Vitiligo; Penyebab, Gejala dan Penanganan

vitiligo

Vitiligo adalah penyakit depigmentasi -menghilangnya pigmen- kulit yang dapat terjadi karena faktor genetik maupun non genetik, terkait dengan hilangnya ketahanan fungsi sel kulit (melanosit).

GoDok- Vitiligo –  Apa yang Anda ketahui tentang vitiligo? Penyakit yang menyerang kulit, dan meninggalkan bercak-bercak putih di berbagai bagian tubuh ini bisa menyerang siapa saja, baik orang tua maupun kawula muda. Memang beberapa vitiligan -sebutan untuk penderitanya- yang terkenal bisa dengan mudah mengatasi kondisi ini, sebut saja Winnie Harlow, supermodel dengan bercak vitiligo yang simetris di wajahnya, dan Michael Jackson, yang menyembunyikan penyakit ini dengan menyarungi tangan serta memutihkan kulitnya. Namun, tetap saja kondisi ini akan membuat tidak nyaman jika Anda mengalaminya. Karena itu, ada baiknya Anda memahami penyakit ini  melalui penjelasan medis berikut ini!

Mengenal vitiligo

Vitiligo adalah penyakit depigmentasi -menghilangnya pigmen- kulit yang dapat terjadi karena faktor genetik maupun non genetik, terkait dengan hilangnya ketahanan fungsi sel kulit (melanosit). Penyakit ini termasuk penyakit autoimun -di mana sel-sel dalam tubuh saling melawan- dan dapat muncul sejak lahir maupun masa kanak-kanak. Rata-rata usia yang rentan terkena adalah  usia 20 tahun. Penyebarannya bisa terpusat pada bagian tangan, rambut hingga mukosa kulit, di sebagian maupun seluruh tubuh.

Berdasarkan data terbaru, angka terjadinya kasus penyakit ini di seluruh dunia memang diprediksi cukup rendah, yaitu kurang dari 1%.  Penyakit ini dapat terjadi pada umur berapa pun, mulai sejak Anda lahir, berusia kanak-kanak hingga berusia 40 tahun. Keluarga dengan riwayat vitiligo diperkirakan dapat mewariskannya pada keturunan mereka dengan kemungkinan sekitar 6.25% hingga 38%. Meskipun begitu, hal ini masih menjadi perdebatan terkait pola genetiknya. Sejatinya, penyakit ini dapat menyerang semua bangsa, hanya saja risiko terjadinya peyakit ini lebih besar pada ras kulit gelap, alias ras negroid.

Penyebab

Saat penyakit ini mulai muncul pada seseorang, hilangnya ketahanan maupun fungsi sel kulit melanositnya masih belum diketahui. Melanosit di dalam tubuh Anda berfungsi untuk memproduksi melanin yang menghasilkan pigmen pewarna kulit. Jika kehilangan fungsi tersebut,   sebagai pewarna kulit maupun jumlahnya tidak cukup untuk tubuh maka terbentuklah bercak putih pada kulit ataupun kelenjar rambut.

Faktor Risiko

Seseorang akan meningkat risikonya terkena penyakit vitiligo jika mengalami hal-hal berikut ini :

  1. Adanya penyakit autoimun, di mana dalam keadaan sistem kekebalan tubuh turut menyerang sel-sel tubuh yang sehat dan diperlukan tubuh,
  2. Faktor genetik atau keturunan.
  3. Kondisi penyakit internal dan gangguan autoimun, seperti penyakit tiroid, diabetes melitus, anemia.
  4. Tekanan emosional yang berat (stres). Misalnya, kehilangan orang yang dicintai atau kehilangan pekerjaan.
  5. Terpapar sinar matahari atau bahan-bahan kimia tertentu secara berlebihan.
Gejala

Tanda utama terjadinya penyakit ini adalah perubahan warna kulit seperti warna putih susu dengan batas yang tegas dan jelas. Berdasarkan jumlahnya, vitiligo dibagi menjadi generalisata dan lokalisata.

Vitiligo generalisata merupakan jenis yang tersering ditemukan.

  1. Distribusi kulit yang terkena simetris ( contoh: tangan kanan dengan tangan kiri; kaki kanan dengan kaki kiri)
  2. Ukurannya bertambah luas seiring dengan berjalannya waktu
  3. Lokasi pada umumnya terjadi pada daerah peregangan dan tekanan, misalnya lutut, punggung, siku, tangan dan jari-jari.

Vitiligo lokalisata cukup jarang ditemukan. Adapun tanda-tandanya seperti :

  1. Kulit yang terkena hanya satu sisi ( contoh: hanya tangan kanan saja atau hanya kaki kanan saja)
  2. Jumlahnya hanya satu, namun terkadang dapat menempati lebih dari satu sisi.
  3. Lokasi yang tersering umumnya di wajah, ketiak, maupun di selangkangan.

Secara umum, penyakit ini dapat menyebar di seluruh bagian tubuh, seperti wajah, ketiak, siku, tangan, pergelangan tangan dan kaki, jari-jari, punggung, pusar, selangkangan, dan lipatan-lipatan kulit lainnya.

Selain itu, vitiligo dapat pula menyerang kelenjar rambut sehingga rambut-rambut dijumpai mejadi putih. Perjalanan penyakit ini sering kali bertambah berat bahkan setelah setahun biasanya akan menyebar serta bertambah buruk. Jika tidak ditangani dengan benar, proses penyakit ini selama 6 – 12 bulan akan menjadikan kulit kehilangan warna secara sempurna.  Untuk proses penyrmbuhan, sebanyak 6 – 44% penderita penyakit ini sembuh dengan sendirinya. Warna kulit yang muncul seperti sediakalanya di bagian tepi merupakan tanda penyembuhan atau respon kulit terhadap terapi.

Diagnosis

Melalui observasi langsung, vitiligo dapat langsung dengan mudah dikenali, sehingga secara klinis, dokter Anda dapat dengan mudah menyimpulkan diagnosisnya. Selain itu, dokter mungkin juga akan memeriksa kulit Anda dengan bantuan sinar lampu ultraviolet pada ruangan gelap. Hal ini ditujukan untuk melihat keadaan kulit Anda dan menyingkirkan kondisi penyakit lain yang serupa.

Jika terdapat keadaan dan gambaran klinis yang tidak khas, maka dokter Anda akan merujuk keadaan Anda untuk dimintakan pendapat pada ahli penyakit kulit. Perlu Anda ketahui pula bahwa penyakit ini erat hubungannya dengan penyakit tiroid, diabetes mellitus ataupun anemia. Karena itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan kondisi autoimun, kadar tiroid, gula darah, dan pemeriksaan darah lainnya yang dibutuhkan untuk mengetahui keadaan pasien secara lengkap.

Penanganan

Penanganan yang diberikan dokter pada vitiligan umumnya bertujuan untuk memperbaiki penampilan kulit (estetika kulit). Di Indonesia, sudah tersedia beberapa pusat terapi yang diperuntukkan bagi penderitanya. Anda tidak dianjurkan untuk mengobati penyakit ini dengan cara sendiri, sebab kulit Anda bisa saja mengalami kondisi yang lebih buruk. Karena selain kulit anda sudah kehilangan jumlah maupun fungsinya, pengobatan yang tidak tepat hanya akan memperburuk kondisi. Ketika Anda mengonsultasikan keadaan pada dokter spesialis, biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan,

1. Obat minum dan radiasi ultraviolet

Jika kondisi vitiligo tersebar ke seluruh tubuh, maka dokter akan memberikan obat untuk diminum yang memiliki fungsi sebagai penyerap radiasi. Anda juga mungkin akan diberikan sinar radiasi yang diatur kekuatan sinarnya sedemikian rupa sebagai pencegah efek fototoksik.

2. Obat salep

Selaain obat minum, terdapat pula obat kulit yang bisa digunakan sebagai terapi penyakit ini, yaitu :

– Kortikosteroid salep yang digunakan untuk penderita vitiligo lokalisata berukuran kecil. Penggunaannya cukup efektif, karena selain memiliki harga terjangkau, penggunaannya pun mudah. Efek samping dari obat ini adalah menipisnya kulit, munculnya warna kemerahan, serta goresan pada kulit.

– Tacrolimus merupakan salep yang seringkali digunakan sebagai pengobatan eksim. Obat ini dapat berfungsi sebagai antioksidan meskipun belum diketahui secara pasti. Efek samping obat ini adalah munculnya iritasi pada kulit, adanya sensasi terbakar, dan kulit menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari.

3. Terapi depigmentasi

Penggunaan lotion yang mengandung hydroquinone akan menyamarkan kulit anda menjadi serupa dengan bercak vitiligo. Penggunaannya diperlukan setiap hari hingga 3 bulan untuk memicu reaksi dari tubuh. Di Indonesia, terapi depigmentasi sudah cukup jarang digunakan karena tidak tersedianya obat yang memadai untuk melakukannya.

4. Pengobatan bedah

Pengobatan yang satu ini merupakan terapi alternatif dan prosedurnya hanya dapat dilakukan jika vitiligo yang Anda derita hanya terlokalisir dan berukuran kecil. Operasi ini dilakukan dengan mengambil kulit tubuh yang tidak terkena vitiligo dan dugunakan sebagai pelapis kulit yang mengalami vitiligo, sehingga warna kulit menjadi sama kembali.

Nah, itu tadi hal-hal yang harus Anda ketahui tentang penyakit vitiligo. Meskipun persentase terjadinya penyakit ini cukup rendah, namun tidak ada salahnya mengedukasi diri Anda dengan gejala dan pengobatan vitiligo. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Segera Tanya Dokter apabila kesehatan Anda terganggu. Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk Tanya Jawab bersama Tim Dokter Go Dok seputar permasalahan kesehatan Anda. GRATIS!