Tinitus; Gejala, Penyebab dan Penanganan

Tinitus

Tinitus adalah suatu sensasi yang biasanya ditandai dengan suara berdengung pada telinga Anda, secara terus-menerus maupun hilang-timbul.

GoDok- Tinitus – Pernahkah Anda mendengar suara berdengung di dalam telinga –baik hanya sebelah maupun kedua sisi? Jika pernah, hal ini bisa jadi merupakan tanda bahwa Anda terkena tinitus. Jangan anggap remeh! Bila dibiarkan, hal ini bisa saja mengganggu ketenangan Anda serta merusak mood. Karenanya, mari kenali gejala serta penyebab terjadinya, agar penyakit ini dapat Anda tangani secara tepat dan sesuai.

Mengenal tinitus

Tinitus adalah suatu sensasi yang biasanya ditandai dengan suara berdengung pada telinga Anda, secara terus-menerus maupun hilang-timbul. Dengungan tersebut akan menjadi semakin buruk dan terdengar jelas apabila Anda tengah berada dalam keadaan atau situasi sepi, contohnya pada malam hari saat Anda bersiap untuk tidur. Meskipun jarang terjadi, namun bisa saja telinga berdengung ini sinkron dengan detak jantung Anda (pulsatile tinnitus).

Penyebab

Terlalu sering mendengarkan suara yang keras umumnya menjadi penyebab utama gejala ini. Sejatinya, tinitus bukanlah penyakit, melainkan suatu gejala yang justru dapat menjadi penanda terjadinya suatu penyakit. Umumnya, tinitus yang dialami oleh mereka yang tengah menderita suatu penyakit digolongkan ke dalam kategoritinitus primer; di mana tidak ditemukan penyebab pada gejala ini selain gangguan pendengaran. Sedangkan tinitus sekunder biasanya disangkutpautkan dengan penyebab tertentu yang tidak terkait penyakit dan dapat diobati. Selain penyebab pada kedua kategori tersebut, gangguan ini dapat pula disebabkan oleh adanya gangguan pada suatu bagian telinga, baik pada bagian telinga luar maupun telinga tengah.

Berikut adalah beberapa kondisi dan penyakit yang dapat menyebabkannya:

  • Adanya infeksi pada telinga;
  • Penggunaan obat tertentu;
  • Proses penuaan;
  • Penyakit Meniere
  • Otosklerosis;
  • Penyakit seperti hipertensi, gangguan kardiovaskular, gangguan kelenjar tiroid, diabetes, penyakit autoimun;
  • Gangguan pada daerah temporomandibular joint (TMJ); dan
  • Cedera pada kepala dan leher.

Selain beberapa faktor risiko di atas, gangguan ini dapat pula bertambah parah jika penderita kerap mengonsumsi alkohol dan/atau  merokok.

Gejala

Umumnya, penderita gangguan ini akan mengeluhkan suara berdengung pada telinga –baik hanya sebelah kiri/kanan maupun keduanya- sebagai gejala utama Telinga berdengung ini dapat berlangsung hilang-timbul maupun terus-menerus.

Berdasarkan gejala dengungan yang dialami penderitanya terbagi menjadi dua jenis, yaitu :

  • Tinitus subjektif, di manahanya penderita yang dapat mendengar dan mengalami dengungan ini, dan
  • Tinitus objektif, di mana dengungandapat pula didengar oleh dokter saat pemeriksaan.
Diagnosis

Umumnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan guna mencari tahu penyebab dari telinga berdengung, yaitu :

  • Audiological exam.Pada pemeriksaan ini, penderita akan diminta menggunakan earphones yang memutar suatu bunyi spesifik. Melalui tes ini, nantinya dokter akan mengetahui penyebabnya yang paling memungkinkan.
  • Movement. Pada pemeriksaan ini,dokter mungkin akan meminta Anda untuk menggerakkan mata, rahang, leher, lengan, dan kaki.
  • CT-scan atau MRI.
Komplikasi

Gangguan ini dapat menjadi sangat berpengaruh pada kualitas kehidupan Anda. Apabila tidak ditangani dengan segera, tinitus dapat menyebabkan :

  • Kelelahan
  • Stress
  • Gangguan tidur
  • Gangguan konsentrasi
  • Gangguan memori
  • Depresi
  • Lebih mudah lelah dan tersinggung
Penanganan

Untuk menangani gangguan ini, umumnya dokter akan menjalankan beberapa hal, seperti:

  • Mengeluarkan kotoran telinga
  • Menangani kondisi gangguan kardiovaskular yang menyertai.
  • Mengganti pengobatan apabila gangguan ini ternyata merupakan efek penggunaan obat tertentu.

Sejatinya, pengobatan tidak akan dapat menyembuhkannya, melainkan hanya dapat membantu meringankan gejala yang ada. Umumnya dokter akan meresepkan obat antidepresan –dimana obat ini secara global mampu mengurangi gejala yang ada. Namun, untuk dapat mengonsumsi obat ini, penderita sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter menimbang efek sampingnya yang cukup serius.

Selain dengan pengobatan, terdapat beberapa terapi alternatif yang dapat Anda lakukan guna membantu dalam meringankan gejala tinitus, yaitu :

  • Terapi hipnosis
  • Akupuntur
  • Relaksasi seperti yoga, meditasi.

Itu tadi serba-serbi tinitus yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.