Tindik Lidah dan Bahayanya Bagi Kesehatan Mulut

tindik lidah
Tindik lidah kini tengah marak dipraktikkan kalangan muda. Namun, prosedur ini ternyata berbahaya bagi kesehatan mulut! Simak penjelasannya berikut ini!

GoDok Tindik Lidah -Tindik, termasuk tindik lidah, dewasa kini sudah bukan merupakan hal yang aneh lagi. Buktinya, Anda dapat melihat banyak anak muda wara-wiri dengan tindikan di berbagai bagian tubuhnya, mulai dari telinga, pusar, hingga yang paling tren sekarang -yaitu tindik lidah.

Sejatinya, menindik adalah kegiatan melubangi bagian tubuh untuk kemudian dipasangkan material logam atau bahannnya lainnya berupa perhiasan. Tujuan dari aksi ini biasanya terkait dengan nilai estetika atau karena seseorang sekedar ingin tampil gaya. Banyak kawula muda yang melakukannya karena tindikan dinilai kerena dan mencerminkan masa muda yang ditandai dengan pemberontakan. Dan meskipun terkesan ngilu, namun seringkali bagian tubuh yang dipilih seseorang untuk ditindik adalah bagian lidah.

 Nah, tahukah Anda bahwa menindik lidah atau bagian tubuh lainnya mengandung banyak risiko? Hal ini karena kegiatan menindik biasanya justru dilakukan oleh seseorang  yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup terhadap kesehatan dan anatomi lidah. Selain itu, tingkat kehigienisan tempat pelayanannya pun tidak bisa dijamin 100%. Untuk itu, ada baiknya Anda mengetahui dampak-dampak apa saja yang dapat merugikan kesehatan bila kita memasang tindik pada lidah :

1. Parestesi lidah

Kegiatan menindik lidah secara tidak sengaja dapat melukai syaraf yang terdapat pada lidah. Jika hal ini terjadi, maka lidah akan kehilangan daya perasanya sehingga tidak dapat merasakan apapun (parestesi). Kondisi ini akan semakin diperparah karena dengan adanya tindik, lidah akan sering tergigit sehingga menyebabkan lidah bengkak.

2. Resesi gingiva

Material yang dipasang pada lidah (biasanya metal atau logam tertentu) dapat menyebabkan trauma pada gusi akibat gesekan-gesekan yang terjadi selama proses pengunyahan makanan. Trauma atau gesekan pada gusi yang berlangsung lama dapat menyebabkan perlekatan gusi ke gigi menjadi turun (resesi gingiva).

3. Luka lebih sulit untuk sembuh

Pertimbangkanlah kembali untuk menindik lidah jika di saat yang bersamaan Anda juga memiliki luka pada bagian lidah atau mulut. Sebab, luka tersebut nantinya akan sering terkena trauma dari gesekan-gesekan material tindikan Anda. Hasilnya, luka tersebut akan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

(Baca: Anda Berniat Menindik Mulut? Kenali Dulu Bahayanya)

4. Penyebaran bakteri ke dalam aliran darah

Jika dalam proses penindikan bagian dalam mulut Anda terluka, hal ini harus diwaspadai. Sebab, adanya luka yang terjadi selama proses penindikan dapat menyebabkan bakteri dengan mudah masuk ke dalam aliran darah. Hal ini dapat diperparah dengan penggunaan jarum suntik atau material tindik yang tidak steril.

5. Gigi retak atau pecah

Tahukah Anda bahwa adanya logam atau material yang keras pada lidah dapat memberikan trauma pada gigi? Trauma akan terjadi jika lidah bergerak terus karena menjalankan fungsinya dalam membantu mengunyah makanan. Tekanan yang keras pada gigi akibat logam tindik inilah yang dapat  menyebabkan gigi pecah.

6. Peningkatan risiko terkena penyakit Hepatitis dan HIV/AIDS

Hati-hati! Pemasangan tindik yang bukan dilakukan oleh tenaga kesehatan memiliki risiko yang sangat tinggi untuk penyebaran penyakit. Sebab, alat yang digunakan untuk menindik bagian tubuh Anda kemungkinan tidak melalui proses sterilisasi terlebih dulu. Hasilnya, bakteri atau virus pada alat-alat tersebut tidak mati dan mudah menyebar antara satu orang ke orang lain. Bayangkan jika di antaranya ada virus Hepatitis dan HIV, mengerikan!

Nah, setelah mengetahui risikonya, masih inginkah Anda menindik lidah?

Comments are closed.