Skizofrenia; Gejala, Penyebab dan Penanganan

Skizofrenia

Skizofrenia adalah penyakit jiwa yang serius karena memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, mengatur emosi, membuat keputusan, dan berhubungan dengan orang lain.

Go Dok- Dari sekian banyak jenis penyakit jiwa, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan skizofrenia. Yuk, kenali lebih dalam penyakit ini -termasuk gejala dan cara penanganannya- lewat penjelasan lengkap di bawah ini!

Mengenal Skizofrenia

Skizofrenia adalah penyakit jiwa yang serius karena memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir jernih, mengatur emosi, membuat keputusan, dan berhubungan dengan orang lain.

Di seluruh dunia, angka kejadian penyakit ini adalah 1% dari total populasi. Penyakit jiwa ini merupakan penyakit yang kompleks dan memerlukan penanganan jangka panjang.  Lebih lanjut, penyakit jiwa ini juga dapat menimpa pria maupun wanita dari semua jenjang usia.

Penyebab

Berikut beberapa hal yang diduga oleh para ahli dan dokter dapat menyebabkan skizofrenia:

  • Genetik; skizofrenia tidak disebabkan oleh hanya satu variasi genetik, namun merupakan interaksi kompleks antara genetika dan pengaruh lingkungan. Studi juga mengungkapkan bahwa riwayat psikosi pada keluarga -misalnya orang tua atau saudara kandung- terbukti meningkatkan risiko individu terkena penyakit ini. Risiko tertinggi terjadi ketika kembar identik didiagnosis terkena penyakit ini; sedangkan kembar tidak identik memiliki peluang sekitar 50-50.
  • Lingkungan hidup; kondisi lingkungan sekitar yang tidak sehat secara sosial dapat memicu timbulnya gejala skizofrenia lebih cepat.
  • Paparan virus atau malnutrisi sebelum kelahiranterutama pada trimester pertama dan kedua.
  • Peradangan atau penyakit autoimun; karenadapat menyebabkan peningkatan sistem kekebalan tubuh
  • Ketidakseimbangan neurotransmitter (dopamine dan glutamat).
  • Penggunaan zat adiktif; studi mengungkapkan bahwa konsumsi zat adiktif yang dimulai sejak usia muda terbukti dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.
Gejala

Sulit untuk mendiagnosis penyakit ini pada remaja karena biasanya bersifat non spesifik. Namun, tetap saja terdapat beberapa tanda awal  -disebut sebagai periode ‘prodomal’- yang mencakup:

  • Perubahan pertemanan dengan teman-teman di sekolah
  • Penurunan nilai di sekolah
  • Masalah gangguan tidur
  • Iritabilitas
  • Mengisolasi diri dari lingkungan sekitar
  • Sering merasa curiga berlebih terhadap orang lain.

Jika anak terbukti menunjukkan gejala di atas, maka segera temui psikiater untuk mendapatkan evaluasi medis yang komprehensif. Untuk diagnosisnya sendiri,  setidaknya harus ditemui gejala berikut dalam kurun waktu 6 bulan:

  • Penderita seperti mendengar, melihat, atau mencium sesuatu yang tidak terlihat, terdengar, atau tercium oleh orang lain.
  • Delusi. Dapat dipahami sebagai keyakinan yang salah dan tidak berubah -bahkan ketika penderita diperlihatkan faktasebenarnya-, delusi membuat pasiennya sulit berkonsentrasi dan bingung.
  • Timbul gejala negatif yaitu emosi datar, berbicara dengan cara yang membosankan, dan terus menerus bicara. Pasein dengan gejala negatif tidak dapat memulai aktivitas, menunjukkan sedikit minat dalam hidup, dan sulit mempertahankan hubungan sosial dengan orang lain.
  • Timbul masalah kognitif/pemikiran yang tidak terorganisir. Pasiendengan gejala kognitif skizofrenia seringkali kesulitan dalam mengingat sesuatu, mengatur pikiran, atau menyelesaikan tugasnya.
  • Perilaku tidak teratur atau suka mematung/katatonik.
  • Bicara tidak terorganisir, topik pemikiran dapat melompat-lompat, dan kalimat-kalimat tidak tertata dengan baik.
Diagnosis

Mendiagnosis penyakit ini tidaklah mudah sebab terdapat beragam kondisi yang menunjukkan gejala sama dengan penyakit jiwa ini, sebut saja konsumsi Methamphetamines atau LSD.

Meskipun tidak ada tes fisik atau laboratorium tunggal yang dapat mendiagnosis penyakit ini, namun tim medis dan paramedis tetap dapat melakukan pengamatan gejala dan jalannya penyakit selama ± 6 bulan. Agar hasil diagnosa tepat, tim ahli harus terlebih dahulu menyingkirkan faktor lain, seperti tumor otak atau gangguan kejiwaan lain semisal bipolar disorder.

Penanganan

Sayangnya, hingga kini belum ditemukan obat yang dapat mengobati skizofrenia. Tenang! Sejatinya, penyakit jiwa ini tetap dapat ditangani dengan cara berikut:

  • Obat-obatan antipsikotik
  • Perawatan di rumah sakit -khususnya untuk episode psikotik pertama
  • Psikoterapi untuk mengubah perilaku kognitif
  • Dukungan asertif dan suportifdari lingkungan sekitar (keluarga, masyarakat, dll).
  • Pengelolaan diri dan edukasi.

Perlu diketahui pula bahwa pasien skizofrenia umum sekali menderita keluhan lain, semisal:

  • Penyalahgunaan zat adiktif
  • Posttraumatic Stress Disorder(Gangguan stress pasca trauma)
  • Gangguan obsesif-kompulsif
  • Depresi mayor

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.

 

VR/PJ/MA

Referensi