Urtikaria; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Urtikaria

 

 

Urtikaria, yang dikenal juga dengan nama biduran atau kaligata, merupakan reaksi yang ditimbulkan pembuluh darah pada kulit yang menyebabkan timbulnya bidur yang bengkak, kemerahan, timbul dan menghilang secara perlahan-lahan.

Go Dok- Urtikaria- Pernahkah Anda mengalami gatal-gatal hebat, yang berujung pada timbulnya tonjolan yang membengkak dan kemerahan? Jika pernah, kemungkinan besar Anda menderita urtikaria. Kondisi kulit yang umum disebut biduran ini dapat menyerang siapa saja, dan di mana saja. Karenanya, akan lebih baik jika Anda mengetahui gejala, penyebab, serta penanganan yang tepat untuk penyakit ini.

Mengenal Urtikaria

Urtikaria, yang dikenal juga dengan nama biduran atau kaligata, merupakan reaksi yang ditimbulkan pembuluh darah pada kulit yang menyebabkan timbulnya bidur yang bengkak, kemerahan, timbul dan menghilang secara perlahan-lahan. Umumnya, kondisi kulit ini muncul disertai rasa gatal teramat sangat, dengan sensasi seperti tersengat atau tertusuk.

Secara medis, penyakit ini dapat dibedakan menjadi Akut dan Kronis. Urtikaria Akut dapat berlangsung selama kurang dari 6 minggu, dan dikaitkan dengan alergi yang berasal dari lingkungan. Sedangkan Urtikaria Kronis dapat berlangsung lebih dari 6 minggu, dan lebih terkait dengan penyakit sistem imun tubuh. Para ahli menduga bahwa terdapat beberapa pemicu terjadinya penyakit ini, antara lain makanan, sengatan serangga, maupun infeksi.

Faktor usia, ras, jenis kelamin, pekerjaan, lokasi geografis, dan musim memengaruhi angka kejadian penyakit ini. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah beberapa fakta dan data persentase terkait penyakit ini :

  • Perbandingan kejadian perempuan dan laki-laki yang mengalami penyakit iniadalah 2:1.
  • Sebanyak 85% kasus anak-anak mengalaminya.
  • Sebanyak 40% dewasa mengalaminya.
  • Sekitar 50% individu yang menderita urtikaria kronis sembuh dalam waktu 1 tahun.
  • Sebanyak 5% penderitanya mengalami pemulihan lebih dari 10 tahun.
Penyebab

Penyebab penyakit ini seringkali tidak diketahui. Dari sekian banyak penyebab tidak ada satu pun yang secara spesifik dapat diidentifikasi pada penderita. Meski begitu, urtikaria akut cenderung memiliki penyebab yang lebih teridentifikasi dibandingkan dengan kronis.

Berikut adalah faktor-faktor yang diduga sebagai penyebabnya:

  1. Faktor lingkungan( misalnya, bunga atau serbuk sari, bahan kimia, tanaman, dan debu)
  2. Faktor obat
  3. Infeksi. Contohnya: infeksi saluran pernapasan atas, infeksi saluran pencernaan,infeksi jamur)
  4. Makanan. Contohnya: kerang, ikan, telur, keju, coklat, kacang, buah beri, atau tomat.
  5. Rangsangan fisik
  6. Faktor Imunitas tubuh
  7. Paparan bahan-bahan yang mengandung lateks
  8. Udara dingin maupun panas yang tidak wajar.
Gejala

Urtikaria umumnya ditandai dengan munculnya ruam kemerahan pada kulit, yang menonjol dan dapat teraba, di mana bentuknya bisa menyerupai garis lurus maupun melingkar. Hal ini dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh. Kemerahan tak wajar pada tubuh ini dapat langsung dikenali dengan mudah. Umumnya, penderita juga mengetahui faktor penyebab terjadinya kemerahan tersebut.

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala yang menyertai penyakit ini :

  1. Rasa gatal yang hebatmerupakan keluhan subjektif yang selalu ada pada penderita. Keluhan ini juga dapat berupa sensasi seperti rasa terbakar ataupun tertusuk.
  2. Gambaran kemerahan pada kulitumumnya berbatas tegas, disertai dengan munculnya bengkak atau Bagian tengah pada kulit juga akan terlihat lebih pucat. Hal ini harus dibedakan dengan gigitan serangga atau pajanan sinar ultraviolet.
  3. Bila kelainan kulit melibatkan bagian yang lebih dalam, maka akan terlihat bengkak dengan batas yang tidak tegas.Hal ini disebut sebagai angioedema, yang kerap bermanifestasi pada kelopak mata dan bibir.
  4. Penyakit inijuga dapat terjadi akibat tekanan dari pakaian, misalnya di sekitar pinggang dan bentuknya sesuai dengan tekanan yang menjadi penyebab.
Diagnosis

Dalam menjalankan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara terarah dengan teliti dan melakukan pemeriksaan secara cermat. Biasanya, mendiagnosis urtikaria merupakan perkara yang cukup mudah. Diskusikanlah secara detail mengenai keluhan Anda,  riwayat alergi, riwayat penyakit yang sama sebelumnya, konsumsi makanan atau obat, hingga waktu timbulnya penyakit ini. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan kulit dan pemeriksaan penunjang lainnyaguna mencari dan menentukan penyebab penyakit. Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan dengan mikroskop ataupun tes alergi.

Jika Anda memgalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas, segeralah berkonsultasi kepada dokter, sehingga dapat diberikan terapi serta pengobatan yang benar, sesuai, dan tepat.

Penanganan

Hal yang paling penting dalam pencegahan penyakit ini ialah melakukan identifikasi, eleminasi, serta menghindari faktor penyebab alergi. Penderita dengan urtikaria akut harus menghindari makanan, obat, atau zat alergen yang memicu alergi, segera setelah diketahui jenis alergen-nya. Hal ini perlu dilakukan agar tidak menimbulkan reaksi yang berbahaya untuk sistem tubuh Anda. Menghindari konsumsi alkohol, kelelahan fisik, dan tekanan pada kulit misalnya pakaian yang ketat juga dapat mencegah timbulnya penyakit ini.

Sementara itu, jika Anda sudah terlanjur terkena, pengobatan harus dilakukan oleh dokter guna mengurangi rasa gatal pada penderita. Dosis dan cara pemberian obat akan ditentukan oleh dokter, dengan mempertimbangkan luasnya kondisi kelainan kulit Anda, sehingga pengobatan dapat dijalankan dengan dosis yang tepat, benar, dan sesuai. Sebagian besar kasus urtikaria akut dapat diobati dengan baik dan dapat memberikan hasil yang memuaskan. Apabila terjadi penyakit ini yang cukup parah, pemberian obat lewat pembuluh darah biasanya diperlukan.

Pada tahap awal, pengobatan urtikaria akut berfungsi untuk menghilangkan gejalanya. Berbagai macam obat dapat menjadi terapi pilihan dalam menangani hal ini, di antaranya:

  1. Antihistamin (h1 antihistamin).Obat ini merupakan generasi pertama untuk penanganan kasus penyakit ini. Akan tetapi dalam perkembangannya obat ini memiliki efek samping yang lebih banyak dibandingkan generasi kedua.
  2. Generasi kedua dari antihistamin.Antihistamin generasi kedua yang baru ini  direkomendasikan sebagai terapi utama pada penyakit ini. Obat ini memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan antihistamin h1.
  3. H2 antihistamin. Penelitian menunjukan bahwa kombinasi dari antihistamin h1 dan h2 akan lebih efektif untuk mengurangi gejala urtikaria akut. Penderita yang mendapat terapi kombinasiini terbukti mengalami resolusi yang lebih cepat dan baik.
  4. Terapi ini dapat diberikan sebagai tambahan dari antihistamin untuk mengendalikan gejala yang lebih berat.
  5. Kortikosteroid jangka pendek.Kortikosteroid diketahui dapat membantu untuk mengurungai gejala yang timbul pada kasus penyakit ini. Penggunaan obat jangka panjang dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya.

Jika penyakit ini ditangani dengan tepat, maka tubuh Anda akan mengalami pemulihan lebih cepat. Tak hanya bergantung pada pengobatan, faktor penyebab yang membuat penderita mengalami penyakit ini juga harus dihindari. Meskipun tidak mengancam jiwa, efeknya terhadap kehidupan sehari-hari cukup terasa. Contohnya saja, urtikaria yang disertai dengan angioedema dapat termasuk pada situasi “gawat darurat” yang memerlukan penanganan cepat, tepat, dan benar.

Itu tadi serba-serbi urtikaria, alias biduran, yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.