Xerostomia; Gejala, Penyebab dan Penanganan

Xerostomia

Xerostomia disebut juga sindrom mulut kering– mengacu pada kondisi di mana pasien mengeluhkan  mulut kering dan jumlah air liur yang terlampau sedikit.

GoDok- Pernahkah Anda mengalami kondisi di mana mulut terasa kering sebab jumlah air liur yang diproduksi terlampau sedikit? Ternyata, di dunia medis kondisi ini dikenal dengan istilah xerostomia. Apa itu serta bagaimana cara menanganinya? Cara tahu jawabannya lewat penjelasan khas Go Dok berikut ini!

Mengenal Xerostomia

Xerostomia -disebut juga sindrom mulut kering- mengacu pada kondisi di mana pasien mengeluhkan  mulut kering dan jumlah air liur yang terlampau sedikit.  Memang, banyak yang menganggap biasa saja kondisi tadi, karena toh penyakit ini hanya menimbulkan ketidaknyamanan di mulut saja; tidak sampai mengancam jiwa. Padahal, kondisi ini sejatinya harus dicari penyebab utamanya karena bisa saja berkaitan dengan konsumsi obat-obatan atau riwayat penyakit tertentu.

Gejala

Seperti yang telah Anda ketahui, air liur memiliki banyak peran bagi kesehatan. Sebut saja sebagai anti-mikroba, pengatur  pH, hingga menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut dan mukosa. Karenanya, terganggunya sekresi air liur  kemudian akan memicu beberapa gejala, seperti:

  • Bibir retak seperti terkelupas
  • Peradangan atau infeksi lidah (glossitis)
  • Gigi berlubang (caries)
  • Luka di ujung mulut yang bersifat progresif
  • Bau muluttidak sedap
  • Mulut dan tenggorokan sering terasa panas dan kering
  • Suara serak
  • Perubahan rasa di lidah
  • Risiko tumbuhnya jamur di mulut atau di lidah (kandidiasis)
  • Bagian dalam mulut (mukosa bukal) kering bergelombang dan tampak pucat.

Jika tidak segera ditangani, maka kondisi di atas dapat memicu komplikasi lanjutan, seperti:

  • Disfagia (kesulitan menelan)
  • Dysgeusia (perubahan di indra pengecap yang membuat lidah merasakan rasa busuk, asin, tengik)
  • Nyeri di mulut
  • Nyeri akibatgigi berlubang
  • Tidak enak makan, minum, dan tidur
Penyebab

Ternyata, xerostomia dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti:

1. Penyakit endokrin, meliputi:

Statistik menunjukkan bahwa sekitar 14-62% pasien diabetes mengeluhkan mulut kering. Lebih lanjut, para ahli meyakini bahwa hal ini berkaitan dengan poliuria (sering kencing di waktu malam) dan dehidrasi.

  • Penyakit Tiroid, seperti penyakit Graves, tiroiditis, danHashimoto.

2. Infeksi beberapa jenis virus, seperti Hepatitis C, Epstein Barr Virus, HIV, Human T-Lympotrophic Virus Type 1, dan Cytomegalovirus.

3. Infeksi bakteri, yaitu Actinomycosis

4.  Penyakit autoimun, seperti Rhematoid Arthritis, Lupus (SLE), Sirosis Bilier Primer, Skleroderma, dan Sjogren Syndrome.

5. Penyakit granulomatosa, seperti TBC dan Sarkoidosis.

6. Penyakit penyimpananan, seperti Amilodosisdan Hemachromatosis.

7. Penyakit lainnya, seperti Parkinson, End Renal Disease, dll.

8. Stres dan depresi

9. Konsumsi obat-obatan, seperti jenis antihistamindan anti-diuretik.

10. Efek terapi tertentu, seperti radiasi pada pasien kanker.

Diagnosis dan Pemeriksaan

Untuk mendiagnosa kondisi pasien, dokter biasanya akan menganjurkan pemeriksaan air liur. Lebih lengkapnya, pasien diminta untuk terus-menerus mengalirkan air liur ke dalam wadah selama 15 menit. Tujuannya? Selain untuk menentukan tingkat produksi air liur, pemeriksaan ini juga ditujukan untuk mengukur aliran saliva yang diproduksi oleh  satu kelenjar liur besar atau kelenjar liur kecil.

Penanganan dan pencegahan

Untuk menangani xerostomia, pasien terlebih dahulu harus memahami faktor penyebnya. Contoh, jika xerostomia diakibatkan oleh konsumsi obat, maka dokter dapat mengganti obat tersebut dengan jenis yang serupa -jenis yang tidak menimbulkan efek samping pada kondisi mulut dan produksi saliva.

Selain dengan mengenali penyebabnya, Anda juga bisa mencegahnya dengan menerapkan berbagai langkah berikut:

  • Minum air putih, ditujukan untuk mengurangi kekeringan, memudahkan prosesmenelan, melembapkan jaringan mulut, serta membersihkan mulut.
  • Menggunakan obat kumur oraluntuk membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat mulut kering.
  • Memilih produk perawatan mulut secara selektif.Pilihalah produk yang tidak mengandung deterjen serta dilengkapi dengan  protein antimikroba.
  • Konsumsi permen karet tanpa gula, asam, tablet hisap vitamin C, serta permen pelega tenggorokan.
  • Menggunakan humidifieruntuk melembapkan ruangan. Tujuannya tidak lain untuk   meringankan gejala xerostomia.
  • Mengubah pola makan. Mulailah hindari konsumsi makanan yang terlalu kering, panas, atau dingin.
  • Hindari kopi, rokok dan alkohol.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.