2 Jenis Kematian, Mati Klinis dan Mati Biologis

Jenis kematian

Jenis kematian dibagi menjadi dua yaitu mati klinis dan mati biologis. Ada perbedaan mendasar diantara keduanya. Bagi Anda termasuk golongan orang yang sering terlibat dalam kondisi pertolongan pertama, perbedaan keduanya sangat penting untuk diketahui.

 

Go DokSegala sesuatu yang hidup di dunia pasti akan kembali kepada ketiadaan, yaitu sebuah kondisi yang disebut kematian. Namun, ternyata tidak semua kematian benar-benar sepenuhnya mati. Nah, Anda pasti mulai kebingungan, kan?

Dalam dunia medis, ternyata kematian dibedakan menjadi dua jenis, yakni mati klinis dan mati biologis. Ada perbedaan mendasar diantara keduanya. Bagi Anda termasuk golongan orang yang sering terlibat dalam kondisi pertolongan pertama, perbedaan antara keduan jenis kematian ini sangat penting untuk diketahui.

Secara umum, kematian terjadi jika tidak ada suplai oksigen yang masuk ke dalam sel. Kemudian, sel tersebut akan kehilangan fungsinya setelah beberapa saat. Nah, apabila sel yang kekurangan oksigen tersebut merupakan sel pada organ otak, maka seluruh fungsi tubuh akan berhenti. Di sinilah fase masa kematian dimulai di mana mati klinis dan mati biologis terjadi.

Masih merasa kebingungan, ya? Tenang saja, coba Anda simak dengan perlahan penjelasan berikut ini, agar Anda dapat menemukan perbedaan dua jenis kematian, mati klinis dan mati biologis.

Perbedaan 2 jenis kematian yaitu  mati  klinis dan mati biologis!

Mati Klinis

Coba perhatikan dulu jenis kematian yang satu ini. Mati klinis diindikasikan oleh hilangnya pernapasan dan denyut jantung pada pasien. Dengan begitu, hal tersebut berimbas bahwa sistem peredaran darah Anda juga terhenti, kan. Penting untuk diketahui bahwa masih ada penanganan yang bisa membuat pasien ‘hidup kembali’.

Nah, jangan dibayangkan ‘hidup kembali’ seperti zombie yang ada di film, ya! ‘Hidup kembali’ tersebut artinya masih ada beberapa menit yang masih bisa dimanfaatkan untuk mengembalikan fungsi tubuh seperti semula dengan mencegah kerusakan pada otak. Nah, kerusakan otak dapat terjadi saat pasokan oksigen berhenti terjadi secara berangsur-angsur. Ketika kerusakan otak secara keseluruhan terjadi, barulah masuk ke jenis selanjutnya, pasien dinyatakan mati secara biologis.

Mati Biologis

Sepertinya Anda mulai bisa membedakan dua jenis kematian, mati klinis dan mati biologis, ya? Nah, saat seseorang dinyatakan mati biologis, artinya sel-sel dalam tubuhnya sudah tidak dapat berfungsi kembali. Kematian jenis ini bersifat tetap, artinya tidak ada pertolongan lagi yang bisa dilakukan saat seorang pasien divonis telah mati secara biologis.

Masing-masing sel yang membentuk suatu jaringan memiliki daya tahan yang berbeda-beda. Salah satu contohnya otak manusia yang memiliki waktu sekitar 6-8 menit untuk bertahan tanpa pasokan darah yang dipompa oleh jantung. Setelah durasi waktu tersebut terlewati tanpa adanya usaha pertolongan, pasien bisa disebut sebagai jenazah.

Pertolongan Pertama

Sayangnya, penanganan kematian hanya bisa diaplikasikan pada kondisi jenis kematian klinis. Pada dasarnya, pertolongan pertama bertujuan untuk memberi suplai oksigen yang cukup bagi otak dan jantung. Pertolongan yang juga dikenal dengan bantuan hidup (life support) bisa diberikan dalam beberapa bentuk, yakni ATLS (Advanced Trauma Life Support), ACLS (Advanced Cardiac Life Support) dan PALS (Pediatric Advanced Life Support).

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kerusakan otak terjadi secara berangsur-angsur mengingat degenerasi sel dari organ tersebut memakan waktu beberapa menit. Nah, untungnya, waktu ini bisa dimanfaatkan oleh pemberi life support untuk membuat pasien ‘hidup kembali’. Statistik menyebutkan bahwa bantuan hidup yang diberikan satu menit setelah jantung berhenti menyuplai oksigen, tingkat keberhasilannya mencapai 98 persen. Sedangkan bantuan hidup diberikan setelah empat menit mengalami mati klinis, tingkat kesuksesannya menurun menjadi 50 persen. Namun, jika keterlambatan mencapai 8-10 menit, hanya ada 1 persen kemungkinan pasien dapat tertolong.

Ternyata tidak terlalu sulit, kan untuk membedakan dua jenis kematian, mati klinis dan mati biologis? Mati klinis akan dialami terlebih dahulu sebelum masuk ke fase selanjutnya yaitu mati secara biologis. Dengan memahami pertolongan pertama yang telah disebutkan sebelumnya, semoga Anda bisa memanfaatkan setiap menit yang ada untuk menolong orang yang ada di sekitar Anda.

Baca juga:

Konsultasi dokter kini bisa lewat fitur ‘Tanya Dokter’. Download aplikasi Go Dok di sini.

RZ/TP/PJ

Referensi