Yuk, Kenali Serba-serbi Tato dan Dampaknya bagi Kesehatan!

GoDok – Di era modern ini, siapa sih yang tidak kenal dengan seni merajah tubuh, alias tato? Dulu, seni ini memang identik dengan golongan masyarakat tertentu. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, kini tato sudah mulai dianggap sebagai salah satu bentuk seni yang disenangi oleh beragam lapisan masyarakat. Jika Anda menanyakan alasan mengapa seseorang memutuskan untuk memilki tato, maka kemungkinan besar akan banyak alasan yang diberikan,  mulai dari sekedar gaya-gayaan hingga dalih kepuasan artistik pribadi.

Lalu, apakah Anda punya niatan untuk menato tubuh? Jika ya, maka ada baiknya simak terlebih dahulu penjelasan lengkap di bawah ini. Mengapa? Karena ternyata, terdapat beberapa efek samping yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan dengan seksama sebelum Anda memutuskan untuk ‘melukis’ tubuh secara permanen.

Infeksi penyakit dan risiko alergi

Seperti yang telah kita ketahui, proses merajah tubuh melibatkan penggunaan jarum dan tinta. Usut punya usut, dua hal inilah yang meningkatkan risiko Anda teinfeksi penyakit. Tidak percaya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

Infeksi HIV (Human Imunnodeficiency Virus)
Infeksi penyakit pertama yang penularnnya bisa dipicu oleh proses menato tubuh adalah HIV (Human Imunnodeficiency Virus). Ternyata, infeksi pernyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ini dapat menular lewat kontak cairan tubuh, termasuk darah yang menempel di jarum tato bekas pakai.Jangan anggap sepele fakta ini, ya! Sebab jika seseorang terinfeksi HIV, maka besar kemungkinan penyakit berkembang menjadi AIDS.

Hepatitis B dan C
Selanjutnya, proses menato tubuh juga dicurigai sebagai dalang penularan infeksi virus hepatitis B dan C. Seperti halnya HIV, dua jenis hepatitis ini juga diakibatkan oleh penggunaan berulang jarum tato. Karenanya, penting bagi Anda untuk memastikan kesterilan setiap alat yang digunakan oleh seniman tato, termasuk tingkat kehigienisan jarumnya, jika ingin terhindar dari penyakit yang dianggap banyak pihak sebagai pemicu utama timbulnya kanker liver. Mengerikan!

– Infeksi bakteri

Tahukah Anda, bahwa beberapa penelitian menyatakan tubuh yang dirajah berisiko besar terkena infeksi bakteri Mycobacterium chelonae? Waspada penyebaran bakteri yang satu ini. Alasannya tidak lain karena bakteri Mycobacterium chelonae memicu timbulnya ruam dan bentol yang terasa gatal, melepuh, bahkan bernanah. Usut punya usut, ternyata bakteri ini berasal dari air yang digunakan untuk mengencerkan tinta tato.

– Risiko alergi

Dalam beberapa kasus, tato dapat menganggu kesehatan kulit, terutama ketika terpapar langsung sinar matahari. Banyak gejala alergi yang muncul, mulai dari timbulnya memar, bengkak, hingga rasa nyeri. Hati-hati! Jika alergi tidak ditangani dengan segera, maka satu-satunya langkah pengobatan yang dapat dilakukan adalah bedah kulit.

(Baca: Berniat Memiliki Tato? Ketahui Dulu Dampaknya bagi Kesehatan)

Bagaimana penularannya?

Mungkin Anda bertanya-tanya; bagaimana caranya bakteri dan virus menginfeksi kulit dalam prosedur menato tubuh? Jawabannya; bakteri serta virus akan dengan mudah masuk ke jaringan bawah epidermis kulit karena tusukan jarum berulang-ulang. Kondisi ini diperparah dengan adanya respon tubuh yang menolak partikel asing dengan cara memproduksi sel darah putih yang berfungsi untuk menyerap senyawa yang terkandung di dalam tinta dan memasukkannya ke aliran darah. Mengejutkan, ya!

Bagaimana cara mengobatinya? 

Karena tingginya risiko infeksi bakteri dan virus, sebagian seniman tato lantas menggunakan pengawet alkohol untuk berbagai tujuan, semisal untuk mensterilkan jarum hingga demi membunuh mikroorganisme merugikan yang terkandung di dalam tinta. Akan tetapi, menurut Tara MacCannell, pakar kesehatan dari Amerika Serikat, alkohol tidak serta-merta membunuh bakteri dan virus secara total, melainkan hanya menurunkan resiko timbulnya komplikasi pada tubuh.  Nah, jika sampai terinfeksi, maka langkah pengobatan yang paling banyak ditempuh adalah penggunaan antibiotik dosis tinggi atau bahkan prosedur operasi bedah kulit.

Jadi, setelah menyimak penjelasan lengkap di atas, masihkah Anda berniat untuk menato tubuh?