Tanda-tanda KDRT Dalam Rumah Tangga Anda!

tanda-tanda KDRT go dok

Go Dok – Tanda-tanda KDRTMenjadi sebuah pasangan rumah tangga pasti merasakan suka maupun duka dalam menjalaninya. Wajar bagi sebuah pasangan bertengkar akan suatu hal. Namun, hal tersebut jangan sampai memicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, atau yang biasa disebut KDRT. Memangnya kenapa? KDRT sendiri merupakan kekerasan yang dilakukan oleh salah satu pihak dalam pasangan, yang mana bisa sisi laki-laki atau perempuan. Walaupun biasanya perempuan menjadi korban, tapi bisa saja dalam suatu pasangan laki-laki mengalami kekerasannya. Bentuk kekerasan dalam rumah tangga sendiri ada beberapa jenis yang cukup sering terjadi, antara lain kekerasan emosional, seksual, dan fisik. Walaupun berbeda jenisnya, kekerasan tersebut berbahaya dan dapat berdampak bagi kesehatan fisik maupun mental sang korban yang mengalaminya. Oleh karena itu, sebagai pasangan suami istri perlu Anda pahami dan waspadai apabila tanda-tanda KDRT di bawah ini terjadi! Agar, dapat sesegera mungkin Anda lakukan pencegahan dan penyelesaiannya!

Simak penjelasan mengenai  tanda-tanda KDRT beserta pencegahan dan penyelesaiannya ini!

  1. Pasangan mudah cemburu dan posesif

Tanda-tanda KDRT yang pertama yaitu pasangan yang mudah cemburu dan posesif. Apabila pasangan Anda mudah cemburu dan bertingkah berlebihan dalam melarang dan mengontrol Anda melakukan apa saja, hal tersebut dikatakan posesif. Anda perlu mengetahui apa alasan yang memungkinkan pasangan Anda melakukan hal tersebut. Karena pengontrolan secara berlebihan oleh pasangan, akan membuat Anda tidak nyaman dalam melakukan apa pun yang sebenarnya menjadi hak Anda. Ini bisa menjadi awal mula terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Maka, cobalah lakukan pencegahan dengan menjaga komunikasi yang baik dalam hubungan yang Anda jalani.

2. Pasangan mengambil keputusan semaunya

Ketika Anda dan pasangan bertengkar atau berargumen akan suatu hal, namun pasangan Anda mengambil keputusan secara sepihak, egois dan tidak perduli dengan pendapat Anda, haruslah Anda sadar dan mencari tahu apa penyebab pasangan Anda tersebut bersikap egois. Coba lakukan pendekatan perlahan untuk mengajaknya bicara dan mencari solusinya bersama. Apabila Ia tetap tidak berubah, mulailah berhati-hati akan perilaku apa saja yang dapat Ia lakukan pada Anda.

3. Pasangan melakukan kekerasan emosional

Kekerasan emosional ini biasanya diawali dari tanda-tanda KDRT di atas. Apabila pasangan Anda sudah mulai berkata kasar, membentak, cepat marah akan suatu hal apalagi jika hanya hal kecil, melakukan ancaman dan melakukan intimidasi terhadap diri Anda itu merupakan bentuk kekerasaan emosional yang dilakukan pasangan Anda. Coba lakukan lagi pendekatan dengannya dan bicara baik-baik. Mungkin pasangan Anda sedang memiliki masalah, banyak pikiran atau sedang dibawah pengaruh alkohol.

Tapi, apabila pasangan Anda tetap dan selalu melakukan kekerasan emosional tanpa adanya penyesalan dan dilakukan terus menerus, lebih baik Anda mencari tahu penyebabnya, meminta bantuan orang terdekat dan berhati-hati karena mungkin saja Ia bisa melakukan bentuk kekerasan lainnya terhadap Anda.

4. Pasangan melakukan kekerasan seksual

Selanjutnya apabila pasangan Anda melakukan paksaan untuk berhubungan seksual dengan kekerasan itu merupakan tanda-tanda kekerasan seksual yang mungkin Anda alami. Begitu pula saat Anda melakukan hubungan seksual tersebut, pasangan cenderung kasar saat melakukannya dan memaksa Anda hanya demi kepuasaannya saja. Maka hal tersebut juga tergolong bentuk kekerasan seksual. Bentuk kekerasan ini umumnya adalah pemaksaan dan pelecehan yang dilakukan oleh satu pihak dalam melakukan hubungan seksual. Maka, perlu Anda waspadai apabila pasangan Anda melakukannya.

5. Pasangan melakukan kekerasan fisik

Apabila pasangan Anda telah berani melakukan tanda-tanda di atas tanpa ada rasa bersalah, berubah maupun minta maaf, Anda perlu waspada. Mengapa? Apabila Ia berani melakukannya dan tetap tidak berubah, tidak menutup kemungkinan pasangan Anda berani melakukan kekerasan fisik pada tubuh Anda. Tanda-tanda di atas mengacu pada kekerasan fisik yang mungkin saja pasangan Anda lakukan. Contohnya seperti, menarik Anda dengan paksa dan kasar, menampar, mencekik, memukul, meninju, atau menendang. Segala bentuk kekerasan yang melukai fisik Anda umumnya diikuti dengan kekerasan emosional, verbal, maupun seksual. Hal tersebut Ia lakukan agar semata-mata menunjukkan bahwa kesalahan ada pada diri Anda. Dengan begitu, tidak akan ada penyesalan bagi pelaku saat melakukannya. Anda dapat mencoba berbicara baik-baik dengan pasangan Anda untuk mengetahui penyebab dan mencari solusinya bersama. Namun, apabila pasangan Anda menolak dan tetap tidak berubah, segera laporkanlah ke orang terdekat dan pihak yang berwenang. Karena hal tersebut sudah berhubungan dengan kasus hak asasi manusia.

Selain itu, pelaku atau pasangan Anda biasanya juga melarang untuk memeriksa dan mengobati luka-luka fisik yang Anda alami ke dokter. Mengapa? Karena tidak hanya melarang untuk pergi ke dokter, pelaku juga melarang Anda untuk bercerita kepada siapapun dan mengancam dengan kasar apabila Anda melakukannya. Dengan begitu, kekerasan dapat terus dilakukan tanpa adanya penyalahan secara hukum terhadap pelaku KDRT. Oleh karenanya, apabila hal ini terjadi pada Anda, segeralah periksa luka Anda ke dokter dan laporkanlah perlakuan tidak adil ini terhadap orang terdekat atau penegak hukum.

6. Pelaku melakukan penelantaran rumah tangga

Tanda-tanda KDRT yang terakhir yaitu menelantarkan keluarga. Apabila pelaku atau pasangan Anda telah berani melakukan kekerasan-kekerasan di atas, tidak dapat pula menutup kemungkinan untuk menelantarkan kehidupan rumah tangga yang Anda jalani. Karena ketidakperdulian, rasa sayang dan respek yang hilang memungkinkan pasangan Anda untuk meninggalkan dan menelantarkan begitu saja hubungan suami istri yang Anda bangun. Hal tersebut dapat Anda rasakan saat pasangan sudah tidak lagi memberi nafkah bagi keluarga, menguasai gaji Anda atau dirinya sendiri. Nah, apabila sudah pada tahap ini Anda jangan tinggal diam, ya! Segera laporkan ke pihak yang berwenang karena Anda memiliki hak!

Jadi, Anda sudah memahami tanda-tanda KDRT yang mungkin terjadi, kan? Yuk, jangan remehkan sedikitpun kekerasan yang terjadi pada rumah tangga Anda! Karena sedikit itu, bisa berdampak banyak. Oleh karenanya, cegah hal tersebut dengan menjalin komunikasi yang terbuka dan jujur kepada masing-masing pasangan! Dan, jangan lupa pula untuk tetap saling menghargai pasangan dan saling memaafkan apabila ada kesalahan, ya!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.