Selulitis; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Selulitis

Kata ‘selulitis’ memiliki arti ‘radang pada sel’. Namun, secara khusus selulitis mengacu pada infeksi jaringan di bawah permukaan kulit, khususnya di bagian wajah, leher, dan kaki.

Go Dok – Akrabkah Anda dengan istilah ‘selulitis’? Jika belum, maka ada baiknya untuk menyimak penjelasan lengkap khas Go Dok berikut ini!

Mengenal Selulitis

Kata ‘selulitis’ memiliki arti ‘radang pada sel’. Namun, secara khusus selulitis mengacu pada infeksi jaringan di bawah permukaan kulit, khususnya di bagian wajah, leher, dan kaki.

Perlu diketahui bahwa pada manusia, kulit dan jaringan di bawah kulit merupakan lokasi paling umum terjadinya infeksi mikroba. Mengapa? Karena dua lapisan tadi merupakan benteng pertahanan awal tubuh dalam melawan infeksi bakteri dan mikroba. Nah, infeksi dapat terjadi bila ‘dinding penghalang’ ini rusak karena trauma, operasi, luka bakar, atau kena goresan & gigitan serangga.

Jika tidak dapat dibasmi tuntas oleh sistem imun, bakteri dapat tumbuh dengan pesat dalam tubuh karena ia berkembang dengan mengandalkan suhu, kelembapan, dan nutrisi yang ada di dalam kulit. Jika sudah begitu, bakteri akan melepas protein semacam enzim (toksin) yang menyebabkan kerusakan jaringan.

Pasca terkena toksin bakteri tadi, tubuh akan menunjukkan beragam rekasi, seperti rasa sakit, kemerahan, panas, dan pembengkakan. Apabila tidak diobati, maka kulit yang terinfeksi ini akan berkembang menjadi lebih besar hingga akhirnya menyebar ke sistem limfatik (limfangitis akut), kelenjar getah bening (limfadenitis), aliran darah (bakteremia), atau ke jaringan yang lebih dalam.

Penyebab

Bakteri yang paling sering menyebabkan selulitis adalah Streptococcus pyogenes (bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan) dan Staphylococcus aureus.

Streptococcus pyogenes dapat ditularkan dari orang yang menderita radang tenggorokan atau sakit lainnya yang berhubungan dengan bakteri ini. Pada kasus yang jarang, bakteri jenis ini dapat menyebabkan infeksi kulit berat dan berbahaya -dikenal dengan istilah necrotizing fasciitis. Kondisi ini merupakan salah satu kegawatdaruratan medis; karena jika tidak segera di atasi dapat menyebabkan kecacatan atau kematian akibat syok sepsis.

Beberapa jenis selulitis lainnya -seperti selulitis orbital (selulitis pada jaringan sekitar mata)-dapat disebabkan oleh bakteri anaerob (dapat tumbuh tanpa oksigen). Pada anak-anak, selulitis orbital umumnya dipicu oleh infeksi viirus Haemophilus influenzae tipe B.

Faktor risiko

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih berisiko terkena selulitis:

  • Memiliki riwayat kanker, diabetes, dan penyakit ginjal
  • Mengonsumsi obat steroid
  • Menderita HIV / AIDS
  • Terkena luka bakar
  • Banyak memiliki gigitan serangga
  • Orang yang tidak dapat berjalan dan berada dalam posisi irah baring untuk waktu yang lama
  • Luka pada kulit akibat garukan, dan sebagainya.
Gejala

Umumnya, selulitis ditandai dengan kulit kemerahan dengan batas yang tidak jelas, hangat, nyeri, dan bengkak. Selain itu, penyakit ini juga dapat ditandai oleh:

  • Demam
  • Tubuh menggigil
  • Kelelahan
  • Nyeri otot
  • Beberapa orang juga mengalami mual, muntah, persendian kaku, dan rambut rontok di tempat infeksi.
Diagnosis

Untuk mendiagnosa kondisi pasien penyakit ini, dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk mengetahui jenis bakteri yang menyebabkan infeksi; namun, tes tidak selalu dikerjakan kecuali pada kasus kasus selulitis yang tidak kunjung sembuh.

Berikut rincian tes penunjang yang dimaksud: 1) Jika luka kulit terlihat, maka kapas steril digunakan untuk mengambil sampel dari luka, atau 2) Jika tidak ada luka kulit yang jelas, maka jarum bisa digunakan untuk menyuntikkan sejumlah kecil larutan garam steril ke kulit yang terinfeksi; larutan kemudian akan ditarik kembali untuk diperiksa di bawah mikroskop.

Pemeriksaan darah lengkap juga bisa dilakukan dengan mengambil sampel darah dari lengan pasien. Dengan melihat jumlah sel darah putih, tes ini ditujukan untuk mengetahui ada tidak nya infeksi sistemik yang terjadi (bakteri masuk aliran darah).

Penanganan

Pengobatan dengan antibiotik adalah satu-satunya cara untuk mengobati penyakit yang berpotensi masuk ke aliran darah -termasuk selulitis. Selulitis ringan sampai sedang biasanya tidak memerlukan perawatan di rumah sakit dan dapat diobati dengan antibiotik oral (penisilin, eritromisin, atau  cloxacillin) yang diminum selama 3 – 5 hari.

Pemberian obat seperti acetaminophen (paracetamol) atau ibuprofen juga direkomendasikan untuk mengurangi rasa sakit sekaligus menurunkan demam. Untuk langkah perawatan umum, pasien dapat mencoba berbagai cara -seperti memperbanyak istirahat dan menempelkan kompres hangat ke daerah yang terinfeksi.

Lantas, bagaimana dengan kasus selulitis berat? Biasanya, pasien diharuskan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit. Penyebabnya karena pada kasus ini, antibiotik yang diberikan harus melalui pembuluh darah. Selain itu, pada beberapa kasusnya  juga memerlukan tindakan bedah drainase.

Komplikasi

Jika tidak segera ditangani, selulitis dapat memicu komplikasi berikut ini:

  • Infeksi kulit dalam (erysipelas)
  • Infeksi tulang atau sendi
  • Syok sepsis.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.