Yuk, Kenalkan Si Kecil dengan Toiletnya!

GoDok – Meskipun terlihat mudah, ternyata mengajarkan si kecil menggunakan toilet membutuhkan kombinasi kesabaran dan keterampilan yang harus terkoordinasi dengan baik. Tanpa keduanya akan sulit bagi Anda untuk melatih si kecil membiasakan menggunakan toilet.

Berapa sih usia yang tepat untuk toilet training?

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) sejak anak lahir hingga berusia 12 bulan pertama, ia belum memiliki kemampuan untuk mengontrol kandung kemihnya. Si kecil kemudian secara perlahan mulai bisa mengendalikan kandung kemih ketika memasuki usia 18-24 bulan. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa si kecil dapat mengendalikan kandung kemihnya lebih cepat -atau lebih lama. Karenanya, Anda dapat coba membiasakan si kecil untuk menggunakan toilet ketika ia memasuki usia 2-3 tahun atau saat si kecil menunjukkan tanda bahwa mereka sudah siap menggunakan toilet.

Lho, apa tandanya si kecil siap untuk belajar menggunakan toilet?

Nah, sebenarnya Anda dapat melihat beberapa ciri yang secara tidak langsung ditunjukan oleh si kecil bahwa dia siap membiasakan diri menggunakan toilet. Apa saja tanda-tanda itu? Ini dia :

  1. Waktu buang air besar teratur dan bisa diprediksi
  2. Popok dalam keadaan kering atau mulai jarang mengganti popok
  3. Si kecil mulai merasa tidak nyaman apabila popok dalam keadaan kotor
  4. Si kecil mulai bisa mengatakan bila ingin pergi ke toilet atau memiliki gesture tertentu ketika ingin buang besar dan
Lalu, bagaimana cara melatih si kecil menggunakan toilet?

Nah, jika Anda melihat bahwa si kecil sudah menunjukkan keempat tanda di atas, maka sudah saatnya Anda melakukan toilet training. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar anak terbiasa menggunakan toilet :

1. Menggunakan pispot

Pada tahap pertama, Anda bisa menggunakan pispot sebagai tahap awal melatih si kecil dalam mengendalikan kandung kemihnya. Selain itu, langkah ini juga merupakan tahap awal sebelum memperkenalkan si kecil dengan toilet yang sebenarnya. Biarkan anak  memilih bentuk warna atau karakter pispot yang digunakannya. Sebab, menggunakan pispot yang disukainya akan membuat si kecil bersemangat ketika menggunakannya.

2. Melakukan aktivitas di toilet

Meskipun pada tahap awal Anda menggunakan pispot, namun bukan berarti Anda tidak diwajibkan pula untuk mulai membiasakan si kecil menggunakan toilet asli. Untuk tahap awal perkenalan, Anda dapat mulai mendorong si kecil untuk melakukan aktivitas di kamar mandi seperti setelah si kecil buang air kecil menggunakan pispot maka yang selanjutnya adalah pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Anda bisa memakaikan celana si kecil dengan mendudukannya di atas kloset agar ia terbiasa dan tidak merasa asing ketika mulai menggunakan toilet. Jangan lupa pula untuk membiarkan si kecil menggunakan kloset sesekali agar lama kelamaan ia bisa meninggalkan pispot yang biasa digunakannya.

3. Mengurangi pemakaian popok

Ketika membiasakan si kecil menggunakan toilet, di saat itu pula Anda harus mulai melatih si kecil untuk tidak menggunakan popok lagi secara perlahan. Gunakanlah popok hanya di saat-saat tertentu, seperti ketika melakukan perjalanan jauh atau ketika Anda mengajak si kecil untuk berjalan-jalan di luar rumah. Dengan begini, lama kelamaan si kecil akan lupa pada popok dan menjadi terbiasa mengendalikan keinginannya untuk buang air.

4. Memberikan penghargaan

Nah, yang terakhir, jangan lupa berikan penghargaan kepada si kecil ketika berhasil menggunakan pispot atau kloset. Reward terhadap usahanya ini bisa Anda berikan melalui beragam cara; mulai dari memberikan pujian, memeluk, mencium hingga menyerukan “anak mama hebat!”. Selain itu, Anda dapat pula memberikan penghargaan dengan cara  memuji si kecil di depan banyak orang ketika ada acara pertentu seperti arisan keluarga. Wah, si buah hati pasti senang sekali!

Bunda, harus Anda ingat bahwa penting untuk tidak memarahi anak ketika mereka belum terbiasa menggunakan toilet.  Memarahinya akan menjadikan toilet sebagai sebuah aktivitas yang menyeramkan sehingga si kecil menjadi enggan untuk pergi ke toilet. Sebaliknya, hargailah usaha si kecil untuk belajar dan teruslah semangati ia untuk menyempurnakan latihannya.

Bunda, Anda dapat klik ‘Tanya Dokter’ untuk mendiskusikan permasalahan kesehatan maupun psikologi si kecil dengan dokter langsung dari gadget Anda.

Semoga bermanfaat!

(Baca: Bagaimana Caranya Melatih Anak Untuk Tidur Sendiri?)