Sifilis; Penyebab, Gejala dan Penanganan

sifilis

Sifilis ternyata dipicu oleh infeksi bakteri Treponema pallidum dan dapat menular dengan berbagai cara, seperti kontak/aktivitas seksual, ciuman (yang notabene merupakan kontak dekat tanpa pelindung dengan lesi aktif), atau infeksi yang diturunkan ibu ke janin yang dikandungnya.

 GoDok- Sifilis- Dari sekian banyak penyakit menular seksual yang ada, sifilis merupakan jenis yang harus Anda waspadai. Yuk, kenali penyakit ini lebih dalam lewat penjelasan khas Go Dok berikut!

Mengenal sifilis

Sifilis adalah suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Biasanya, penyakit ini ditandai dengan munculnya luka yang tidak nyeri pada alat kelamin, rektum, atau mulut.

Sejatinya, sifilis dini bisa disembuhkan dengan suntikan penisilin. Namun, banyak pasien yang tidak mendapatkan penanganan medis segera karena terbentur ketidaktahuan. Akibatnya, mereka menjadi rentan terkena kerusakan jantung, otak, atau organ tubuh lainnya.

Penyebab

Sifilis ternyata dipicu oleh infeksi bakteri Treponema pallidum dan dapat menular dengan berbagai cara, seperti kontak/aktivitas seksual, ciuman (yang notabene merupakan kontak dekat tanpa pelindung dengan lesi aktif), atau infeksi yang diturunkan ibu ke janin yang dikandungnya.

Ingat, penyakit ini tidak akan mampu menginfeksi tubuh sehat kecuali lewat cara di atas! Jadi, jangan percaya dengan tuduhan bahwa penyakit ini bisa menyebar lewat penggunaan toilet, bak mandi, pakaian, peralatan makan, atau penggunaan kolam renang yang sama.

Gejala

Faktanya, tingkat keparahan penyakit ini menentukan gejala apa saja yang muncul. Berikut penjelasan lengkapnya:

  • Sifilis primer

Tanda pertama bila terkena  adalah munculnya lesi kecil -disebut chancre (diucapkan shang-kər). Berbeda dengan lesi akibat kondisi medis lain, chancre umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri, berdiameter 1-2 cm, umumnya muncul di sekitar organ intim dan rektum, serta bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3-6 minggu.

  • Sifilis sekunder

Setelah chancre menghilang, pasien umumnya akan mengeluhkan timbulnya ruam tidak gatal yang berawal dari tubuh bagian tengah, namun kemudian menyebar hingga menutupi seluruh tubuh. Dalam beberapa kasus, pasien juga bisa mengeluhkan kondisi lain, seperti kerontokan rambut, nyeri otot, demam, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Sifilis laten

Jika tidak diobati bisa berkembang ke tahapan laten. Di tahap ini, pasien tidak akan menunjukkan gejala apapun, hingga akhirnya bertambah parah dan mencapai tahap tersier.

  • Sifilis tersier (akhir)

Sekitar 15-30% penderita penyakit ini yang tidak mendapat pengobatan akan mengalami komplikasi yang dikenal sebagai sifilis tersier (akhir). Pada tahap ini, bisa merusak otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan persendian.

  • Sifilis kongenital

Nyatanya, ibu hamil yang terinfeksi dapat menularkan penyakit ini ke jabang bayi -baik melalui plasenta atau saat proses kelahiran. Meskipun awalnya bayi tidak akan menunjukkan gejala apapun; namun, secara perlahan mereka akan menunjukkan beragam komplikasi, semisal tuli, kelainan bentuk gigi, serta tidak sempurnanya bentuk ‘jembatan’ hidung.

Diagnosis

Untuk menentukan apakah seseorang terkena penyakit ini atau tidak, maka dokter akan menganjurkan berbagai macam bentuk pemeriksaan, seperti:

  • Tes darah;ditujukan untuk  memeriksa kondisi antibodi dalam tubuh serta carakerjanya dalam melawan infeksi.
  • Cairan spinal serebral. Jikaditakutkan dapat memicu komplikasi pada sistem saraf, maka dokter bisa melakukan pemeriksaan terhadap sampel cairan serebrospinal melalui prosedur pungsi lumbal.
Penanganan

Seperti yang telah disinggung sebelumnya,  dini dapat disembuhkan dengan terapi penisilin (jenis antibiotik yang dapat membunuh organisme pemicu penyakit ini). Semakin lama dibiarkan, maka akan semakin besar pula dosis penisilin yang diberikan. Karenanya, segera konsultasikan kesehatan Anda jika terbukti mengalami satu atau beberapa gejalanya  yang telah disebutkan di atas.

Pencegahan

Mengingat betapa mengerikannya dampak sifilis, maka tidak ada salahnya bagi Anda untuk melakukan berbagai langkah pencegahan, seperti:

  • Abstain atau monogami. Satu-satunya cara untuk menghindari penyakit iniadalah dengan abstain melakukan hubungan seks. Pilihan terbaik berikutnya adalah dengan setia pada satu pasangan saja.
  • Gunakan kondom
  • Skrining untuk wanita hamil. Seseorang bisa saja terinfeksi sifilis dan tidak mengetahuinya. Karenanya bagi ibu hamil, disarankan untuk melakukan prosedur skrining di fasilitas kesehatan terdekat.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.