Pitiriasis Rosea; Penyebab, Gejala dan Penanganan

Pitiriasis Rosea

 

 

Pitiriasis Rosea adalah kelainan kulit yang timbul secara cepat dan mendadak, namun dapat sembuh dengan sendirinya. Penyakit ini diawali dengan sebuah gejala berupa munculnya warna kemerahan dan lapisan tipis kulit yang sudah mati.

Go Dok- Pitiriasis rosea – Pernahkah Anda, atau kerabat, merasakan gatal yang diiringi dengan timbulnya ruam pada area kulit tertentu? Jika iya, jangan anggap remeh kondisi ini. Pasalnya, hal ini bisa berarti Anda menderita suatu kelainan kulit, seperti Pitiriasis Rosea . Penyakit apakah ini? Dan apa gejala serta langkah pencegahannya? Untuk menjawab hal tersebut, ada baiknya Anda simak penjelasan berikut ini.

Mengenal pitiriasis rosea

Pitiriasis Rosea adalah kelainan kulit yang timbul secara cepat dan mendadak, namun dapat sembuh dengan sendirinya. Penyakit ini diawali dengan sebuah gejala berupa munculnya warna kemerahan dan lapisan tipis kulit yang sudah mati. Kedua hal tersebut dapat terjadi pada seluruh bagian tubuh, terutama di area badan, lengan, dan tungkai atas dan disertai dengan susunan yang sesuai dengan lipatan kulit. Penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya selama 3-8 minggu dan ruam kulit pada penderita penyakit ini diketahui tidak menular.

Jika berpegang pada teori, penyakit ini memang dapat terjadi pada segala umur. Meski begitu, berdasarkan data statistik, penyakit ini umumnya ditemukan pada mereka yang berusia 15-40 tahun. Namun, penyakit ini jarang ditemukan pada usia kurang dari 2 tahun dan lebih dari 65 tahun. Selain itu, perempuan juga diketahui lebih sering terkena penyakit ini dibandingkan laki-laki, dengan rasio 2:1. Pada beberapa kasus, penyakit ini juga diderita oleh wanita yang sedang hamil.

Di dunia, penyakit ini diperkirakan mencapai 2% dari jumlah kunjungan rawat jalan spesialisasi medis kulit. Angka kejadian penyakit ini meningkat ketika musim panas tiba dan beberapa peneliti juga menunjukkan angka kasus penyakit ini  meningkat di musim semi.

Penyebab

Hingga saat ini, penyebab terjadinyai penyakit ini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan kulit, dan jumlah populasi yang menderita penyakit ini, diprediksi bahwa penyebabnya ialah infeksi. Berdasarkan penelitian yang ada, terbukti bahwa penyakit ini memang berhubungan dengan Human Herpes Virus (HHV)-7 dan HHV 6.

Di samping itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa infeksi jamur lebih mirip dengan penyakit ini dibandingkan dengan infeksi virus. Namun, belum ada bukti yang cukup bahwa jamur merupakan penyebab dari penyakit ini.

Kelainan kulit pada penyakit ini dapat serupa dengan gejala penyakit kulit yang terjadi akibat pemberian suatu obat (alergi obat). Meskipun alergi obat dapat menyebabkan gejala yang menyerupai penyakit ini, namun tidak ada bukti yang cukup bahwa obat adalah penyebabnya.

Gejala

Pada beberapa individu, akan muncul keluhan seperti flu, lemas, nyeri kepala, penurunan nafsu makan, demam, dan nyeri sendi. Tak hanya itu, penderita juga biasanya mengeluhkan rasa  gatal, meskipun tidak terlalu berat.

Awalnya, gejala yang tampak pada kulit akan berupa ruam, kemudian berubah menjadi merah muda maupun merah, hingga akhirnya menyerupai bekas luka ataupun berbenjol. Kondisi ini dikenal sebagai herald patch dan dimulai dari hitungan hari hingga beberapa minggu.  Gejala tersebut umunya ditemukan di badan, tidak berkelompok, berbentuk oval, dan melingkar, dengan diamter kira-kira 3 cm.

Satu minggu setelah terinfeksi, biasanya akan timbul warna kemerahan dengan gambaran yang cukup khas pada kulit. Pada hari pertama, ruam kemerahan ini akan tampak lebih kecil dengan susunan yang sejajar, sehingga menyerupai gambaran pohon cemara terbalik. Gambaran ini muncul secara bersamaan, dapat timbul selama beberapa hari, biasanya muncul pada area badan, lengan atas dan tungkai atas.

Secara garis besar, penyakit ini memiliki tanda dan gejala sebagai berikut :

  1. Tanda pertama adalah ruam berbentuk seperti tempelan pada kulit. Kemerahan ini bisa bertambah besar, bersisik, berwarna merah muda, dan merupakan satu-satunya tanda dari penderita yang mengalami penyakit ini.
  2. Timbulnya ruam yang berbentuk seperti tempelan pada kulit dalam waktu satu hingga dua minggu.
  3. Zona bebas timbulnya kemerahan pada kulit. Ruam pada penyakit ini biasanya jarang ditemukan pada wajah, kulit kepala, telapak tangan, maupun telapak kaki.
  4. Kulit terasa gatal. Sebanyak 50% kasus individu yang menderita penyakit ini mengalami rasa gatal. Rasa gatal terjadi ketika kulit menjadi hangat, saat bekerja, ataupun mandi air panas.

Ingat, segeralah konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami keluhan yang serupa dengan gejala dan tanda di atas, sehingga dapat diberikan terapi yang benar, sesuai, dan tepat.

Diagnosis

Saat melakukan diagnosa, dokter akan melakukan wawancara terarah pada Anda. Peningkatan penyakit ini telah dikaitkan dengan reaktivasi virus, dan karenanya diskusikanlah keluhan yang Anda alami secara mendetail. Selanjutnya, dokter akan memeriksa kulit Anda dan jika diperlukan, akan dilakukan tes darah guna menunjang diagnosis. Selanjutnya, terapi akan diberikan oleh dokter sesuai dengan keluhan Anda di saat pemeriksaan.

Pencegahan dan pengobatan

Pencegahan dapat Anda lakukan dengan senantiasa menjaga kebersihan diri. Pada beberapa kasus, paparan sinar matahari pada pagi hari dapat mengurangi kemerahan pada kulit.

Sementara untuk pengobatannya, secara umum bertujuan untuk meredakan gejala-gejala yang timbul. Umumnya, kondisi ini bukan merupakan suatu keadaan yang masuk dalam kategori “gawat darurat” dan setelah 12 minggu, penyakit ini dapat hilang dengan sendirinya. Berikut adalah beberapa pengobatan untuk Pitiriasis Rosea  yang umumnya diresepkan dokter kepada penderita :

  1. Pemberian obat anti gatal. Rasa gatal pada penderita biasanya cukup mengganggu. Penderita dapat berkonsultasi dengan dokter agar diberikan obat untuk meredakan rasa gatal yang tengah diderita
  2. Pemberian obat kulit.Pemberian obat kulit dapat berbentuk krim ataupun salep, yang  biasanya digunakan untuk mengurangi warna kemerahan pada kulit. Jika terdapat keluhan terkait rasa perih pada awal pemakaian, ini merupakan hal yang wajar. Anda tak perlu khawatir, karena kulit Anda memang memerlukan beberapa waktu untuk beradaptasi dengan obat ini.
  3. Pemberian antivirus, jika terdapat flu atau kecurigaan terhadap kehadiran virus,
  4. Terapi sinar, jika kelainan kulit yang diderita mencakup wilayah yang cukup luas.

Perlu Anda ketahui, bahwa pengobatan yang dilakukan pada penyakit ini harus sesuai dan tepat. Jangan pernah mencoba menggunakan obat tanpa resep karena hal tersebut dapat membahayakan diri Anda. Selain itu, konsultasi ulang juga diperlukan agar penyakit ini bisa dikontrol perkembangannya.

Untungnya, penyakit ini diprediksi mengarah ke angka kesembuhan yang cukup baik. Dalam 3-8 minggu biasanya penderita sudah dapat merasakan hasilnya. Angka kekambuhan pada penyakit ini diprediksi sebanyak 2%.

Itu tadi serba-serbi Pitiriasis Rosea yang harus Anda ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.