Rhinitis Alergika; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Rhinitis Alergika

Rhinitis alergika adalah peradangan pada bagian dalam hidung yang disebabkan oleh alergen (hal pemicu alergi), seperti debu, serbuk sari, jamur, kulit binatang, atau serpihan.

GoDok – Rhinitis Alergika – Pernahkah Anda mengalami rasa gatal pada hidung, yang disertai dengan membengkaknya kelopak mata, bersin-bersin, serta mata berair? Jika pernah, maka ada kemungkinan Anda menderita Rhinitis Alergika. Ayo kenali penyebab, gejala dan penanganan dari penyakit ini agar dapat segera diberikan penanganan yang tepat!

Mengenal Rhinitis Alergika

Rhinitis alergika adalah peradangan pada bagian dalam hidung yang disebabkan oleh alergen (hal pemicu alergi), seperti debu, serbuk sari, jamur, kulit binatang, atau serpihan. Kondisi ini cukup sering ditemukan pada kebanyakan orang. Pembengkakan pada selaput hidung ini biasanya ditandai dengan gejala  bersin, hidung tersumbat, muncul rasa gatal pada hidung, serta keluarnya cairan dari hidung. Penyakit ini menyerang pada saat kondisi tubuh lemah di mana fungsi dari sistem kekebalan tubuh menurun.

Munculnya penyakit ini akan menyebabkan tubuh menjadi sangat peka dan bereaksi secara berlebihan terhadap sesuatu di sekitar Anda, yang pada kebanyakan orang tidak menimbulkan masalah apapun. Penykit ini dapat terjadi baik dalam bentuk musiman (terjadi seiring perubahan iklim maupun suhu) atau perenial (gejala rhinitis terjadi sepanjang tahun). Berdasarkan data statistik yang ada, angka kejadian penyakit ini terus meningkat di seluruh dunia.

Data terbaru menunjukkan bahwa perkiraan kejadian rhinitis pada orang dewasa adalah 10-30% dan pada anak-anak adalah 40% pada anak-anak. Sementara itu di Amerika Serikat, diperkirakan 40-60 juta penduduk mengalami rhinitis alergi. Pada anak-anak, rhinitis lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan pada anak perempuan.

Penyebab

Rhinitis alergka umumnya disebabkan oleh respon sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap alergen (hal pemicu alergi) secara berlebihan. Alergen yang dimaksud di sini, antara lain adalah debu, serbuk sari, kulit binatang, tungau debu, ketombe, kecoa, jamur, tanaman, atau serpihan. Hal ini membuat sel tubuh mengeluarkan respon pertahanan pada lapisan di dalam hidung dengan memproduksi lendir dalam jumlah yang cukup banyak.

Gejala

Rhinitis alergika dapat menyebabkan gejala layaknya sakit flu, seperti bersin, gatal pada hidung, hidung tersumbat, atau keluar cairan dari hidung. Sebagian orang hanya mengalami rhinitis alergi selama beberapa waktu, entah itu hanya dalam hitungan bulan atau sepanjang tahun. Pada sebagian besar kasus, penderita rhinitis alergi hanya mengalami gejala ringan sehingga dapat diobati dengan mudah dan efektif. Namun, beberapa orang dapat mengalami gejala yang cukup berat sehingga menimbulkan masalah tidur dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berikut adalah beberapa gejala yang menyertai datangnya rhinitis alergka :

  • Hidung tersumbat
  • Kelopak mata bengkak
  • Hidung gatal
  • Bersin-bersin
  • Batuk
  • Mata berair
  • Telinga tersumbat
  • Sakit kepala
  • Tenggorokan sakit

Selain yang telah disebutkan di atas, terdapat pula beberapa gejala lain yang dapat timbul akibat paparan bahan iritasi, seperti:

  • Asap rokok
  • Kosmetik
  • Deterjen
  • Cairan pembersih

Gejala rhinitis alergka terkadang dapat membaik dengan sendirinya, meskipun dapat memakan waktu hingga bertahun tahun. Perlu diketahui, gejala ini mungkin tidak dapat hilang sama sekali.

Diagnosis

Rhinitis alergika dapat dengan mudah dikenali dan dapat langsung dilihat melalui gejala yang timbul. Dokter akan mencari riwayat penyakit Anda untuk mencari petunjuk dan membantu dalam menentukan penyebab gejala yang timbul. Kemungkinan dokter juga akan mewawancarai Anda mengenai, gaya hidup, pekerjaan, lingkungan rumah, hewan peliharaan, kebiasaan makan, riwayat kesehatan keluarga serta frekuensi dan tingkat keparahan gejala yang Anda keluhkan. Kondisi rhinitis alergi dapat dipersulit oleh beberapa kondisi medis, seperti polip dan deviasi septum. Pemeriksaan fisik juga akan dilakukan terkait dengan gejala yang dieluhkan dan dokter akan melakukan tes kulit untuk menguji kemungkinan zat alergi pada tubuh Anda. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi alergen penyebab terjadinya rhinitis alergi. Selain itu, tes darah juga akan dilakukan jika diperlukan untuk membantu menegakkan diagnosis terkait alergi.

Komplikasi

Jika dibiarkan saja dan tidak segera diobati, Rhinitis alergika dapat menyebabkan komplikasi berupa :

  • Polip hidung
  • Sinusitis
  • Infeksi telinga tengah
Penanganan

Cara terbaik untuk mencegah rhinitis alergika adalah menghindari alergen yang menjadi penyebabnya. Perlu diingat, untuk mengidentifikasi alergen tidaklah mudah. Alergi seperti tungau debu misalnya, tidaklah mudah dikenali karena tungau debu dapat berkembangbiak di rumah yang bersih sekalipun.

Untuk langkah pencegahan, berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda terapkan :

  • Hindari pemicu yang menyebabkan gejala. Mungkin Anda memang tidak dapat menghindari semua pemicu yang dapat menyebabkan gejala rhinitis alergika. Meski begitu, Anda dapat melakukan banyak hal untuk membatasi diri agar tidak terpapar terhadap zat alergen.
  • Usahakan tidak menggosok hidung atau mata Anda, sebab melakukan hal ini hanya membuat kondisi dapat menjadi lebih parah.
  • Mengurangi tungau debudengan cara membersihkan rumah Anda secara rutin.
  • Hindari paparan serbuk sari dari tanaman
  • Jaga agar jendela selalu tertutup agar terhindar dari debu
  • Jaga kelembapan dan suhu di rumah Anda
  • Cuci tangan segera setelah menyentuh hewan apapun
  • Cucilah pakaian Anda segerasetelah mengunjungi teman yang memiliki hewan peilharaan.
  • Jika Anda alergi terhadap hewan peliharaan dirumah, sebaiknya jauhkan diri dari hewan tersebut. Jika hewan tersebut memang harus berada di dalam rumah, hindarkan hewan peliharaan untuk berkeliaran di sekitar kamar tidur Anda.
  • Bersihkan selalu karpet Anda.

Sementara itu, pengobatan yang diberikan oleh dokter bertujuan mengurangi gejala yang timbul.  Jika gejala tidak dapat dikendalikan dengan baik, maka beberapa pengobatan akan dilakukan untuk mengurangi gejala seperti hidung tersumbat, bersin, pilek ataupun gatal. Namun harus Anda ingat, bahwa terdapat beberapa obat yang memiliki efek samping, sehingga perlu dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter Anda sebelum digunakan. Dua jenis obat yang umumnya digunakan untuk mengatasi gejala penyakit ini adalah :

  • Antihistamin. Antihistamin dapat meringankan gejala yang ditimbulkan oleh alergen. Dokter mungkin akan memberikan semprotan hidung jika keluhan yang anda alami cukup berat.
  • Kortikosteroid. Obat ini membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan. Namun, kerja obat ini membuthukan waktu yang lebih lama dibandingkan antihistamin. Efek samping nya ialah: hidung kering, iritasi, hingga perdarahan.

Itu dia serba-serbi Rhinitis alergika yang wajib untuk Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.