5 Tahap Mencari Pengasuh Anak yang Tepat

pengasuh anak

Biasanya bila Bunda dan Ayah sama-sama bekerja dan nggak ada anggota keluarga yang bisa mengasuh si kecil, memakai jasa pengasuh jadi pilihan. Nah, ketika hendak memilih pengasuh anak, ada lima tahap yang perlu dilakukan, Bun.

Dilansir Baby Center, kunci utama dalam mencari pengasuh anak adalah kemauan orang tua untuk terus mencari orang yang bisa cocok dengan keluarga. Bunda dan Ayah harus bersabar dalam mencari pengasuh yang terbaik untuk anak.

Berikut 5 tahap untuk mencari pengasuh anak yang tepat

1. Menentukan kriteria

Sebelum mencari kandidat pengasuh, Bunda dan Ayah sebaiknya berdiskusi dulu nih, pengasuh seperti apa yang diinginkan. Mulai dari kriteria usia hingga cakupan kerja. Misalnya, apakah menginginkan pengasuh anak yang dewasa dan berpengalaman dalam mengurus anak atau menginginkan pengasuh yang memiliki derajat pendidikan tertentu? Nah, nantinya kriteria ini yang menjadi acuan ketika melakukan wawancara dengan calon pengasuh atau ketika membicarakan dengan agen pengasuh.

2. Melakukan riset

Riset bisa dilakukan dengan bertanya kepada orang-orang terdekat seperti keluarga atau teman. Siapa tahu mereka punya kenalan pengasuh yang cocok dengan keluarga Bunda. Ditambah lagi, referensi dari orang terdekat biasanya lebih meyakinkan ya dibanding referensi dari orang lain. Selain itu, Bunda dan Ayah bisa mencari pengasuh lewat agensi penyalur pengasuh yang ada di sekitar rumah.

Nah, dari situ mereka akan mencarikan pengasuh yang sesuai dengan kriteria. Biasanya agensi terpercaya sudah memeriksa bagaimana kinerja pengasuh dan apakah ada catatan kriminal. Cara lain yaitu mencari dengan cara memberi pengumuman secara online bahwa Bunda dan Ayah membutuhkan pengasuh. Tapi, perlu diperhatikan nih, Bun, tulis dengan spesifik kriteria dan persayaratan pengasuhnya.

3. Wawancara

Terdengar terlalu formal memang. Tapi, wawancara memang dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana latar belakang calon pengasuh anak. Hal-hal yang perlu ditanyakan antara lain pengalaman kerja, ketertarikan, aktivitas setelah kerja, dan latar belakang. Ada baiknya anak juga diajak ketika melakukan wawancara dengan calon pengasuhnya untuk melihat bagaimana interaksi antar keduanya. Kalau kelihatan nggak cocok, Bun, lebih baik cari alternatif pengasuh.

4. Periksa referensi

Sebelumnya, pastikan calon pengasuh menulis daftar referensi ya. Hal ini penting untuk mengetahui bagaimana kinerja dia di keluarga sebelumnya, bagaimana kelebihan dan kekurangannya, juga kenapa dia berhenti bekerja di tempat sebelumnya. Memeriksa referensi juga berlaku untuk calon pengasuh dari agensi, Bun.

5. Lakukan masa percobaan

Kita nggak pernah tahu pengasuh ini cocok atau tidak dengan si kecil kalau tidak mempertemukan keduanya. Bayar si calon pengasuh untuk beberapa hari masa percobaan. Kemudian lihat bagaimana interaksi keduanya. Kalau anak nyaman dengan pengasuhnya, Bunda dan Ayah juga merasa cocok, si pengasuh bisa lanjut bekerja.

Penting banget lho orang tua mencari pengasuh yang tepat supaya anak tidak berganti-ganti pengasuh. Menurut penelitian yang dilakukan di Howard University di Washington, anak yang sering berganti pengasuh termasuk daycare bisa mengalami masalah tidur nih, Bun.

“Ketika anak mendapat pengasuh secara tidak konsisten yang notabene punya aturan berbeda, mereka berisiko lebih tinggi untuk mendapat waktu tidur yang kurang,” kata peneliti, Jen-Hao Chen dikutip dari Daily Mail.

Jadi, pastikan juga Bunda menyampaikan kepada pengasuh anak yang baru gimana aturan tidur si kecil ya. Agar anak tidak memiliki masalah tidur ketika berganti pengasuh.