Skoliosis; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Skoliosis

 

 

Skoliosis mengacu pada kondisi medis di mana tulang belakang melengkung (serupa huruf C atau S) ke samping kiri ataupun kanan dengan besaran sudut yang bervariasi. Meskipun terbukti dapat mengenai siapa saja tidak peduli usia maupun jenis kelamin, namun kebanyakan kasus menimpa anak-anak dengan rentang usia 10 – 15 tahun.

Go Dok- Skoliosis- Pernahkah Anda melihat seseorang dengan tulang punggung yang menyamping? Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal dengan istilah ‘skoliosis’. Yuk, kenali apa itu  melalui penjelasan lengkap berikut ini!

Mengenal skoliosis

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, skoliosis mengacu pada kondisi medis di mana tulang belakang melengkung (serupa huruf C atau S) ke samping kiri ataupun kanan dengan besaran sudut yang bervariasi. Meskipun terbukti dapat mengenai siapa saja tidak peduli usia maupun jenis kelamin, namun kebanyakan kasus ini menimpa anak-anak dengan rentang usia 10 – 15 tahun.

Pada kasus skoliosis ringan, kondisi ini tidaklah membutuhkan penanganan khusus. Namun, bukan berarti Anda bisa lengah! Karena jika tidak dipantau, kondisi serta kelengkungan tulang belakang akan semakin parah. Inilah yang kerapkali membuat penderitanya diharuskan menjalani pembedahan demi mengembalikan kondisi tulang belakang seperti semula.

Epidemiologi
  • Rentan menimpa mereka yang berusia12 – 14 tahun.
  • Rasio penderita antara wanita dan pria adalah3 : 1
  • Genetika terbukti meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit ini
Penyebab

Perlu diketahui bahwa mayoritas kasus skoliosis (8 dari 10 kejadian) termasuk ke dalam jenis idiopatik -yaitu, yang tidak diketahui penyebabnya.  Namun, banyak ahli yang mempercayai bahwa penyakit ini dipicu oleh faktor genetika; bukan kesalahan dalam postur tubuh, olahraga, maupun diet.

Selain genetika, ternyata terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang rentan terkena , seperti:

  • Tulang belakang yang tidak terbentuk sempurna didalam rahim.
  • Kondisi penyakit saraf atau otot.
  • Keausan tulang belakang terkait dengan usia.Hal ini disebut juga sebagai skoliosis degeneratif yang umumnya terjadi pada orang dewasa dan lansia.
  • Posisi lahir dan posisi tidur bayi. Faktanya, dua hal tersebut memicu anak yang berusia kurang dari 2 tahun rentan terkena skoliosis
Gejala

Berikut beberapa gejala  umum yang dapat Anda waspadai:

  • Tulang yang melengkung
  • Penonjolan tulang pada satu sisi
  • Bahu dan pinggang yang tidak rata
  • Tulang pinggul dan rusuk yang menonjol pada satu sisi
  • Nyeri pada punggung
Diagnosis

Jika anak atau kerabat terbukti menunjukkan gejala seperti yang disebutkan sebelumnya, maka segeralah berkonsultasi ke dokter atau rumah sakit terdekat. Biasanya, dokter akan menyarankan solusi foto tulang punggung demi mengetahui tingkat keparahannya. Setelahnya, barulah Anda akan dirujuk kepada dokter spesialis untuk menentukan pilihan pengobatan.

Penanganan

Ternyata, terdapat beberapa langkah penanganan yang dapat Anda coba, seperti:

  • Olahraga. Dengan rajin berolahraga, Anda dapat memperkuat kondisi punggung sekaligus mengurangi rasa sakit akibat skoliosis. Namun, ingat! Konsultasikan terlebih dahulu jenis olahraga yang tepat dengan dokter agar mendapatkan manfaat yang optimal, ya!
  • Suntikan tulang belakang.Terapi ini ditujukan untuk meminimalisir dampak buruk skoliosis, seperti rasa sakit, kesemutan, hingga kebas/mati rasa yang menjalar dari punggung bawah ke
  • Alat penahan tulang belakang.Berfungsi untuk menopang tulang belakang, solusi ini banyak dicoba oleh penderita  yang tidak mungkin menjalani operasi.
  • Jika bertambah parah dan terbukti memicu komplikasi lain -seperti sakit punggung dan saraf tulang belakang yang terjepit atau teriritasi-, maka dokter akan menganjurkan penderita untuk menjalani prosedur operasi.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.