Ruam Popok – Gejala, Penyebab dan Penanganannya

Penyakit ruam popok
Ruam popok dikenal juga sebagai dermatitis popok, merupakan peradangan pada kulit bayi yang memicu timbulnya ruam disertai gatal pada daerah bokong.  Mari kenali penyakit ruam popok serta penyebab, gejala, diagnosa dan pengobatan ruam popok

GoDok – Sebagai orangtua yang baru memiliki bayi, tentunya Anda sering memakaikan popok pada si buah hati guna menampung kotoran dan air seninya. Maklum, toh si kecil belum bisa mengontrol sistem ekskresinya sendiri. Namun, bagaimana jika penggunaan popok justru menimbulkan ruam-ruam dan rasa gatal pada kulitnya? Jika hal ini terjadi, kemungkinan besar bayi Anda sedang mengalami ruam popok. Nah, agar dapat melakukan tindakan pencegahan terhadap kondisi ini, ada baiknya Anda mengetahui serba-serbi ruam popok berikut ini.

Mengenal ruam popok

Ruam popok (diaper rash), dikenal juga sebagai dermatitis popok, merupakan peradangan pada kulit bayi yang memicu timbulnya ruam disertai gatal pada daerah bokong.  Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pemakaian popok pada bayi, di mana kotoran dan air seni bayi yang menempel pada popok dan terus menerus bersentuhan dengan kulit. Sensitivitas kulit serta gesekan pada kulit juga memperparah keadaan ini. Sejatinya, penyakit ini bukan merupakan kondisi yang serius. Namun, jika dibiarkan, bisa saja bagian kulit yang mengalami ruam menjadi tempat berkembangnya infeksi ataupun virus sehingga menjadi kasus yang berat. Secara umum, hampir setiap bayi yang rutin menggunakan popok pernah mengalami penyakit ini.

Ruam popok biasanya terjadi pada bayi dengan 0 hingga 1 tahun. Di Amerika, dilaporkan sebanyak 4-35% kasus bayi mengalami ruam popok pada usia dua tahun pertama. Sementara di Indonesia, sebanyak 1 dari 3 bayi mengalami ruam popok pada usia 0-6 bulan.

(Baca: Atasi Biang Keringat Pada Bayi dengan 6 Cara Jitu Berikut Ini!)

Penyebab

Penyebab utama dari timbulnya ruam popok adalah penggunan popok yang tidak bersih, iritasi kulit terhadap zat, dan adanya gesekan antara kulit dan popok. Selain itu, pemilihan popok juga merupakan salah satu penyebab timbulnya ruam popok. Popok yang digunakan pada bayi biasanya adalah popok sekali pakai atau popok kain. Penggunaan berulang popok sekali pakai menjadikan kemungkinan penyakit ini makin besar angka kejadiannya.

Berbeda dengan popok kain, mencuci popok dengan deterjen atau sabun bilas dapat membuat iritasi kulit pada bayi yang kulitnya sensitif. Kondisi diperberat dengan keadaan popok yang basah karena air seni dan tinja bayi bersentuhan dengan kulit bayi. Hal ini merupakan media yang baik bagi perkembangbiakan  bakteri maupun jamur sehingga timbulah infeksi. Kulit yang basah dan kotor juga memperparah penyakit ini. Oleh karena itu, hal yang paling penting adalah menjaga kulit bayi tetap bersih dan kering.

(Baca: Cara Menjaga Kesehatan Kulit Bayi)

Tanda dan gejala

Ruam popok ditandai dengan timbulnya ruam kemerahan pada kulit yang tertutup oleh popok. Warna kemerahan pada kulit ini bisa terjadi berulang selama bayi menggunakan popok. Bahkan pada kasus yang lebih berat, kulit berwarna kemerahan tersebut dapat terkelupas dan kulit bayi menjadi kasar.

Berikut adalah tanda-tanda yang bisa menjadi acuan bagi untuk mendeteksi timbulnya ruam popok pada buah hati Anda :

  1. Kulit menjadi berwarna merah di bagian yang tertutup popok terutama bokong, selangkangan, alat kelamin atau lipatan paha.
  2. Biasanya bayi menjadi rewel dan menangis pada saat popok dibersihkan, kulitnya disentuh, maupun pada saat buang air kecil atau besar.

Jika kedua kondisi di atas bertambah parah atau ruam menyebar ke daerah yang tidak tertutup popok, segeralah berkonsultasi dan periksakan bayi Anda pada dokter anak.

Diagnosis

Sebetulnya, ruam popok merupakan suatu penyakit yang cukup mudah dikenali. Dokter biasanya akan memeriksa kulit bayi dan Anda akan diberi pertanyaan mengenai riwayat penggunan popok pada si buah hati. Lebih lanjut, dokter juga akan menanyakan kemungkinan penyebab lainnya kepada Anda, sehingga dapat dengan mudah memberikan terapi yang sesuai. Selain itu,  dokter juga akan memberikan resep berupa salep anti-jamur dan antibiotik jika diperlukan.

Jangan lupa, konsultasikan pula kepada dokter Anda mengenai merek popok, penggunaan bedak pada bayi, lotion, sabun pembersih popok, deterjen, dan frekuensi penggantian popok dalam sehari. Jika masih merasa belum cukup, Anda dapat pula bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan kulit bayi.

(Baca: Bingung Kenapa Bayi Menangis? Mungkin Ini Penyebabnya)

Pencegahan dan Pengobatan

Meskipun secara umum ruam popok akan sembuh dengan sendirinya, namun pada kasus tertentu penyakit ini bisa berkembang menjadi berat sehingga dibutuhkan penanganan khusus. Jika hal ini terjadi, terdapat beberapa langkah yang dapat Anda ambil, yaitu :

  1. Bersihkan kulit bayi yang tertutup popok dan usahakan bagian tersebut tetap kering setiap kali mengganti popok.
  2. Gantilah popok yang kotor sesering mungkin.
  3. Hindari penggunaan bedak, lotion, tisu basah yang mengandung alkohol pada bokong bayi. Penggunaan produk tersebut dapat memicu terjadinya ruam popok akibat iritasi kulit.
  4. Gunakan popok yang sesuai dengan ukuran tubuh si buah hati sehingga tidak terlalu ketat.
  5. Sesekali biarkan bayi Anda tidak menggunakan popok. Sebab, risiko terkena ruam popok juga akan berkurang bila frekuensi penggunaan popok pada bayi juga berkurang.
  6. Gunakan salep yang mengandung zinc oxide, sebab kandungan tersebutdapat membantu mengatasi  ruam popok.
  7. Selalu cuci tangan Anda dengan sabun serta air mengalir, sebelum dan sesudah mengganti popok bayi.
  8. Jagalah selalu kebersihan popok kain dan cucilah hingga bersih. Dalam membersihkannya, hindari pula pemakaian sabun atau deterjen yang dapat mengiritasi kulit bayi.
  9. Jangan lupa untuk selalu mengedukasi diri Anda sendiri guna mencegah ruam popok muncul kembali.

(Baca: Bunda, Yuk Kenali Serba-Serbi Lidah Putih pada Bayi)