4 Hal yang Harus Diperhatikkan Sebelum Adopsi Anak

Adopsi anak

Adopsi anak seringkali dilakukan oleh pasangan suami istri yang tidak kunjung memiliki momongan atau dengan alasan lainnya. Namun, sebelumnya Anda harus memerhatikan beberapa hal seperti memahami prosedur, memilih tempat adopsi anak yang tepat dan memahami kondisi medis anak.

Go DokAdopsi memang bukanlah pilihan pertama bagi pasangan untuk menjadi orang tua. Namun karena berbagai alasan, tidak sedikit pasangan yang harus mengadopsi anak untuk melengkapi keluarganya. Kondisi fisik, mental, penggunaan obat, atau bahkan kondisi ekonomi bisa saja menjadi alasan pasangan memutuskan untuk melakukan adopsi.

Namun, apakah Anda sudah mengetahui seluk beluk adopsi anak? Apa saja yang perlu dilakukan, pilihan apa yang harus dibuat, dan lainnya? Jika anda dan pasangan berniat untuk mengadopsi anak dalam waktu dekat, simak uraian berikut ini.

Apa saja hal yang harus diperhatikkan sebelum adopsi anak?

Prosedur yang memakan waktu lama

Ternyata, proses adopsi anak itu bukan hanya datang ke sebuah yayasan di pagi hari lalu pulang menjadi orang tua dalam sehari, lho. Ada banyak proses administrasi yang harus dilewati, sehingga Anda harus sabar menunggu kedatangan anak tersebut berbulan-bulan kemudian.

Bahkan, tidak sedikit yang mengaku harus menunggu hingga satu tahun untuk memeluk anak yang sudah diadopsinya.“Proses adopsinya dapat memakan waktu yang sangat sangat lama. Dalam kasus kami, kami mulai mengerjakan administrasi di musim panas dan kami baru mendapatkan anak kami 2 musim panas kemudian. Bersiaplah untuk menimbang apakah ini hal yang benar-benar Anda inginkan,” ujar seorang ibu bernama Linda pada BabyCenter.

Ketahui prosedurnya

Sebenarnya Anda juga bisa lho mengadopsi anak bule. Mengadopsi anak dari luar negeri ini sudah dilakukan sejak lama dan cukup lazim di Indonesia. Namun perlu diperhatikan bahwa ada ketentuan-ketentuan yang harus diikuti. Dan dibandingkan dengan mengadopsi anak dalam negeri, tentu prosesnya tergolong lebih memusingkan.

Syarat-syarat tersebut seperti usia calon orang tua harus termasuk 30-55 tahun, status pernikahannya, mengurus izin adopsi dari menteri sosial, usia anak angkat yang masih harus balita, dan lainnya. Pastikan Anda mengetahui setiap prosedurnya dengan secara detail. Jika belum, Anda dapat berkonsultasi ke kantor dinas sosial terdekat tentang prosedur dan syarat-syarat mengadopsi anak.

Tempat adopsi anak

Memang terdengar sepele, namun poin ini juga perlu perhatian. Apakah yayasan yang Anda pilih sudah memiliki izin resmi dari Kementrian Sosial? Ada baiknya bila Anda mencari tahu terlebih dahulu tentang yayasan tersebut, baik dengan bertanya langsung pada pengurus atau dengan cara yang lain.

Hal ini ditujukan untuk menjamin keselamatan dan hak-hak anak angkat tersebut terpenuhi. Sebenarnya, bisa saja Anda mengadopsi anak di luar jalur resmi. Namun, Anda akan tertanggung sejumlah biaya yang tidak sedikit. Lagipula, baik Anda dan calon anak angkat tidak akan mendapat jaminan keamanan pada saat proses dan setelahnya.

Ketahui kondisi medis anak

Apakah ia menderita alergi? Apakah ia terjangkit HIV? Pasti Anda ingin tahu tentang hal-hal ini ketika ingin mengadopsi seorang anak, bukan? Peraturan pengangkatan anak di Indonesia memang tidak mensyaratkan adanya proses pemeriksaan kesehatan, namun American Academy of Pediatrics sangat menyarankan hal ini.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan kepada calon orang tua dan calon anak angkat. Pemeriksaan tersebut meliputi foto rontgen dada, tes darah lengkap, tes fisik lengkap, tes tinja, tes tuberkulin, dan screening perkembangan. Bagi bayi yang baru lahir juga lebih baik juga melakukan screening elektroforesis Hb, hormon tiroid, G6PD, dan memastikan status imunisasi.

 

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.

ZF/JJ/MA

Referensi