Trikomoniasis; Penyebab, Gejala dan Penanganan

trikomoniasis

 

 

Trikomoniasis adalah penyakit yang menyerang saluran kemih bagian bawah, yang terjadi baik pada perempuan maupun laki-laki. Penyakit ini dapat bersifat akut maupun kronis dan merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit bernama Trichomoniasis vaginalis.

Go Dok- Trikomoniasis – Pernahkah Anda mengalami rasa gatal, nyeri, bahkan iritasi kemerahan pada bagian kelamin? Apakah hal-hal tersebut disertai dengan sensasi terbakar saat buang air kecil? Jika iya, berhati-hatilah! Sebab, ada kemungkinan Anda terkena Trikomoniasis, suatu penyakit menular seksual. Ayo kenali gejala dan penyebabnya sejak dini guna mendapatkan penanganan dan langkah pencegahan yang tepat!

Mengenal trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit yang menyerang saluran kemih bagian bawah, yang terjadi baik pada perempuan maupun laki-laki. Penyakit ini dapat bersifat akut maupun kronis dan  merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit bernama Trichomoniasis vaginalis. Berdasarkan data global, penyakit ini juga merupakan infeksi menular seksual yang paling sering terjadi di dunia. Tingginya angka kejadian infeksi Trichomoniasis vaginalis ini yang berkaitan dengan penyakit menular seksual lainnya menempatkan penyakit ini sebagai perhatian khusus di masyarakat. Parasit penyebabnya paling sering ditemukan pada cairan vagina pada wanita dan cairan saluran kemih pada pria.

Penyakit ini umumnya menular melalui kontak seksual. Namun, pada beberapa kasus, penyakit ini juga dapat menular melalui pakaian, handuk basah, atau karena berenang. Berdasarkan data yang ada, penyakit ini lebih banyak ditemukan pada individu dengan aktivitas seksual yang tinggi. Selain itu, penderita perempuan juga diketahui lebih banyak dibandingkan penderita  laki-laki.

Sementara itu, dalam skala global dilaporkan sebanyak 170 hingga 180 juta kasus terjadi  per tahunnya. Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, memperkirakan kejadian infeksi yang disebabkan oleh penyakit ini di seluruh dunia adalah sebanyak 170 juta kasus per tahun. Di Amerika Serikat diperkirakan sebanyak 8 juta kasus penyakit ini terjadi setiap tahunnya.

Penyebab

Penyebab Trikomoniasis adalah parasit Trichomoniasis vaginalis yang hidup dengan cara  membelah diri dan dapat hidup pada suasana asam. Parasit ini akan mati pada suhu 50oC dalam beberapa menit, namun pada suhu 0o parasit ini dapat bertahan hingga 5 hari.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk infeksi Trichomoniasis vaginalis adalah :

  • Riwayat infeksi menular seksual
  • Melakukan kontak seksual dengan penderita
  • Kebiasaan berganti-ganti pasangan seksual
  • Pengguna obat terlarang.

Saat melakukan hubungan seksual, parasit  pada penderita dapat berpindah kepada individu yang belum terinfeksi. Pada wanita, bagian tubuh yang paling sering terinfeksi adalah saluran kelamin bawah. Sedangkan pada pria, yang paling sering terinfeksi adalah bagian dalam kelamin. Dalam beberapa kasus, parasit Trichomoniasis vaginalis umumnya tidak menimbulkan gejala meskipun sudah menginfeksi seseorang.  Hal ini kemungkinan tergantung pada faktor-faktor, seperti usia maupun sistem imun tubuh seseorang. Orang yang terinfeksi tanpa gejala tetap dapat menularkan infeksi kepada orang lain.

Gejala

Jika terinfeksi Trichomoniasis vaginalis, umumnya seseorang akan mengalami tanda dan gejala, seperti :

  • Gatal pada bagian kelamin
  • Iritasi pada kelamin yang ditandai dengan kemerahan
  • Sensasi terbakar pada saat buang air kecil
  • Keluarnya cairan dari kelamin
  • Nyeri pada kelamin
  • Timbul keputihan berwarna kuning hingga kehijauan
  • Cairan yang keluar berbau amis.

Meski begitu, biasanya gejala dan tanda yang timbul pada penderita perempuan dan laki-laki akan berebeda. Berikut adalah penjelasan tanda dan gejala khusus pada kedua gender tersebut :

  • Trikomoniasis pada perempuan

Sebanyak 50% perempuan yang menderita penyakit ini tidak memiliki keluhan yang khas. Pada penyakit ini parasit menyerang bagian dinding vagina dan dapat bersifat akut maupun kronik. Pada penderita akut, akan terlihat cairan kental berwarna kekuningan atau kuning-kehijauan, yang berbau tak sedap dan dapat pula berbusa. Saat dokter melakukan pemeriksaan bagian dalam, akan terlihat dinding vagina menjadi kemerahan dan sembab. Tak hanya itu, dapat pula ditemukan nanah dan bintik-bintik pada dinding vagina serta serviks, yang disebut sebagai strawberry appereance. Nyeri pada bagian kewanitaan, perdarahan setelah bersenggama, dan perdarahan di luar siklus haid juga dapat menjadi suatu tanda bahwa Anda tengah mengalami penyakit ini. Jika cairan pada bagian kewanitaan banyak, hal ini dapat memicu iritasi pada area lipatan paha. Selain itu, penyakit ini juga dapat menimbulkan berbagai penyakit infeksi lainnya terkait dengan penyakit seksual.

  • Trikomoniasis pada laki-laki

Pada laki-laki, gejala dan tanda penyakit ini umumnya lebih ringan dibandingkan pada perempuan. Saluran kencing, kelenjar prostat, dan bagian kelamin laki-laki seringkali menjadi tempat berkembangbiaknya parasit ini. Secara umum, bentuk penyakit ini pada laki-laki hampir sama dengan penyakit infeksi menular seksual lainnya. Gejala yang ditimbulkan antara lain adalah kesulitan untuk buang air kecil atau berkemih, disertai dengan keluarnya cairan dari saluran kemih.  Warna urin biasanya jernih, namun terdapat benang-benang halus. Pada bentuk yang kronis biasanya gejala ini tidak khas. Keluhan yang dialami antara lain adalah rasa gatal pada bagian organ kemaluan, kesulitan untuk berkemih, dan warna urin menjadi keruh pada pagi hari.

Sekitar 70% orang yang terinfeksi, baik laki-laki maupun perempuan, tidak menunjukkan tanda atau gejala. Namun, jika sudah menimbulkan gejala, biasanya penderita bisa mengeluhkan iritasi ringan maupun peradangan yang cukup berat. Beberapa penderita mengalami gejala dari infeksi ini pada waktu 5 hari hingga 28 hari. Gejala yang dialami penderita dapat menghilang  dan timbul secara tiba-tiba. Tak hanya menimbulkan gejala, penyakit ini dapat pula membuat Anda merasa tidak nyaman pada saat berhubungan seksual. Hati-hati!Tanpa pengobatan yang tepat, infeksi dapat terjadi selama berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun.

Diagnosis

Jika Anda mengalami gejala dan tanda yang telah disebutkan sebelumnya, segeralah konsultasikan hal ini kepada dokter, sehingga dapat diberikan terapi yang benar, sesuai, dan tepat.

Dalam melakukan diagnosis, dokter akan memberikan wawancara terarah terkait penyakit yang tengah Anda alami. Diskusikanlah dengan dokter secara mendetail mengenai gejala dan tanda yang ada, sehingga penyakit dapat terdiagnosis dengan baik dan segera dilakukan penanganan yang tepat. Tak hanya itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan laboratorium terkait penyakit yang Anda alami guna menemukan parasit penyakit ini pada laboratorium sederhana. Pemilihan media biakan akan ditentukan oleh dokter Anda dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan laboratorium, mengingat banyaknya  jenis media yang dapat digunakan.

Pencegahan dan pengobatan

Anda dapat melakukan beberapa langkah untuk mencegah penyakit ini agar tidak berkembang menjadi parah, yaitu :

  1. Periksakan diri Anda dan pasangan Anda ke dokter
  2. Lakukan pengobatan yang sesuai, teratur, benar, dan tepat.
  3. Setia terhadap pasangan
  4. Selama satu minggu usahakan tidak berhubungan seksual. Jika tidak memungkinkan, gunakan kondom.
  5. Lakukan kunjungan ulang dilakukan pada hari ke-7
  6. Konseling mengenai keteraturan berobat.

Sementara pengobatan akan dilakukan dengan cara memberikan obat secara sistemik. Dokter akan meresepkan obat yang sesuai dengan penyebab penyakit Anda. Jangan pernah mencoba untuk mengobati sendiri karena hal tersebut justru dapat membahayakan diri Anda sendiri.

Itu dia serba-serbi penyakit  trikomoniasis yanag harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.