Sindrom Nefrotik; Cari Tahu Penjelasannya di Sini!

sindrom nefrotik
Sindrom nefrotik merupakan sebuah kondisi medis yang dipicu oleh kemunduran fungsi ginjal. Mengingat dampak mengerikan yang disebabkannya, maka tidak berlebihan rasanya jika Anda mulai memperhatikan kesehatan tubuh -terutama organ ginjal- sejak dini

GoDokSindrom nefrotikBeberapa saat yang lalu, menyebar sebuah foto yang memampang sosok anak kecil dengan selembar kertas di tangannya. Di kertas itu, si anak meminta Presiden RI -Joko Widodo- untuk memberikan bantuan medis agar ia bisa sembuh dari penyakit sindrom nefrotik yang menderanya. Lantas, apa itu sindrom nefrotik?

Apa itu sindrom nefrotik?

Pada dasarnya, sindrom nefrotik merupakan sebuah kondisi medis yang dipicu oleh kemunduran fungsi ginjal. Seperti yang telah Anda ketahui, ginjal merupakan organ tubuh yang bekerja menyaring darah. Nah, pada pasien ini, organ ginjal tidak bisa menyaring darah dengan sempurna. Dampaknya, protein yang seharusnya disimpan dalam plasma darah justru ikut terbuang bersamaan dengan urin.

Lantas, apa yang terjadi jika keseimbangan protein dalam tubuh terganggu? Selain memicu pembengkakan (dikenal juga dengan istilah ‘edema’), hal ini juga bisa menyebabkan timbulnya pembekuan darah, meningkatnya tekanan darah, hingga meningkatkan risiko terkena gagal ginjal dan jantung.

(Baca: 10 Fungsi Ginjal Bagi Tubuh)

Ternyata, sindrom nefrotik disebabkan oleh…

Jika ingin membahas penyebabnya, maka Anda harus mengetahui dulu anatomi ginjal -setidaknya yang berkaitan dengan glomeruli. Perlu diketahui, bahwa dalam skala yang lebih kecil, ginjal terdiri atas kumpulan glomeruli -pembuluh darah yang berfungsi untuk menyaring dan memisahkan senyawa yang masih dibutuhkan oleh tubuh dari zat buangan yang akan dikeluarkan melalui urin. Nah, jika terjadi kerusakan -atau ‘kebocoran’- pada glomeruli, maka besar kemungkinan akan terdapat beberapa senyawa penting yang ikut dikeluarkan melalui urin -salah satunya adalah protein.

Lalu, apa saja faktor pemicu kerusakan glomeruli ini? Berikut poin lengkapnya:

  1. Perubahan pada glomeruli. Faktanya, 90% kasus sindrom nefrotik pada anak disebabkan oleh adanya perubahan fungsi glomeruli. Sayangnya, peubahan ini bersifat sangat minim dan tidak bisa dideteksi dengan mudah.
  2. Membranous glomerulonephritis; sebuah kondisi di mana jumlah membran glomeruli mengalami penambahan. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, namun, para ahli percaya bahwa terdapat beberapa penyakit yang bisa memicu kondisi ini -seperti malaria, lupus, dan hepatitis.
  3. Glomerulosklerosis segmental atau fokal. 10% kasus penyakit ini disebabkan oleh adanya jaringan parut pada glomeruli.
  4. Tidak salah rasanya jika banyak yang menganggap bahwa diabetes merupakan penyakit kronik penggerogot fungsi organ tubuh. Buktinya, selain menganggu keseimbangan kadar gula dalam darah, diabetes juga bisa memicu kemunduran fungsi ginjal penyebab penyakit ini.  
  5. Penggunaan obat-obatan. Jika Anda terbiasa mengonsumsi obat-obatan secara rutin dan dalam jumlah yang banyak, maka waspadai salah satu komplikasinya -yaitu, menurunnya kemampuan ginjal dalam menyaring darah. Jika dibiarkan terus berlanjut, hal ini dapat menjadi cikal bakal penyakit ini.

(Baca: Amankah Mengonsumsi Obat Tanpa Resep Dokter?)

Apa yang harus dilakukan?

Mengingat dampak mengerikan yang disebabkan oleh penyakit ini, maka tidak berlebihan rasanya jika Anda mulai memperhatikan kesehatan tubuh -teruatama organ ginjal- sejak dini. Selain dengan rutin memeriksakan kesehatan ke dokter atau rumah sakit terdekat, Anda juga disarankan untuk rajin mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang seimbang.

Itu tadi sekelumit penjelasan mengenai sindrom nefrotik. Semoga bermanfaat!