Trikiasis; Gejala, Penyebab dan Penanganan

trikiasis

Trikiasis adalah kondisi di mana bulu mata tumbuh mengarah ke dalam, yaitu ke arah permukaan bola mata. Akibatnya, korena dapat tergoress sehingga timbullah komplikasi lain, semisal nyeri, erosi, infeksi, dan ulkus kornea.

GoDok- Mungkin nama penyakit ‘trikiasis’ mungkin masih terdengar asing di telinga Anda. Karenanya, yuk, simak penjelasan lengkap mengenai penyakit ini!

Mengenal Trikiasis

Trikiasis adalah kondisi di mana bulu mata tumbuh mengarah ke dalam, yaitu ke arah permukaan bola mata. Akibatnya, korena dapat tergoress sehingga timbullah komplikasi lain, semisal nyeri, erosi, infeksi, dan ulkus kornea.

Sayangnya, hingga kini data mengenai tingkat prevalensi penyakit ini di Indonsia –dan negara-negara lainnya- belum dapat diketahui. Tapi, bukan berarti Anda dapat lengah! Karena penyakit ini siap mengintai siapa saja; laki-laki maupun perempuan dari segala rentang usia.

Penyebab

Nyatanya, trikiasis dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti perubahan involutional, bekas luka (jaringan parut) pada lapisan kelopak mata bagian dalam, epiblepharon, dan distichiasis.

Epiblephareon adalah kondisi di mana kelopak mata terlipat kearah dalam. Hal ini umum dialami oleh pasien yang berasal dari ras Asia. Sedangkan distichiasis sendiri adalah kondisi di mana bulu mata tumbuh pada pangkal kelenjar minyak (disebut juga kelenjar meibom) di kelopak mata. Perlu diketahui bahwa kelenjar meibom terdapat pada lapisan dalam kelopak mata. Alhasil, jika ada bulu mata yang tumbuh dari kelenjar ini, maka kondisi tersebut dipastikan dapat mengiritasi mata.

Selain karena factor di atas, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh riwayat penyakit auto-imun, seperti ocular cicatricial pemphigoid; serta reaksi alergi, semisal vernal allergic reaction atau Steven Jhonson Syndrome.

Faktor risiko

Perlu diketahui bahwa beberapa kondisi medis nyatanya dapat meningkatkan risiko seseorang terkenanya. Berikut kondisi medis yang dimaksud:

  • Blefaritis
  • Trakoma (infeksi clamydia trachomatis)
  • Trauma mekanik atau kimiawi
  • Herpes zoster oftalmik, dan berbagai kelainan yang menyebabkan timbulnya jaringan parut (sikatriks) dan entropion (kondisi dimana kelopak mata terlipat ke dalam).
Gejala

Segera konsultasikan kesehatan Anda ke dokter atau rumah sakit terdekat jika terbukti mengalami satu atau banyak gejala berikut ini:

  • Mata berair & terlihat kemerahan
  • Rasa mengganjal
  • Silau bila terpapar cahaya, atau kelilipan
  • Penglihatan yang terganggu; khususnya bila timbul ulkus di bagian kornea.
Diagnosis

Untuk mendiagnosa kondisi pasien yang diduga menderita trikiasis, dokter cukup melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik saja. Pemeriksaan penunjang baru dilakukan jika dokter ingin memastikan apakah pasien tengah mengalami komplikasi, atau tidak.

Lantas, seperti apa pemeriksaan penunjangnya? Berikut rincian lengkapnya:

  • Tes flouresen. Dalam tes ini, mata pasien akan ditetesi semacam zat pewarna yang kemudian terserap ke bagian kornea
  • Tes ini dilakukan jika terdapat kecurigaan pasien menderita ocular cicatricial pemphigoidatau trachoma.
Penanganan

Trikiasis biasanya dapat ditangani dengan pengobatan maupun dengan terapi tanpa obat. Pilihan tindakan yang umumnya dikerjakan oleh dokter adalah epilasi, yaitu pencabutan bulu mata dengan pinset. Hal ini bertujuan untuk mengurangi gejala dan mencegah komplikasi pada bola mata. Namun, tindakan ini tidak dapat memberi jaminan sepenuhnya bahwa keluhan tidak akan berulang. Hal ini dikarenakan bulu mata akan tumbuh kembali dalam waktu 4 – 6 minggu, sehingga epilasi perlu diulang kembali.

Pengobatan topikal dengan obat tetes atau salep diberikan sesuai indikasi, misalnya; salep atau tetes mata antibiotik untuk mengatasi infeksi. Yang paling penting adalah kedisiplinan pasien dalam menjaga kebersihan matanya dan menghindari trauma yang mungkin saja bisa memperparah gejala penyakit ini dan meningkatkan risiko komplikasi.

Lantas, seperti apa langkah penanganan definitifnya? Nyatanya, terdapat 2 alternatif yang dapat dipilih pasien, yaitu:

  • Bedah minor pada kelopak mata yang bertujuan untuk mengangkat bulu mata berikut dengan akarnya sehingga bulu mata tidak kembali tumbuh
  • Operasi mereposisi akar bulu mata, atau operasi penarikan kelopak mata pada pasien dengan enteropion. Biasanya langkah ini diambil apabila keluhan terus berulang.
Komplikasi

Apabila tidak ditangani dengan baik, trikiasis dapat memicu beragam komplikasi, seperti menurunnya kualitas penglihatan akibat infeksi kornea maupun ulkus kornea.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.