Serba-serbi Mata Silinder, atau Astigmatisma, yang Harus Anda Ketahui

Serba-serbi mata silinder
Mata silinder -atau yang dikenal dengan istilah medis ‘astigmatisma’- merupakan gangguan penglihatan yang disebabkan oleh lensa atau kornea mata yang terlampau melengkung. Kenali serba-serbi mata silinder Ini!

GoDok – Serba-serbi mata silinderIstilah mata silinder memang akrab di telinga masayarakat Indonesia. Namun, akrabkah Anda dengan penyebab dan cara penanganannya? Agar tidak salah kaprah; yuk, kenali mata silinder -atau astigmatisma- lebih dalam melalui penjabaran lengkap berikut ini!

Apa itu mata silinder?

Serba-serbi mata silinder yang akan dibahas pertama adalah penganalannya terlebih dahulu. Mata silinder -atau yang dikenal dengan istilah medis ‘astigmatisma’- merupakan gangguan penglihatan yang disebabkan oleh lensa atau kornea mata yang terlampau melengkung.

Seperti yang telah Anda ketahui, mata normalnya berbentuk bola. Namun, tidak begitu halnya dengan penderita astigmatisma yang memiliki bola mata mirip cembungan sendok. Kondisi inilah yang menyebabkan cahaya yang masuk ke mata dibiaskan ke banyak arah sehingga objek yang terlihat berkesan kabur dan bergelombang.

Jika ditelisik lebih lanjut, astigmatisma dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Astigmatisma korneal; kondisi mata silindris yang diakibatkan oleh kecacatan pada kornea
  • Astigmatisma lentikular; kondisi mata silindris yang diakibatkan oleh kecacatan pada lensa mata

Jika ingin memastikan apakah Anda menderita astigmatisma atau tidak, maka dianjurkan untuk langsung berkonsultasi dengan dokter mata. Biasanya, dokter akan menyarankan 3 jenis tes, yaitu:

1. Uji refraksi

Tes jenis ini melibatkan penggunaan mesin refraktor optik. Cara kerjanya, Anda akan disuruh untuk membaca grafik melalui beberapa lensa kaca korektif. Dengan cara begitu, dokter dapat menentukan dengan pasti lensa mana yang paling tepat untuk diresepkan.

2. Uji tajam penglihatan

Dengan menyuruh Anda untuk membaca barisan huruf dari jarak tertentu, dokter dapat menentukan seberapa besar kerusakan penglihatan yang Anda alami.

3. Keratometry

Terakhir, tes yang dilakukan untuk menegakkan diagnosa mata silindris adalah dengan menggunakan alat bernama keratometer. Fungsinya tidak lain adalah untuk mengukur tingkat kelengkungan kornea.

 Gejala mata silinder

Segera konsultasikan kesehatan mata Anda jika mengalami beberapa gejala mata silinder berikut ini:

  • Penglihatan terkesan berbayang, kabur, dan buram
  • Sensitif terhadap paparan cahaya
  • Sering merasakan sakit kepala
  • Mata mudah lelah
  • Mengalami penyempitan sudut pandang
 Ternyata, mata silinder disebabkan oleh…

Serbi-serbi mata silinder yang akan dibahas selanjutnya yaitu mengenai penyebab mata silinder. Hingga kini, penyebab pasti keluhan astigmatisma belum ditemukan. Namun, terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang lebih rentan terkena gangguan penglihatan ini. Apa saja faktor yang dimaksud? Ini dia daftar lengkapnya:

  1. Riwayat keluarga yang terbukti menderita astigmatisma; atau gangguan mata lainnya, seperti degenerasi kornea.
  2. Menderita keluhan rabun jauh parah
  3. Menderita keluhan rabun dekat parah
  4. Adanya penipisan atau jaringan parut pada kornea
  5. Pernah menjalani operasi mata, seperti operasi katarak, dll.
Tangani mata silinder dengan cara ini!

Serba-serbi mata silinder terakhir yang akan dibahas seputar penanganan mata silinder. Ternyata, mata silindris dapat ditangani dengan 3 cara, yaitu:

1. Penggunaan lensa korektif

Cara pertama yang dapat ditempuh untuk menangani mata silinder adalah dengan mengenakan lensa korektif. Dengan mengenakan lensa korektif yang tepat, cahaya yang masuk ke mata dapat difokuskan agar jatuh tepat di retina.

2. Ortho-K (Orthokeratology)

Selanjutnya, langkah yang dapat ditempuh untuk menangani mata silinder adalah dengan menggunakan lensa kaku. Tujuannya tidak lain adalah untuk mengurangi tingkat kelengkungan kornea.

3. Tindakan operasi

Langkah terakhir, dan dianggap sebagai solusi yang dapat memberikan hasil permanen, adalah tindakan operasi dengan menggunakan laser. Dengan menempuh langkah ini, dokter mata akan mengubah bentuk kornea mata sedemikian rupa agar titik jatuh cahaya tepat berada di retina.

Tindakan operasi mata silinder dibagi menjadi 3 jenis, yaitu LASIK (Laser-Assisted In Situ Keratomileusis), LASEK (Laser Sub-Epithelial Keratomileusis), dan Fotorefraktif Keraktektomi (PRK).

Itu tadi serba-serbi mata silinder -atau astigmatisma- yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Download aplikasi Go Dok di sini.