Roseola; Penyebab, Gejala dan Penanganan

roseola

Roseola adalah penyakit yang umum sekali menimpa bayi atau anak kecil. Ditandai dengan demam tinggi dan ruam selama beberapa hari, penyakit ini ternyata dipicu oleh infeksi virus. 

GoDok- Bagi Anda para orangtua, akrabkah dengan penyakit ‘reseola’? Jika belum, cari tahu tentang penyakit ini -meliputi penyebab, gejala, hingga penanganan- lewat paparan khas Go Dok berikut!

Mengenal roseola

Sejatinya, roseola adalah penyakit yang umum sekali menimpa bayi atau anak kecil. Ditandai dengan demam tinggi dan ruam selama beberapa hari, penyakit ini ternyata dipicu oleh infeksi virus. Hal ini diperkuat dengan fakta yang mengungkapkan bahwa 33% kasus infeksi virus pada anak-anak terbukti memicu timbulnya sindrom demam dan ruam khas roseola.

Dalam dunia medis, roseola dikenal juga dengan istilah ‘roseola infantum atau ‘exanthem subitum’. Mengapa demikian? Karena penyakit ini sering sekali menimpa anak/bayi dengan rentang usia 6-36 bulan. Lebih lanjut, statistik juga menunjukkan bahwa mayoritas kasus penyakit ini terjadi pada musim semi dan awal musim panas (khusus di negara dengan 4 musim).

Penyebab

Sekitar 85% kasus roseola disebabkan oleh virus Human herpesvirus 6 ( HHV-6) dan Human herpesvirus 7 ( HHV-7). Jika HHV-6 sering dikaitkan dengan infeksi pertama pada anak, maka  HHV-7 biasanya ditemukan pada kasus  yang berulang.

Studi menunjukkan bahwa infeksi herpesvirus 6 (HHV-6) umumnya ditularkan melalui kontak langsung dengan air liur pasien; dan hal ini terjadi secara universal. Waspada! Data menunjukkan bahwa HHV-6 bertanggung jawab atas 10-45% kasus demam pada bayi di Amerika Serikat dengan rincian sebagai berikut:

  • 40% pada usia 12 bulan
  • 77% pada usia 24 bulan.

Dibutuhkan sekitar 5-15 hari bagi virus untuk berkembang di dalam tubuh hingga akhirnya menunjukkan gejala berupa demam tinggi (bisa mencapai 400C). Jika tidak segera ditangani, demam ternyata dapat memicu komplikasi lain, yaitu kejang (5-35% anak yang menderita penyakit ini terbukti mengalami komplikasi berupa ‘kejang demam’)

Faktor risiko

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan anak/bayi lebih berisiko menderitanya:

  • Tingkat sanitasi yang buruk.
  • Memiliki sanak saudara yang terinfeksi virus penyebabnya.
  • Usia < 3 tahun.
Gejala

Penting untuk diketahui bahwa pada fase awal, penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala lain selain demam tinggi (demam berlangsung selama 3-5 hari). Eits, tapi jangan salah! Sebab dalam sebagian kasus anak dapat pula menunjukkan keluhan lain, semisal tenggorokan yang memerah atau hidung meler.

Pada demam hari kelima, ruam biasanya mulai muncul di tubuh anak. Ruam berupa bintik merah muda/merah ini umumnya bermula dari area leher, dada, punggung, dan perut; lalu menyebar ke lengan, kaki, dan wajah. Setelah 3 hari, ruam biasanya akan memudar dengan sendirinya.

Meskipun jarang sekali memicu penyakit lain yang lebih serius, namun bukan berarti Anda bisa lengah, lho! Sebab, jika tidak ditangani dengan segera dapat memicu  pembengkakan pada beberapa organ tubuh, seperti kelenjar getah bening, hati, dan limpa.

Diagnosis

Untuk mendiagnosa kondisi pasiennya, dokter cukup melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik saja. Penting untuk memastikan bahwa penyakit lain (pneumonia, infeksi telinga, radang tenggorokan, dsb) tidak menyebabkan peningkatan suhu tubuh. Dokter juga biasanya harus membedakan roseola dengan Campak atau Rubella. Mengapa? Sebab, ketiga penyakit tersebut terlihat serupa; namun, memiliki penyebab dan karakterisktik yang berbeda beda.

Penanganan

Perlu diketahui bahwa roseola termasuk ke dalam jenis penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya. Karenanya, tidak ada pengobatan khusus yang harus dipraktikkan demi menghentikan jalannya penyakit ini. Kalaupun ada penanganan yang harus diterapkan oleh orangtua, maka langkah ini lebih bersifat usaha sekunder yang ditujukan untuk menurunkan demam serta menjaga asupan cairan/nutrisi pasien.

Acetaminophen atau ibuprofen biasanya diberikan sebagai penurun demam. Perhatian khusus diberikan kepada anak-anak dengan riwayat kejang demam sebelumnya; karena dokter biasanya akan menyarankan konsumsi Diazepam saat demam sudah lebih dari 38.50C.

Komplikasi

Komplikasi roseola yang paling umum adalah  kejang demam dan dehidrasi.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Merasa kesehatan Anda terganggung? Segera chat dokter untuk tanya jawab seputar permasalahan kesehatan Anda, langsung dari Smartphone. GRATIS! Download aplikasi Go Dok di sini.