Stroke; Gejala, Penyebab, Penanganan

stroke

Stroke terjadi saat suplai darah ke bagian otak terputus atau sangat sedikit jumlahnya. Inilah yang membuat otak akhirnya kekurangan oksigen dan nutrisi; dan bisa memicu kematian sel otak jika dibiarkan terus berlanjut.

GoDok- Stroke- Apa yang terlintas pertama kali dalam benak Anda setiap kali mendengar istilah ‘stroke’? Kesusahan berbicara; atau, kelumpuhan sebelah bahkan seluruh badan? Lantas, apa penyebab stroke? Cari tahu semua lewat penjelasan khas Go Dok berikut ini!

Mengenal stroke

Stroke terjadi saat suplai darah ke bagian otak terputus atau sangat sedikit jumlahnya. Inilah yang membuat otak akhirnya kekurangan oksigen dan nutrisi; dan bisa memicu kematian sel otak jika dibiarkan terus berlanjut. Mengingat dampaknya yang sangat mengerikan, tidak heran jika stroke kemudian dikelompokkan ke dalam keadaan DARURAT medis yang memerlukan penanganan tepat dan cepat.

Gejala

Segera bawa anggota keluarga atau kerabat ke dokter atau rumah sakit terdekat jika terbukti menunjukkan gejala penyakit ini berikut ini:

  • Kesulitan berbicara
  • Kelumpuhan atau mati rasa pada wajah, lengan, atau tungkai. Untuk lebih memastikan, ada dua opsi yang dapat Anda lakukan:1. Meminta pasien untuk tersenyum. Jika satu sisi wajah terkulai, maka kemungkinan besar ia terkena stroke; 2. Cobalah untuk mengangkat kedua lengan hingga di atas kepala, karena stroke umumnya ditandai oleh terjatuhnya satu tangan.
  • Sakit kepala. Sakit kepala yang tiba-tiba dan parah; biasanya disertai dengan muntah, pusing, atau kesadaran yang berubah.
  • Kesulitan berjalan.

Lantas, apa yang harus dilakukan jika menemukan sesorang yang diduga mengalami stroke? Jangan panik! Carilah pertolongan medis segera dan lakukan FAST’ berikut:

  • Face.Mintalah orang tersebut untuk tersenyum. Apakah satu sisi wajah terkulai?
  • Arms. Mintalah orang tersebut untuk mengangkat kedua lengannya. Apakah salahsatu atau kedua lengan tidak bisa diangkat?
  • Speech. Mintalah orang tersebut untuk mengulangi kalimat sederhana. Apakah ucapannya tidak jelas atau aneh?
  • Time.Jika Anda mengamati tanda-tanda ini, SEGERA hubungi fasilitas/petugas kesehatan.

Ingat, jangan menunggu untuk melihat apakah gejala akan hilang atau tidak! Sebab, semakin lama penyakit ini tidak ditangani, maka semakin besar pula risiko terjadinya kerusakan otak dan kecacatan.

Penyebab

Penyakit ini pada umumnya disebabkan oleh pembuluh darah arteri yang tersumbat (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Namun, dalam  kasusnya, dapat dipicu oleh terganggunya aliran darah ke otak yang bersifat sementara (Transient Ischemic Attack -TIA).

1. Stroke iskemik

Ternyata, 85% kasus stroke tergolong dalam jenis iskemik. Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah arteri ke otak tersumbat sehingga menyebabkan aliran darah berkurang (iskemia). Stroke iskemik yang paling umum meliputi:

  • Stroke trombotik. Stroke trombotik terjadi saat bekuan darah (trombus) terbentuk di salah satu pembuluh darah arteri yang bertugas memasok darah ke otak. Bekuan darah sendiri bisa disebabkan oleh terbentuknya deposit lemak (plak) di arteri dan menyebabkan berkurangnya aliran darah (aterosklerosis) atau kondisi arteri lainnya.
  • Stroke embolik

2. Stroke hemoragik

Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah. Ternyata, banyak faktor yang dapa memicu kondisi ini, seperti tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol (hipertensi), penggunaan berlebih senyawa antikoagulan, dan aneurisma. Jika dilihat dari jenisnya, maka stroke hemoragik terbagi menjadi:

  • Perdarahan intracerebral; kondisi ini dipicu oleh tekanan darah tinggi, trauma, malformasi vaskular, dan penggunaan obat pengencer darah.
  • Perdarahan subarachnoid. Dalam perdarahan subarachnoid, arteri di atau dekat permukaan otak pecah sehingga darah masuk ke ruang antara permukaan otak dan tengkorak. Biasanya, kondisi ini ditandai oleh sakit kepala yang tiba-tiba dan parah.
Faktor risiko 

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena:

Faktor gaya hidup :

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Tidak aktif secara fisik
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain dan methamphetamine

Faktor medis:

  • Tekanan darah tinggi
  • Merokok, atau sering terpapar asap rokok
  • Dislipidemia
  • Diabetes
  • Penyakit kardiovaskular

Faktor lain :

  • Riwayat stroke pribadi (berulang) atau keluarga
  • Usia 55 tahun atau lebih
  • Jenis kelamin; pria lebih berisiko daripada wanita.
Diagnosis

Demi menentukan treatment yang paking tepat untuk menangani penyakit ini, tim darurat (dokter dan perawat) perlu mengevaluasi jenis stroke dan area otak yang terkena stroke. ,Untuk menentukan jenis stroke, tim darurat umumnya menggunakan beberapa jenis tes, seperti:

  • Tes darah.
  • CT scan; ditujukan untuk memastikan ada tidaknya pendarahan, tumor, dan kondisi lainnya.
  • Magnetic Resonance Imaging(MRI). Dengan memeanfaatkan gelombang radio dan magnet yang kuat, tim darurat bisa mendapatkan tampilan otak yang mendetail.
Penanganan

Perlu diketahui bahwa penanganan bagi pasien stroke sangatlah didasarkan pada jenis stroke yang diderita, seperti:

  • Stroke iskemik

Penanganan darurat dengan obat-obatan seperti aspirin, tindakan Intravenous injection of tissue plasminogen activator (TPA), endarterektomi karotis, angioplasty, dan stent.

  • Stroke hemoragik

Penanganan darurat stroke hemoragik berfokus pada pengendalian pendarahan dan upaya mengurangi tekanan di otak. Karenanya, prosedur bedah bisa saja dilakukan untuk membantu mengurangi risiko di kemudian hari.

Komplikasi

Stroke terkadang dapat menyebabkan cacat sementara atau permanen; tergantung pada seberapa parah dan bagian otak mana yang kekurangan aliran darah. Berikut komplikasi stroke yang lain:

  • Kelumpuhan atau kehilangan gerakan otot
  • Kesulitan berbicara atau menelan
  • Kehilangan memori atau kesulitan berpikir
  • Nyeri stroke sentral atau sindrom nyeri sentral. Kondisi ini umumnya berkembang beberapa minggu setelah stroke, dan bisa membaik seiring berjalannya waktu.
  • Perubahan dalam perilaku dan kemampuan merawat diri
Pemulihan dan rehabilitasi stroke

Setelah melewati fase darurat, perawatan stroke biasanya berfokus pada pemulihan kekuatan fisik pasien. Karenanya, tidak heran jika kemudian program rehabilitasi pasien berlanjut pasca pasien meninggalkan rumah sakit. Berikut rincian anggota tim rehabilitasi pasien stroke yang dapat menjadi acuan Anda:

  • Dokter (Spesialis Saraf&Spesialis Rehabilitasi Medik)
  • Perawat
  • Ahli gizi
  • Terapis (Fisik, Bicara, dll)
  • Psikolog atau psikiater

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.