jika kamu melakukan Y padahal Misalnya: Aku merasa kecewa (X) saat kamu terlambat datang (Y) padahal aku sudah datang tepat waktu (Z). Nah, dengan cara ini kamu dapat mengungkapkan perasaanmu tanpa membuat orang lain tersinggung. Mudah, bukan?
  4. Hindari Langsung Berbicara Saat Marah. Saat merasa marah atau kecewa dengan seseorang, sebelum Anda menanggapinya, ada baiknya menarik nafas panjang dahulu sembari menghitung sampai sepuluh. Setelah itu, barulah Anda dapat menanggapinya dengan pikiran yang lebih tenang.
  5. Jangan larut dalam penyesalan, ambil pelajaran. Terkadang tidak semua hal dapat berjalan sesuai keinginan Anda. Daripada larut dalam penyesalan, cobalah untuk menanyakan beberapa pertanyaan berikut pada diri sendiri, seperti “Apa pelajaran yang bisa saya ambil?” atau “Hal apa yang penting dilakukan agar diriku bisa berkembang?”. Dengan beberapa pertanyaan refleksi tersebut, kebijaksanaan diri Anda akan mengobati rasa sesal yang ada.

Nah, begitulah cara agar Anda dapat menjadi pribadi yang cerdas emosi. Dengan mampu memahami emosi diri sendiri, secara bertahap Anda akan memahami emosi dan kondisi orang lain. Dengan begitu, Anda bisa menjadi pribadi yang lebih bahagia dan dapat menularkan bahagia kepada orang di sekitar. Semoga bermanfaat!

“Kecerdasan emosi, melebihi faktor-faktor lain, melebihi IQ atau keahlian, memiliki peran sebesar 85%-90% dari kesuksesan seseorang. IQ memang merupakan awal dari kompetensi. Kamu membutuhkannya, tetapi IQ tidak akan membuatmu menjadi bintang. Kecerdasan emosi lah yang dapat menuntunmu mencapai kesuksesan.”

– Warren Bennis

 

Pijar Psikologi adalah media layanan psikologi yang menyediakan konsultasi gratis dan artikel informatif seputar kehidupan sehari hari dari sudut pandang psikologi. Kunjungi pijarpsikologi.org untuk artikel menarik seputar psikologi lainnya.

 

Content partnerpijarpsikologi.com

Baca juga: 

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari SmartphoneDownload aplikasinya di sini.

Aprroved by dr. Priscilla Johanna

Referensi