Veruka Vulgaris; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Veruka vulgaris

Veruka vulgaris adalah suatu benjolan yang menonjol dengan bentuk menyerupai kutil di permukaan kulit, dan dapat disertai dengan warna kemerahan

GoDok – Veruka Vulgaris – Pernahkah Anda mendapati suatu benjolan serupa kutil pada permukaan kulit, yang disertai dengan warna kemerahan? Hati-hati! Hal ini bisa saja merupakan gejala dari suatu penyakit, di mana salah satu di antaranya adalah Veruka Vulgaris. Penyakit apakah ini? Dan bagaimana gejala, pencegahan serta penanganannya yang tepat? Untuk mengetahui hal tersebut, mari simak penjelasan lengkapnya!

Mengenal Veruka Vulgaris

Veruka vulgaris adalah suatu benjolan yang menonjol dengan bentuk menyerupai kutil di permukaan kulit, dan dapat disertai dengan warna kemerahan. Penyakit ini terjadi akibat infeksi virus yang disebut sebagai Human Papiloma Virus (HPV). Virus ini dapat menginfeksi jaringan maupun selaput lendir pada kulit. Dari keseluruhan kasus yang pernah terjadi, manifestasi paling umum dari penyakit ini adalah kutil (veruka). Terdapat lebih dari 150 subtipe Human Papiloma Virus (HPV) yang bervariasi dan beberapa subtipe tersebut dapat menginfeksi bagian tubuh tertentu serta menghasilkan manifestasi klinis yang khas.

Sejatinya, penyakit ini dapat menyerang semua usia. Namun, penyakit ini cukup jarang ditemukan pada bayi maupun anak kecil. Risiko seseorang terkena penyakit ini akan meningkat pada usia sekolah dan menurun pada usia lebih dari 20 tahun. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah data statistik terkait kasus Veruka Vulgaris :

  • Diperkirakan sebanyak 7% – 12% populasi dunia menderita penyakit ini.
  • Pada anak usia sekolah,angka kejadian penyakit ini diperkirakan sebanyak 10% – 20% dari keseluruhan populasi dunia.
  • Penyakit ini muncul dua kali lebih sering pada ras kulit hitam dan
  • Perbandingan angka kejadian antara laki-laki terhadap perempuan adalah 1:1(seimbang).
Penyebab

Penyebab utama penyakit ini adalah Human Papiloma Virus tipe 2. Meski begitu, terdapat pula HPV 1 dan 4 yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit ini. Perlu pula Anda ketahui bahwa penyakit ini dapat menyebar ke seluruh tubuh dan dapat menghilang dengan sendirinya dalam jangka waktu dua  tahun.

Gejala

Salah satu tanda dari penyakit ini adalah ditemukannya satu penonjolan atau lebih pada permukaan kulit dengan batas yang tegas dan warna sedikit kemerahan. Namun, penonjolan-penonjolan pada kulit tersebut lama-kelamaan dapat bergabung dan menjadi lebih besar. Penonjolan kulit ini dapat terjadi pada bagian tubuh manapun. Namun, secara umum penonjolan akan lebih sering ditemukan pada area punggung, tangan, dan jari tangan. Biasanya,  penyakit ini tidak menimbulkan gejala gejala apapun. Meski begitu, biasanya akan timbul rasa nyeri pada tangan, kaki, dan area di bawah kuku hingga merusak kuku. Pada anak-anak, nyeri tersebut dapat muncul pada area wajah ataupun leher.

Berikut ini adalah rangkuman tanda dan gejala yang ditimbulkan pada penyakit ini dengan manifestasi menurut jenisnya, yaitu akan terdapat :

  1. Benjolan dengan permukaan kasar. Ukuran benjolan ini berkisar mulai 1 mm hingga 1 cm dan dapat tersebar pada bagian tubuh manapun. Namun, Anda akan lebih sering menemukannya pada area tangan maupun lutut.
  2. Kutil yang bertumbuh panjang dan ramping. Biasanya tersebar di bagian wajah, bibir, maupun kelopak mata.
  3. Benjolan yang mengkilap dan menjadi bulat. Benjolan inidapat tumbuh hingga bagian dalam kulit dan berkembang menjadi kapalan. Biasanya, benjolan akan tumbuh pada bagian tubuh yang kerap  menahan beban, seperti telapak kaki.
  4. Benjolan dengan ukuran 1  5 mm. Jumlah benjolan ini dapat mencapai angka ratusan dan dapat tersebar di seluruh bagian tubuh. Manifestasi dari benjolan ini biasanya terjadi pada area wajah, tangan dan tulang kering.
Diagnosis

Diagnosis terhadap penyakit ini didasarkan pada penampilan klinis penderita. Gambaran klinis ini akan membantu dokter dalam menegakkan diagnosis dan menyingkirkan kemungkinan lainnya. Dalam proses diagnosis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan kepada Anda yang meliputi wawancara terarah dan pemeriksaan kulit. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan dengan mikroskop jika diperlukan.

Ingat, segeralah konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami keluhan yang serupa dengan gejala dan tanda yang telah disebutkan. Hal ini dapat mempercepat pemberian terapi yang benar, sesuai, dan tepat.

Penanganan

Tindak pencegahan dari penyakit veruka vulgaris dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan masing-masing individu agar tidak mudah tertular. Tak hanya itu, Anda dianjurkan pula untuk menghindari kontak langsung dengan penderita guna mencegah terjadinya penyakit ini.

Sejatinya, terdapat berbagai jenis pengobatan dan terapi yang dapat dilakukan untuk menangani penyakit ini. Terapi yang diberikan akan bergantung pada jenis, lokasi, teingkat gejala, hingga sistem kekebalan tubuh penderita. Terapi untuk Human Papiloma Virus (HPV) tidak spesifik. Pada beberapa penderita, peningkatan sistem kekebalan dan efek obat dapat membantu menghilangkan gejala-gejala yang ditimbulkan virus ini. Dalam sebagian besar kasus, pengobatan bekerja cukup baik dengan menghancurkan jaringan kulit yang telah terinfeksi oleh HPV.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyakit veruka vulgaris dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu dua tahun.  Meski begitu, akan lebih mudah untuk mengobati kutil yang lebih sedikit daripada menunggu kutil menjadi lebih besar dan berkembangbiak. Kutil yang telah berkembangbiak dapat muncul dan menciptakan kutil baru pada bagian tubuh lainnya. Karena itulah, sebagian besar penderita yang mengalami penyakit ini lebih memilih untuk melakukan pengobatan.

Pengobatan yang dilakukan untuk penyakit ini umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan. Kesabaran dan ketekunan sangat diperlukan pada tahap pengobatan. Jika jaringan kulit yang telah terinfeksi masih tetap ada, kemungkinan besar penyakit ini dapat kambuh kembali.

Pengobatan dilakukan setelah diagnosis ditegakkan. Hal itu dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya:

  1. Bedah listrik
  2. Bedah beku
  3. Bedah laser
  4. Penggunaan penghancur lapisan kulit, atau
  5. Penggunaan obat-obat kulit

Biasanya, penyakit ini tidak terjadi berulang jika ditangani dengan tepat, sesuai, dan benar. Penanganan dengan penghancuran lapisan kulit yang terinfeksi akan membuat tingkat kejadian berulang semakin rendah. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa dapat terjadi infeksi berulang yang bersifat spontan dan tiba-tiba.

Nah, itu dia serba-serbi penyakit veruka vulgaris yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.