Psoriasis; Gejala, Penyebab dan Penanganan

Psoriasis

 

 

Psoriasis dikenal sebagai suatu penyakit sistemik yang biasanya dapat disebabkan oleh kondisi autoimun, faktor keturunan, serta penyakit metabolik.

Go Dok- Pernahkah Anda mendengar istilah psiorasis? Penyakit ini umumnya akan membuat kulit Anda bergerisik dan kering, khususnya pada wilayah siku dan lutut. Meskipun sejatinya psoriasis bukanlah suatu penyakit yang fatal, tetapi seringkali berakibat negatif terhadap kehidupan penderitanya, seperti menurunnya tingkat hubungan sosial dan pekerjaan karena manifestasi kulit membuat penampilan tidak menarik. Tentu Anda tidak mau mengalami hal tersebut, bukan? Karenanya, mari simak penjelasan medis lengkap mengenai penyakit ini, serta gejala dan penyebabnya berikut ini!

Mengenal psoriasis

Psoriasis dikenal sebagai suatu penyakit sistemik yang biasanya dapat disebabkan oleh kondisi autoimun, faktor keturunan, serta penyakit metabolik. Perkembangan pengetahuan ini menjadi dasar untuk memfokuskan penanganan penyakit ini dengan terapi sistemik.

Penyakit ini merupakan peradangan kulit yang cukup sering terjadi, meskipun dulunya dianggap tidak penting. Hingga saat ini, sebanyak 2% penduduk di negara Barat pernah menderita penyakit ini. Tak berhenti di situ, penyakit ini juga merambah negara timur, dari India hingga Afrika. Masalah utama para penderitanya adalah kulit mereka tidak dapat kembali mulus seperti sediakala. Hal ini jelas merupakan suatu masalah, karena selain dari estetika (keindahan) kulit masalah ini juga akan berdampak ke psikologis penderitanya.

Penyakit ini tersebar di seluruh penjuru dunia. Usia rata-rata dari penderita penyakit ini tidak dapat ditentukan secara pasti dan juga bervariasi. Di Taiwan, sama sekali tidak ada pasien penyakit ini yang berusia kanak-kanak (0%), sementara di Italia terdapat 2,1% dari keseluruhan penderitnya yang usianya masih kanak-kanak. Sedangkan di Amerika Serikat, jumlah usia dewasa yang menderita penyakit ini adalah 0,98%. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data yang dicatat oleh sepuluh rumah sakit besar pada tahun 1997 dan 1998, persentasenya secara berturut-turut adalah 0,59% dan 0,92%. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat pada banyak daerah di Indonesia.

Penyebab

Hingga saat ini, penyebab timbulnya penyakit ini masih belum diketahui. Adanya faktor genetik merupakan dugaan yang kuat terhadap penyakit ini terutama bila penderita sudah mulai mengalaminya pada usia remaja atau dewasa muda. Meskipun demikian, riwayat pada keluarga yang mengalami penyakit ini masih saja tetap sulit untuk mengetahui pola garis keturunan mengenai faktor genetik ini.

Selain itu, terdapat pula beragam penyebab lain yang memicu timbulnya penyakit ini, seperti trauma dan infeksi. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa stres juga merupakan salah satu faktor pemicu dari timbulnya penyakit ini.Namun, hal ini pun belum dapat menjadi acuan yang jelas, karena proses penyakit ini belum dipahami sepenuhnya.

Klasifikasi
1. Psoriasis plakat

Plak adalah suatu lapisan kulit yang mengalami penebalan serta peninggian dengan diameter lebih dari 1cm. Biasanya proses ini dimulai dari plak merah berdiameter milimeter hingga yang dapat melebar hingga beberapa sentimeter. Permukaan kulit yang terkena juga terlihat menumpuk. Kulit yang mengalami hal seperti ini, bila digaruk akan memantulkan cahaya berwarna perak, yang dikenal sebagai efek perak. Jika gosokan atau garukan Anda semakin keras, maka akan terjadi perdarahan berbintik pada kulit.

2. Psoriasis kulit kepala

Penyakit ini yang terjadi pada kulit kepala cukup sering ditemukan, dengan ciri khas terdapatnya penebalan pada kulit kepala yang terkena. Sebagai penanda utama, sentuhlah kulit kepala Anda. Jika terasa tebal dan menggumpal, maka itu adalah psoriasis. Gumpalan ini juga dapat menjadi besar bahkan menempel pada rambut Anda.

3. Psoriasis kuku

Kelainan pada kuku sering didapatkan dan merupakan penanda utama pada masalah kulit. Kelainan ini dijumpai hingga 40-50% dari semua jenis penyakit ini. Kuku jari tangan memiliki kemungkinan yang lebih sering terkena daripada kuku jari kaki. Terdapat dua gejala utama yang dapat terjadi baik bersamaan maupun terpisah, seperti munculnya lekukan pada kuku ataupun terangkatnya lempengan pada kuku. Jika sudah diobati, kuku akan sulit dibedakan dengan penyakit lain karena gambaran klinis yang sudah tidak khas. Terkadang, kuku juga berubah dari warna kemerahan hingga dikelilingi warna merah muda seperti warna ikan salmon (salmon pink).

4. Psoriasis gutata

Psoriasis gutata biasanya timbul mendadak dan merupakan jenis yang spesifik terjadi pada dewasa muda. Bila terjadi pada anak-anak, biasanya hanya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya. Meskipun demikian, suatu penelitian menyatakan bahwa sebanyak 33% kasus ini dapat berkembang menjadi psoriasis plakat. Jika terkena jenis ini, kulit biasanya akan mengalami penebalan berukuran kurang lebih 1 cm dan ditandai dengan warna yang lebih pucat dibandingkan psoriasis lainnya yang sudah berkembang. Jaringan kulit yang terkena  juga seringkali cepat hilang.

5. Eritroderma

Apabila penyakit ini sudah menyatu dan menyebar ke sebagian maupun seluruh kulit, maka akan timbul eritroderma. Keadaan ini muncul bertahap, baik dalam bentuk jenis plakat maupun sebagai serangan pertama yang dapat terjadi pula pada anak. Hal ini dapat dipicu oleh adanya infeksi, tar, obat, ataupun pemutusan obat kortikosteroid sistemik. Keadaan dapat menjadi lebih gawat atau buruk akibat sistem panas tubuh yang terganggu dan kepayahan jantung. Selain itu, gejala juga disertai seperti demam, menggigil, dan lemas.

6. Psoriasis artritis

Jenis ini bermanifestasi pada bagian sendi. Sebanyak 30% kasus hal yang paling sering terjadi adalah keluhan sendi untuk pertama kali. Adanya nyeri pada bagian tulang belakang, kekakuan sendi bagian belakang, nyeri sendi hingga peradangan pada urat. Keluhan ini beragam baik di sendi kecil maupun di sendi besar. Bila Anda mengalami hal seperti ini, umumnya akan langsung dirujuk untuk penanganan lebih lanjut.

Gejala

Psoriasis merupakan penyakit penggabungan dari sel-sel radang dan produksi kelenjar minyak. Biasanya, waktu yang dibutuhkan bagi tubuh untuk berganti kulit adalah 8 – 10 minggu. Namun, jika terkena penyakit ini, waktu yang dibutuhkan bagi kulit untuk berganti ke lapisan penyakit ini lebih singkat, yati hanya beberapa hari saja. Peningkatan ini juga disertai meningkatnya pembentukan pembuluh darah yang berlebihan.

Penyakit ini biasanya datang dengan diiringi kemunculan tanda dan gejala sebagai berikut, yaitu :

  1. Penebalan kulit bagian luar yang terrakumulasi
  2. Kulit terlihat dan teraba kasar
  3. Kulit terasa tertarik dan gatal
  4. Adanya pelebaran pembuluh darah
  5. Hilangnya lapisan kulit

Umumnya, penderita penyakit ini mengalami kelainan kulit pada bagian tubuh yang simetris (contohnya: siku kiri dan kanan; lutut kiri dan kanan). Penyakit ini dapat timbul di kulit, kuku, sendi, mukosa (selaput lendir). Penampakannya pun beragam, mulai dari kulit cerah disertai gatal hingga kulit merah pucat. Penyakit ini juga dapat berubah dari ringan menjadi berat. Tingkat keparahan penyakit ini memiliki kenampakan dan proses yang bervariasi sehingga tidak ada klasifikasi yang kuat secara klinis.

Diagnosis

Penentuan diagnosis diperlukan karena terapi yang dilakukan pada penyakit ini berbeda dengan penyakit peradangan kulit lainnya. Diagnosis untuk penyakit ini tidak terlalu sulit, karena mudah dikenali lewat bentuknya yang khas melalui observasi langsung. Hanya saja, dalam beberapa kasus, bentuk khas ini terhalangi oleh pengobatan hasil diagnosa sebelumnya, sehingga sedikit sulit untuk dikenali. Jika hal ini yang terjadi, maka dokter akan memeriksa kulit Anda yang mengalami kelainan dan jika diperlukan akan diambil sampel dari kulit Anda. Selain itu, riwayat kesehatan Anda dan keluarga juga akan ditanyakan.

Penanganan

Penanganannya dilakukan dengan menghindari faktor risiko di atas, seperti stres serta mengobati infeksi maupun luka pada kulit penderita. Perlu Anda ingat, bahwa pengobatan yang dilakukan akan cukup memakan waktu jika faktor tersebut tidak dihindari. Berkonsultasilah selalu dengan dokter mengenai penyakit Anda, sehingga dapat dilakukan terapi yang sesuai dengan panyakit Anda. Jangan mencoba untuk mengobati sendiri, karena penyakit ini bisa saja bertambah parah. Untuk menanganinya, terdapat dua tipe obat yang umumnya diresepkan oleh dokter, yaitu :

1. Obat topikal

  • Emolien

Bahan ini berfungsi untuk mencegah agar kulit Anda tidak kering. Beberapa pasien akan diresepkan emolien guna mengendalikan peradangan pada kulit.

  • Asam salisilat

Asam ini merupakan zat yang mengikis lapisan kulit terluar dan bisa mengurangi pembentukan peradangan pada kulit. Tak hanya itu, bahan ini akan digunakan pula dalam pembentukan ter, pengobatan selanjutnya.

  • Ter

Bagi beberapa orang, penggunaan ter sudah tak asing lagi. Penggunaannya dilakukan pada psoriasis derajat ringan hingga sedang guna menghilangkan jaringan yang tidak normal pada kulit. Meski begitu, masih banyak penderita psiorasis yang belum dapat menerima penggunaan ter, karena efek sampingnya termsuk menjadikan kulit lengket, mengotori pakaian, dan berbau menyengat.

  • Steroid topikal

Steroid topikal tidak dapat menyembuhkan maupun menghilangkan penyakit ini secara tuntas, tetapi dapat meredakannya. Efek sampingnya cukup banyak, yaitu kulit terkikis, timbulnya pelebaran pembuluh darah pada kulit, bahkan iritasi kulit.

  • Ditranol

Penggunaan obat ditranol akan mengubah plak psoriasis menjadi kulit normal. Akan tetapi, cara kerjanya sampai saat ini belum diketahui. Efek sampingnya adalah kulit terasa terbakar dan perubahan warna kulit yang bersifat sementara.

  • Analog vitamin D

Penggunaan obat ini cukup disenangi oleh para ahli. Meskipun efektifitasnya dikatakan kurang oleh beberapa ahli lainnya,  namun analog vitamin D memang dapat digunakan sebagai terapi penyakit ini. Efek samping yang ditimbulkan termasuk gangguan kalsium pada darah apabila digunakan dalam jumlah yang besar.

  • Radiasi ultraviolet

Penggunaan terapi radiasi cukup efektif dalam menangani penyakit ini dan penambahan ter juga membuat terapi menjadi lebih efektif. Efek sampingnya adalah munculnya rasa terbakar pada kulit, dan -yang mengejutkan- munculnya kanker pada kulit.

2. Obat Sistemik

  • Psoralen dan UVA

Jika diresepkan oleh dokter, Anda akan diminta untuk meminum obat ini dalam kurun waktu jam sebelum terpapar sinar ultraviolet. Kombinasi dari keduanya cukup efektif dalam menangani psoriasis. Efek samping yang bisa timbul dengan cepat adalah sunburn  atau kulit terbakar.

  • Retinoid

Turunan dari vitamin A ini dapat digunakan pada penderitanya, untuk menurunkan jumlah sel-sel radang pada kulit. Efek samping yang ditimbulkan dapat berupa bibir kering, pendarahan pada hidung, rambut rontok dan gangguan fungsi hati.

  • Sitotoksik

Sebagian besar kasusnya berhasil ditangani dengan obat ini. Sitotoksik bekerja dengan menekan sistem imun Anda. Adapun efek samping obat ini adalah tertekannya sum-sum tulang.

  • Steroid sistemik

Pada psoriasis yang cukup berat, dokter akan memberikan akan diberikan obat steroid sistemik. Perlu Anda ingat bahwa pengobatan ini harus dilakukan oleh dokter sehingga terapi yang menyertainya juga dapat berdampak baik bagi kesehatan Anda.

  • Siklosporin

Obat yang satu ini berfungsi sebagai penekan imun dan bekerja secara efektif pada jenis psoriasis yang berat. Meski begitu, obat ini juga memiliki efek samping pada ginjal dan harganya relatif mahal.

Komplikasi

Jika dibiarkan saja dan tidak diberikan penanganan yang sesuai, psoriasis dapat berakibat timbulnya salah satu dari kondisi berikut ini :

  1.  Psoriasis artritis
  2.  Eritrodema
  3.  Gangguan emosional dan depresi sebagai dampak dari adanyarasa maluberlebihan, penurunan harga diri, dan penolakan sosial
  4.  Gangguan jantung, seperti infark miokarddan gagal jantung

Nah, itu tadi penjelasan mengenai penyebab, gejala, dan pengobatan dari penyakit kulit ini. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan aplikasi Go Dok untuk dapatkan ragam layanan kesehatan gratis, langsung dari Smartphone. Download aplikasinya di sini.