Tetanus; Gejala, Penyebab dan Penanganan

Penyakit tetanus

Tetanus – Penyebab utamanya adalah infeksi dari bakteri bernama Clostridium tetani, yang dapat hidup tanpa oksigen dan mampu bertahan di lingkungan apapun di dunia.

 Mengenal tetanus

Penyakit Tetanus merupakan gangguan yang menyerang saraf dan ditandai oleh meningkatnya kontraksi otot dalam tubuh. Kontraksi otot tersebut dipertahankan keberadaannya oleh otot itu sendiri, bersifat tiba-tiba, kuat serta tegang. Penyakit ini paling banyak ditemukan pada negara-negara yang tidak mengharuskan pemberian vaksin terkait tetanus.

Berdasarkan statistik yang ada, sejak tahun 2001 hingga 2008 terdapat 231 kasus tetanus di Amerika Serikat, dengan persentase kematian sebanyak 13.2%. Berdasarkan observasi pada umumnya, orang dengan umur di atas 60 tahun memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami tetanus. Sebagai penguat, terdapat data bahwa 1 dari 3 kasus di Amerika Serikat merupakan individu yang berumur di atas 65 tahun. Hal ini terkait dengan rendahnya imunitas yang dimiliki oleh tubuh seorang lansia dalam menghadapi zat beracun dari tetanus.

Sejatinya, penyakit tetanus dapat menyerang baik pria maupun wanita. Tidak ada perbedaan signifikan antara keduanya, kecuali di beberapa daerah yang mengharuskan pria lebih sering terpapar tanah. Statistik menunjukkan bahwa dari tahun 1998 hingga 2000, infeksi tetanus pada pria di Amerika Serikat  lebih besar 2.8 kali dari perempuan.

Selain itu, pengguna obat-obat terlarang dengan jarum suntik memiliki angka lebih tinggi terserang tetanus. Jarum suntik yang di gunakan oleh pengguna obat-obat terlarang juga merupakan media yang baik untuk bertumbuhnya bakteri penyebab tetanus.Berdasarkan statistik yang ada, di Amerika Serikat, sebanyak 15% pengguna dilaporkan mengalami tetanus dari tahun 1998 hingga 2000.

Penyebab 

Penyebab utama tetanus adalah infeksi dari bakteri bernama Clostridium tetani, yang dapat hidup tanpa oksigen dan mampu bertahan di lingkungan apapun di dunia. Organisme ini bisa Anda temukan pada beberapa kotoran manusia dan hewan, seperti kuda yang seringkali berkontak dengan tanah. Selain itu, organisme ini juga dapat Anda temukan pada besi berkarat maupun ujung jarum yang tidak steril.

Spora (sel) pada Clostridium tetani dapat bersembunyi berbulan-bulan hingga tahunan. Akan tetapi, jika hinggap di benda asing hingga bakteri teraktivasi, hal ini membuat bakteri berubah menjadi bentuk vegetatif yang memproduksi zat beracun bernama tetanospasmin.

Faktor risiko

Faktor risiko merupakan suatu hal, baik kebiasaan, keadaan, atau benda, yang dapat meningkatkan risiko seseorang dalam terkena suatu penyakit. Berikut adalah faktor risiko untuk penyakit tetanus :

  1. Belum mendapat vaksinasi tetanus atau vaksinasi yang tidak lengkap.
  2. Luka dari benda berkarat, kotor maupun serpihan kayu yang memungkinkan bakteri dapat bertumbuh.
  3. Penggunaan obat-obatan  terlarang dengan media jarum suntik.
  4. Luka yang terkena paparan tanah maupun kotoran hewan
  5. Tali pusar pada bayi baru lahir yang dipotong dengan benda yang tidak steril
Gejala
  1. Kejang, yang merupakan hasil dari kontraksi otot. Kontraksi tersebut biasanya bersifat tiba-tiba, kuat serta tegang. Hal ini biasanya menyebabkan lengkungan ke atas pada tubuh dan berlangsung dalam beberapa menit. Dapat dipicu juga karena sentuhan, kegaduhan, suara nyaring, maupun cahaya.
  2. Kekakuan otot, terutama mengenai rahang dan leher juga hingga penderita sulit untuk membuka mulut. Kekakuan ini juga dapat menyerang otot pada perut. Kekakuan ini juga menyerang wajah.
  3.  Otot-otot terasa sakit.
  4. Bagian punggung terasa sakit.
  5. Kesulitan untuk makan, minum, maupun berkemih
  6. Pada beberapa kasus dapat terjadi kesulitan napas.
  7. Jika sudah menyerang hingga dua minggu, penderita dapat mengalami kelainan pada jantung. Keadaan ini seperti: jantung berderar cepat maupun lambat, tekanan darah berubah-ubah hingga menjadi gagal ginjal.
Diagnosis

Diagnosis untuk penyakit tetanus disimpulkan berdasarkan hasil pemeriksaan klinis dan riwayat luka. Dalam pemeriksaan, dokter akan menanyakan kepada Anda mengenai hal-hal terkait penyakit ini. Diskusikan kepada dokter mengenai riwayat vaksinasi, kejadian kejang hingga riwayat luka yang pernah dialami oleh penderita secara detail. Jika Anda membawa penderita ke dokter dalam keadaan kejang, maka akan diberikan pertolongan pertama serta dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Penanganan

Di Indonesia, pencegahan tetanus sudah mulai dilakukan sejak dini melalui vaksinasi. Pemberian vaksin DTP (Difteri, Tetanus, Pertusis) dimulai pada anak berumur 2, 4, 6, 18 bulan dan 4 – 6 tahun. Hal ini merupakan program pemberian vaksin yang dianjurkan untuk mencegah terjadinya penyakit-penyakit tersebut. Untuk anak yang berusia lebih dari 7 tahun, tersedia vaksin tetanus serta difteri yang telah satu paket. Vaksinasi ini perlu di ulang setiap 10 tahun sekali agar tubuh mampu mengalahkan bakteri pada tetanus maupun difteri.

Tak hanya pada anak-anak, vaksin anti-tetanus juga diberikan pada ibu hamil guna meminimalisir angka infeksi tetanus pada bayi. Biasanya, pemberian vaksin tersebut dilakukan pada pemeriksaan kehamilan. Selain di periksa darahnya, ibu pada kondisi hamil juga akan ditanyai mengenai pemberian anti-tetanus.

Jika memungkinkan, dokter akan mengidentifikasi luka agar membuatnya tetap steril dan bersih dari jaringan-jaringan sel yang sudah hancur sebagai tindak pencegahan terbentuknya toksin (racun) di dalam tubuh. Setelah diperiksa, dokter akan memberikan obat anti-toksin tetanus jika memang diduga tetanuslah penyebabnya.

Selain obat-obatan, dokter juga akan mengharuskan penderita tetanus untuk menjalani beberapa terapi yang  meliputi :

  1. Pemberian obat anti-kejang. Kejang-kejang merupakan salah satu tanda infeksi tetanus dan karenanya, dokter akan memberikan pelemas otot maupun obat penenang agar gejala ini hilang.
  2. Debribedement (pembersihan luka). Saat pemeriksaan dokter akan mencari serta mengidentifikasi luka untuk membersihkannya dan membuat luka tersebut bersih hingga steril. Tindakan ini dilakukan sebagai pencegahan produksi zat racun tetanus.
  3. Pemberian anti-toksin tetanus dan obat anti-tetanus. Hal ini dilakukan untuk menetralkan tubuh dari zat-zat racun tetanus. Selain itu, pemberian anti-toksin dan obat tetanus juga menjadi harapan untuk mematikan zat beracun pada tubuh penderita.
  4. Pemberian oksigen atau alat bantu pernapasan.Kekakuan pada otot pernapasan dapat terjadi pada penderita tetanus. Hal ini bisa menyebabkan penderita dapat kesulitan untuk bernapas. Pemberian oksigen maupun alat bantu pernapasan dilakukan agar memudahkan penderita untuk mendapatkan suplai oksigen dan meminimalisir angka kejadian gagal napas.
  5. Pemberian nutrisi dengan bahan lunak maupun cair. Hal ini dilakukan agar memudahkan penderita mendapat zat yang berguna dibutuhkan bagi tubuh. Jika diperlukan, dokter akan menyarankan agar penderita secara rutin diberi asupan nutrisi lewat selang bantu makan dan minum, agar meminimalisir penderita tersedak.
  6. Istirahat pada tempat yang gelap serta tenang.Penderita akan ditempatkan pada tempat yang gelap dan terhindar dari keramaian. Keadaan ini dilakukan agar penderita tidak terstimulasi untuk mengalami kejang.
  7. Pemberian vaksinasi tetanus.Ingat, ketika penderita sudah terbebas dari kondisi tetanus, hal ini tidak berarti tubuhnya mampu bertahan dalam melawan infeksi tetanus lainnya. Oleh sebab itu, pemberian vaksin tetanus juga harus diberikan untuk penderita yang belum menerima vaksin agar tubuh mereka memperoleh kekebalan terhadap zat beracun tetanus.

Selain bertindak seperti poin-poin yang telah disebutkan, jika dokter mencurigai bahwa Anda juga menderita kondisi yang lebih sulit, seperti kelainan paru atau jantung, penderita juga akan diperiksa untuk foto rontgen dada dan rekam jantung.

Komplikasi

Penyakit Tetanus yang tidak ditangani segera secara baik dan benar akan menimbulkan penyakit komplikasi lanjutan, seperti :

  1. Gagal napas
  2. Pneumonia aspirasi
  3. Kardiomiopati

Nah , itu dia informasi lengkap mengenai penyakit tetanus mulai dari gejala, penyebab dan penanganan tetanus.

Baca juga:

Merasa kesehatan Anda terganggung? Segera chat dokter untuk tanya jawab seputar permasalahan kesehatan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasinya di sini.