Urolitiasis; Faktor Risiko, Gejala dan Penanganan

Urolitiasis

Urolitiasis –disebut juga kalkulosis- merupakan proses terbentuknya batu di saluran kemih (meliputi ginjal, kandung kemih, dan uretra)

GoDok- Urolitiasis – Pernahkah Anda mengalami rasa nyeri di area pinggang belakang, kandung kemih, atau di sekitar kelamin? Apakah hal ini juga disertai dengan rasa sakit saat buang air kecil dan munculnya darah pada urin? Jik jawabannya iya, maka ada kemungkinan Anda menderita urolitiasis. Ayo kenali gejala dan penyebabnya demi mendapatkan penanganan yang tepat!

Mengenal urolitiasis

Urolitiasis –disebut juga kalkulosis- merupakan proses terbentuknya batu di saluran kemih (meliputi ginjal, kandung kemih, dan uretra).

Batu yang terbentuk di dalam saluran kemih ini memiliki beberapa tipe, yaitu :

  • Batu kalsium.Ini merupakan tipe yang paling sering terjadi dan biasanya terjadi pada usia 20-30 tahun. Umumnya, kalsium bercampur dengan substansi lain seperti oxalate dan fosfor,
  • Batu cystin,
  • Batu struvit,
  • Batu asam urat, dan
  • Jenis batu lainnya yang jarang ditemui–biasanya disebabkan karena pasien mengonsumsi obat-obatan seperti acyclovir, indinavir, triamterene.

Jika melihat dari gender, pria lebih sering mengalami kondisi ini dibandingkan wanita –dengan perbandingan 3:1. Sedangkan jika dilihat dari usia, seseorang yang berumur diantara 20-40 tahun memiliki risiko lebih tinggi  dalam mengalami kondisi ini.

Faktor risiko

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami urolitiasis :

  • Usia. Biasanya terjadi pada rentang usia 20-40 tahun,
  • Jenis kelamin.Lebih sering pada pria dibanding wanita,
  • Kelainan anatomi saluran kemih,
  • Riwayat keluargayang pernah terkena batu ginjal,
  • Adanya penyakit penyerta seperti hipertensi, asam urat, gangguan tiroid, gangguan saluran pencernaan, infeksi saluran kemih berulang.
  • Gangguan metabolik,
  • Penggunaan obat tertentuseperti vitamin C dan atau D dosis tinggi yang tidak disertai dengan konsumsi air mineral yang cukup.
Gejala

Pada tahap awal terjadinya kondisi ini, penderita mungkin tidak akan merasakan gejala apapun.  Namun, seiring berjalannya waktu, akan muncul juga beberapa tanda dan gejala yang menyertainya, antara lain : 

  • Nyeri; biasa disebut kolik renal. Hal ini terjadi di sekitar daerah costovertebral angle(pinggang belakang), kandung kemih dan juga sekitar kelamin.
  • Haematuria; atau munculnya darah pada urin,
  • Dysuria; yaitu sakit saat buang air kecil,
  • Retensi urin,
  • Terdapat pasir/batu kecilyang keluar saat buang air kecil,
  • Mual dan muntah,
  • Demam.
Diagnosis

Diagnosis urolitiasis akan dilakukan dengan mengacu pada riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik penderita, serta pemeriksaan penunjang (laboratorium) yang meliputi :

  • Pemeriksaan darah, bertujuan untuk melihat apakah ada peningkatan sel darah putih (leukosit)
  • Kultur urin dan urinalisis,untuk mengetahui apakah terdapat darah dalam urin dan infeksi.
  • Pemeriksaan USG, yangbertujuan untuk melihat apakah terdapat  pembengkakan pada ginjal dan batu ginjal.
  • Pemeriksaan radiologi (Intra Venous Pyelography / IVP), di mana untukmelakukan pemeriksaan ini perlu dipastikan lebih dulu ginjal berfungsi normal.
Pencegahan

Sejatinya, urolitiasis dapat dicegah dengan beberapa cara, seperti :

  • Rutin mengonsumsi air mineral,
  • Membatasi asupan minuman berwarna –kopi, teh, dan soda-,
  • Membatasi asupan makanan yang dapat memungkinkan terbentuknya batu. Contohnya, batu asam urat terbentuk karena terdapat pengendapan kandungan asam urat di dalam tubuh. Karenanya, Anda harus membatasi konsumsi makanan dengan kandungan asam urat yang tinggi.
  • Jika memang Anda terbiasa mengonsumsi suplemen vitamin, seimbangkanhal ini dengan konsumsi air mineral yang lebih banyak dari biasanya.
Penanganan

Umumnya, sebagian besar batu saluran kemih dapat keluar dengan sendirinya melalui urin dengan cara mengonsumsi air mineral secara cukup (2 – 3 liter air mineral per hari), dengan jangka waktu sekitar 3-6 minggu. Apabila terdapat infeksi, dokter biasanya akan memberikan antibiotik. Selain itu,dokter juga akan meresepkan pengobatan untuk mengurangi keluhan yang ada, seperti nyeri, demam, dan lainnya.

Namun, apabila penanganan yang telah disebutkan tidak juga berhasil mengeluarkan batu yang ada, maka dokter akan melakukan pembedahan atau operasi. Tindakan ini biasanya dilakukan karena adanya rasa nyeri yang menetap, terhambatnya aliran urin, dan rusaknya jaringan ginjal Anda. Untuk menanganinya, berikut adalah beberapa hal dan prsoedur yang mungkin dilakukan oleh dokter :

  • ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy).Tindakan ini dilakukan untuk batu tunggal yang berukuran sekitar ≤ 1 cm. Prosedur ini akan menggunakan gelombang kejut sehingga nantinya batu akan terpecah dan diharapkan dapat keluar melalui urin dengan lebih mudah.
  • Ureteroscope (URS).Prosedur ini menggunakan sebuah alat fiberoptik yang dimasukkan melalui uretra dan kandung kemih. Selanjutnya, batu diambil dan diangkat dengan menggunakan penjepit kecil.
  • Percutaneous Nepholithotomy (PCNL).Operasi ini dilakukan dengan cara membuat luka kecil pada daerah pinggang; biasanya prosedur ini menggunakan kamera dan juga alat pemecah batu –diharapkan batu yang sudah berbentuk lebih kecil dapat keluar dengan sendirinya melalui urin.
  • Open surgery.Prosedur ini jarang dilakukan kecuali tindakan-tindakan di atas tidak berhasil.

Itu dia penjeasan tentang penyebab, gejala dan penanganan urolitiasis  yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.