Syok Kardiogenik; Berikut ini Gejala dan Pemicunya

Syok kardiogenik

Syok kardiogenik adalah kondisi di mana organ jantung mendadak mengalami gangguan. Akibatnya, ia tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya –yaitu mencukupi pasokan darah yang dibutuhkan oleh tubuh, termasuk pasokan darah yang dibutuhkan oleh otot dan otak.

Go Dok- Jika Anda memiliki anggota keluarga atau sahabat yang menderita gangguan pada organ jantung, maka sebaiknya Anda harus waspada pada kemungkinan bahwa mereka berisiko terkena gangguan medis yang dikenal dengan istilah syok kardiogenik.

Apa itu syok kardiogenik?

Pada dasarnya, syok kardiogenik adalah kondisi di mana organ jantung mendadak mengalami gangguan. Akibatnya, ia tidak mampu menjalankan tugas dan fungsinya –yaitu mencukupi pasokan darah yang dibutuhkan oleh tubuh, termasuk pasokan darah yang dibutuhkan oleh otot dan otak.

Apa saja gejalanya?

Berikut beberapa gejala syok kardiogenik yang harus Anda ketahui dan waspadai:

  1. Wajah dan kulit tubuh terlihat pucat
  2. Detak jantung terasa lebih cepat (takikardi)
  3. Jari tangan dan kaki mengeluarkan keringat dingin
  4. Denyut nadi teraba dan terasa cepat serta melemah
  5. Nafas menjadi pendek dan cepat
  6. Pasien terlihat seperti bingung dan cemas, atau linglung
  7. Sesak napas
  8. Frekuensi buang air kecil menurun, atau bisa tidak buang air kecil sama sekali
  9. Hilang kesadaran; pasien bisa saja pingsan, atau bahkan koma.

Dilihat dari gejala di atas, maka bisa dipastikan bahwa syok kardiogenik merupakan kondisi medis yang perlu mendapatkan penanganan tepat dengan segera. Tapi, apa sebenarnya yang menjadi pemicunya? Ternyata, kondisi ini utamanya disebabkan oleh serangan jantung.

Lengkapnya, ketika seseorang mengalami serangan jantung, maka aliran darah yang harusnya menyuplai otot-otot jantung akan tersumbat sebagian atau sepenuhnya. Jika aliran darah berkurang, maka oksigen yang dibutuhkan otot jantung untuk bekerja pun akan berkurang juga. Inilah yang kemudian membuat otot jantung melemah.

Lalu, apa yang menjadi pemicunya?

Selain serangan jantung, syok kardiogenik juga bisa dipicu oleh kondisi medis lain, seperti:

  • Aritmia (fibrilasi ventrikel, takikardia supraventrikular, dan takikardia ventrikel).
  • Emboli paru; sebuah kondisi medis yang ditandai dengan tersumbatnya arteri paru-paru oleh gumpalan darah.
  • Endokarditis
  • Miokarditis
  • Temponade perikardial; sebuah kondisi medis yang ditandai oleh meningkatnya jumlah darah atau cairan pada jantung yang akhirnya menyebabkan otot jantung gagal memompa darah dengan benar dan optimal.

Selain bisa menimpa individu yang terbukti menderita penyakit jantung koroner, syok kardiogenik juga bisa menimpa mereka yang memiliki riwayat penyakit diabetes, pernah terkena serangan jantung atau gagal jantung, menderita tekanan darah tinggi, atau berusia lanjut.

Itu tadi sekelumit penjelasan tentang syok kardiogenik. Sebenarnya, kondisi ini dapat dicegah sejak dini dengan menerapkan beberapa langkah preventif, seperti dengan rajin berolahraga, mulai menerapkan pola hidup sehat, hingga cermat dalam mengolah berat badan agar tetap ideal. Jadi, jangan patah semangat, ya! Semoga bermanfaat.