Tonsilitis; Penyebab, Gejala dan Penanganan

tonsilitis
Dalam dunia medis, radang amandel disebut juga dengan nama tonsilitis. Tonsil sendiri merupakan dua kelenjar getah bening yang terletak di setiap sisi bagian belakang tenggorokan Anda.

GoDokTonsilitisPernahkah Anda menderita radang amandel? Atau jangan-jangan Anda justru tidak menyadarinya, sebab tidak mengenal gejala serta faktor risikonya? Jika begitu, maka ada baiknya jika Anda mengenal terlebih dahulu serba-serbi serta penjelasan medis dari penyakit yang satu ini.

Mengenal tonsilitis

Dalam dunia medis, radang amandel disebut juga dengan nama tonsilitis. Tonsil sendiri merupakan dua kelenjar getah bening yang terletak di setiap sisi bagian belakang tenggorokan Anda. Keduanya berfungsi sebagai mekanisme pertahanan yang berperan dalam membantu mencegah terjadinya infeksi pada tubuh Anda serta membantu tubuh dalam memproduksi sel-sel  darah putih. Secara anatomis, tonsil merupakan bagian dari sistem limfatik; di mana fungsi sistem ini adalah untuk membersihkan partikel-partikel penyebab infeksi. Tak hanya itu, tonsil juga merupakan pertahanan pertama tubuh ketika menerima sinyal adanya infeksi melalui hidung dan mulut.   Saat tonsil kemudian mengalami peradangan, kondisi ini disebut dengan tonsilitis, alias radang amandel.

Berdasarkan lama periodenya, tonsilitis dibagi menjadi 2 tipe, yaitu :

  • Tonsillitis rekuren : tonsillitis jenis ini terjadi secara berulang dan terus-menerus selama 1 tahun
  • Tonsillitis kronik : tonsillitis jenis ini berlangsung lebih lama dibandingkan dengan tonsillitis akut. Pada tonsillitis kronik didapati pula gejala tambahan, seperti sakit tenggorokkan kronis, bau mulut (halitosis), serta pembesaran kelenjar getah bening di leher.
Penyebab

Mikroorganisme yang dapat menyebabkan terjadinya tonsilitis adalah bakteri dan virus; di mana bakteri Streptococcus menjadi penyebab yang paling sering menginfeksi. Beberapa mikroorganisme lain yang juga berpotensi menjadi penyebab penyakit ini adalah adenovirus, virus influenza, virus Epstein-barr, virus parainfluenza, dan enterovirus.

(Baca: Hindari Radang Amandel dengan Kurangi 5 Jenis Makanan Ini!)

Gejala

Gejala utama dari tonsillitis adalah terjadinya peradangan dan pembengkakan tonsil yang jika dibiarkan bisa saja menganggu jalan nafas dari penderitanya. Selain itu, terdapat pula gejala lain yang dapat menyertai datangnya tonsilitis, seperti :

  • Nyeri pada tenggorokan
  • Tonsil menjadi berwarna kemerahan
  • Terdapat ulkus pada tonsil
  • Nyeri kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sulit menelan
  • Demam
Diagnosa

Diagnosa tonsillitis dipastikan berdasarkan pemeriksaan fisik pada tenggorokan Anda. Saat melakukan pemeriksaan, dokter mungkin saja akan mengambil sampel dengan menggunakan swab tenggorokan. Hal ini dilakukan untuk mencari tahu lebih pasti mengenai penyebab infeksi di tenggorokkan anda.

(Baca:Jangan Anggap Sepele! Berikut 6 Penyebab Sakit Tenggorokan!)

Penanganan

Jika tonsilitis yang Anda alami ternyata disebabkan oleh virus, maka antibiotik saja tidak akan efektif untuk mengatasi hal ini. Justru sebenarnya sistem imun tubuh Anda secara “otomatis” melawan serangan virus tersebut. Karenanya, selain mengonsumsi antibiotik, Anda lebih baik melaakukan beberapa hal sederhana untuk mendukung sistem imun dalam melawan virus, seperti :

  • Istirahat yang cukup,
  • Mengonsumsi makanan yang lembut dan mudah ditelan,
  • Berkumur dengan air hangat;
  • Jika Anda merokok/orang disekeliling Anda merokok, maka hentikan pencemaran udara dengan asap rokok, atau hindari asapp rokok dengan pergi dari tempat tersebut.

Apabila tonsilitis disebabkan oleh bakteri, umumnya dokter akan memberikan antibiotik dengan guna melawan bakteri-bakteri yang menjadi penyebabnya. Sangat penting bagi Anda untuk mengonsumsi antibiotik secara teratur dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan; karena hal ini mempengaruhi kefektifan kerja antibiotik itu sendiri.

Pada akhirnya, jika radang amandel sudah semakin parah, dokter Anda akan memutuskan untuk melakukan tonsilektomi, alias operasi pengangkatan amandel. Kapan tepatnya hal ini harus dilakukan? Seperti yang telah dijelaskan pada bagian awal, tonsil berfungsi untuk menjaga sistem pertahanan tubuh. Hal inilah yang menjadi pertimbangan dokter pada umumnya jika ingin melakukan tonsilektomi. Namun, apabila tonsillitis bersifat rekuren (berulang) dan pembesaran tonsil menyebabkan jalan nafas Anda terganggu serta kesulitan dalam menelan, maka umumnya tonsilektomi akan segera dilakukan tanpa melihat hal yang disebutkan sebelumnya.

(Baca: Tenggorokan Sakit? Berikut 8 Obat Sakit Tenggorokan!)

Pencegahan

Tonsillitis dapat dikatakan cukup mudah menular. Untuk memperkecil kemungkinan Anda tertular tonsillitis, cucilah tangan dengan tepat sehabis melakukan kontak dengan penderita. Sebaliknya, jika Anda merupakan salah satu penderita tonsillitis, maka gunakanlah masker dan hindari pemakaain alat makan/minum yang sama secara bergantian dengan orang lain.

Komplikasi

Komplikasi merupakan penyakit ikutan yang muncul sehabis atau selama Anda menderita suatu penyakit, yang dalam hal ini adalah tonsillitis. Berikut adalah beberapa di antaranya :

  • Umumnya, penderita tonsillitis kronik memiliki pengalaman terganggunya jalan nafassaat tidur; dan tentu saja hal ini menyebabkan kualitas tidur terganggu.
  • Mungkin masih asing terdengar mengenai tonsillitis selulitis; di mana pada tonsillitis ini, infeksi menyebabkan terbentuknya nanah pada daerah tonsil –disebut dengan istilah peritonsilar abses.
  • Jika pada fase pengobatan dengan antibiotik penderita lalai dalam mengonsumsi obat tersebut, dapat terjadi ketidakefektifan kerja obat sehingga bakteri dapat tetap hidup dan berkembang. Hal ini dapat menyebabkan demam rematik dan poststreptoccocal glomerulonephritis.

(Baca: Penjelasan Mengenai Bahaya dan Gejala Flu Singapura)

Nah, itu dia gejala, penyebab, dan penanganan tonsilitis yang patut Anda ketahui. Jangan lupa untuk memeriksakannya ke dokter terlebih dahulu, ya! Semoga bermaanfaat!