Sindrom Kecanduan Seksual dan Cara Mengatasinya

sindrom kecanduan seksual

Go Dok- Sindrom kecanduan seksual- Apakah kondisi kecanduan seksual atau yang biasa disebut “gila seks” benar-benar ada? Ya, kondisi ini memang ada, dan mungkin saja penderitanya terdapat di sekitar Anda.  Orang-orang yang mengalami kecanduan seksual, hampir seluruh aspek hidupnya bisa saja dikendalikan oleh hasrat untuk melakukan hubungan seksual. Dan hal ini tentu dapat berbahaya, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Ingin tahu lebih lanjut? Mari mengenal sindrom kecanduan seksual lewat penjelasan berikut ini.

Apa itu sindrom kecanduan seksual?

Sindrom kecanduan seksual, atau perilaku seksual kompulsif, merupakan sebuah kesenangan berlebihan terhadap fantasi seksual, dan desakan atas hasrat seksual serta kebiasaan melakukannya tanpa bisa dikontrol. Biasanya, kondisi ini disebut pula hypersexuality, dan dapat menimbulkan perasaan tertekan, serta memberikan efek negatif terhadap kehidupan penderitanya, baik dalam lingkup kesehatan, hubungan, pekerjaan, dan hal-hal lain dalam hidup.

Kecanduan seksual bisa saja melibatkan beragam kegiatan seksual yang cukup umum didapati, seperti masturbasi, cybersex, pornografi, mengunjungi rumah bordil, dan memiliki banyak pasangan seksual. Hanya saja, perilaku tersebut dilakukan dalam tingkat yang berlebihan. Penderita akan merasa bahwa kebutuhan untuk melakukan hubungan seksual merupakan tujuan utama dan pusat dari hidupnya.

Apa saja gejala sindrom kecanduan seksual?

Berikut adalah beberapa hal yang bisa mengindikasikan bahwa Anda menderita sindrom kecanduan seksual :

  • Memiliki fantasi seksual secara terus menerus dalam kadar intens,
  • Memiliki desakan seksual atau perilaku seksual berlebihan yang memakan banyak waktu tanpa bisa dikontrol,
  • Merasa harus melakukan suatu kegiatan seksual, di mana setelahnya Anda merasa puas, namun di saat yang sama juga merasa bersalah,
  • Menggunakan hubungan atau kegiatan seksual sebagai pelarian dari setiap masalah hidup, baik rasa kesepian, depresi, atau stres.
  • Anda merasa sulit dan bermasalah dalam mempertahankan hubungan yang stabil dan sehat dengan pasangan.
  • Seks adalah satu-satunya hal yang dapat menyenangkan dan memuaskan Anda, namun di dalam hati justru terdapat perasaan kosong.
Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Sejatinya, cara yang paling baik untuk mengatasi sindrom kecanduan seksual adalah dengan berkonsultasi pada dokter spesialis, terutama jika Anda memiliki perasaan ingin bunuh diri dan stres tingkat tinggi. Dan karena kemungkinan besar penyebab sindrom ini adalah kelainan psikologis, Anda bisa pula mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Berikut adalah beberapa perawatan yang mungkin diresepkan dan disusun oleh mereka :

1. Mengikuti program-program pemulihan

Beberapa lembaga atau rumah sakit memiliki program rehabilitasi untuk mereka yang menderita kecanduan seksual. Kunci dari program ini, adalah Anda harus terbuka dan berani bicara dengan orang lain di grup tersebut. Biasanya, akan ada sesi “curhat”, di mana pasien lain juga akan menceritakan pengalaman mereka, dan berbagi perasaan. Program ini bisa sangat berguna dalam mengidentifikasi kebiasaan seksual Anda dan penyebabnya, yang dapat berujung pada pengontrolan diri yang lebih baik.

2. Cognitive behavorial therapy

Terapi yang satu ini dapat mengatasi sindrom kecanduan seksual dengan membantu penderitanya mengidentifikasi hal yang menjadi penyebab mereka kecanduan seks. Hal ini bisa mengajarkan mereka bahwa kelainan tersebut dapat disembuhkan dengan perubahan perilaku sehari-hari. Hal ini biasanya dilakukan dengan terapis atau psikiater yang berpengalaman. Namun, yang tak kalah penting adalah dukungan dan pengertian dari pasangan serta orang-orang terdekat.

3. Obat-obatan

Selain terapi dan sesi program grup, dokter mungkin juga akan meresepkan obat-obatan tertentu. Biasanya, obat-obatan ini termasuk anti-depressant (untuk mengurangi stres dan depresi), mood-stabilizer (obat yang menstabilkan suasana hati dan perasaan), obat anti-androgen (bisa mengurangi efek biologis dari hormon seksual androgen pada pria), dan obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengurangi kecanduan pada alkohol atau zat adiktif lainnya.

Nah, itu dia serba-serbi sindrom kecanduan seksual yang harus Anda ketahui. Jika mengalami gejala-gejalanya, jangan malu untuk berkonsultasi pada dokter spesialis atau orang terdekat. Ingat, Anda tidak sendirian! Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Diskusikan permasalahan kesehatan seputar seks Anda dengan Tim Dokter Go Dok, langsung dari Smartphone, GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.

SF/PJ/MA

Referensi