PPOK; Gejala, Penyebab dan Penanganan

PPOK

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit radang paru-paru kronis yang menyebabkan pertukaran udara di paru-paru terhambat; biasanya dipicu oleh paparan gas atau partikel menganggu lainnya.

GoDok- PPOK- Sebagai salah satu organ vital dalam tubuh manusia, paru-paru sudah selayaknya mendapatkan perhatian khusus -baik dari sisi fungsi maupun kesehatannya. Nah, dari sekian banyak kondisi medis yang mengincar paru-paru, Penyakit paru obstruktif kronik merupakan jenis yang harus Anda waspadai. Mengapa? Cari tahu alasannya lewat penjelasan lengkap berikut ini:

Mengenal PPOK

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah penyakit radang paru-paru kronis yang menyebabkan pertukaran udara di paru-paru terhambat; biasanya dipicu oleh paparan gas atau partikel menganggu lainnya. Gejalanya meliputi kesulitan bernapas, batuk disertai lendir (dahak), serta keluarnya bunyi mengi. Hati-hati! Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat meningkatkan risiko Anda menderita penyakit jantung dan kanker paru-paru.

Ternyata, selain karena paparan partikel pengganggu pernapasan, penyakit ini juga bisa dipicu oleh riwayat medis pasien yang sempat menderita emfisema (suatu kondisi di mana alveoli pada ujung saluran udara terkecil (bronkiolus) hancur akibat paparan asap rokok) dan bronkitis kronis ( radang pada lapisan bronkial).

Gejala

Umumnya, PPOK tidak dicirikan oleh gejala apapun; namun, seiring dengan berjalannya waktu serta semakin meluasnya kerusakan yang terjadi pada paru-paru, pasien akan mengeluhkan beberapa kondisi, seperti:

  • Napas tersengal, terutama saat aktivitas fisik
  • Mengi
  • Dada sesak
  • Batuk kronis yang bisa menghasilkan lendir (sputum) berwarna jernih, putih, kuning atau kehijauan
  • Sering terkena infeksi saluran pernafasan berulang
  • Penurunan berat badan yang signifikan (pada tahap selanjutnya)

Lebih lanjut, penderitanya juga cenderung mengalami episode yang disebut eksaserbasi; fase lanjut yang ditandai dengan semakin parahnya gejala yang ditunjukkan. Jika sudah begitu, Anda diwajibkan untuk segera berkonsultasi ke dokter sebab eksaserbasi dapat bertahan.

Penyebab

Jika ditelisik lebih dalam, penyebab PPOK dibagi ke dalam dua jenis, yaitu paparan asap rokok (biasanya terjadi di negara maju) dan gas buangan kanlpot atau industri (terjadi di negara berkembang).

Berikut gambaran singkat mengenai bagaimana dua faktor di atas memicu timbulnya penyakit ini:

  1. Udara melewati trakea dan masuk ke paru-paru melalui bronkus, bronkiolus, dan berakhir di alveoli.
  2. Alveoli memiliki dinding yang sangat tipis dan penuh dengan pembuluh darah kecil (kapiler). Nah, di sinilah terjadi pertukatan oksigen menjadi karbon dioksida.
  3. Pada penderitanya, tingkat keelastisan bronkus dan alveoli mengalami kemunduran sehingga udara terperangkap di paru-paru.
Faktor risiko

Ternyata, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih berisiko terkena PPOK, seperti:

  • Sering terpapar asap rokok
  • Memiliki riwayat penyakit asma.
  • Sering terpapar debu, bahan kimia, dan asap pembakaran bahan bakar.
  • Usia. Gejala penyakit ini biasanya akan perlahan muncul ketika pasien sudah berusia lebih dari 40 tahun.
  • Pada beberapa kasus, PPOK juga bisa dipicu oleh adanya kelainan pada genetika, semisal defisiensi alpha-1-antitrypsin.
Komplikasi

Berikut beberapa komplikasi yang mengintai pasien:

  • Infeksi pernafasan, semisal flu dan pneumonia.
  • Masalah jantung
  • Kanker paru-paru
  • Depresi
Diagnosis

Untuk mendiagnosis kondisi pasien, dokter biasanya akan menelaah tanda dan gejala, riwayat kesehatan pasien, serta kemungkinan jensi paparan yang memicu PPOK. Lebih lanjut, dokter juga mungkin saja melakukan beberapa pemeriksaan, seperti :

  • Tes fungsi paru. Tes ini berfungsi untuk mengukur apakah paru-paru mampu mengantarkan cukup oksigen ke darah atau tidak.
  • Spirometri. Tes fungsi paru yang paling umum ini biasanya mengharuskan pasien untuk meniupkan udara ke tabung besar yang terhubung ke mesin spirometer. Mesin inilah yang kemudian mengukur seberapa banyak udara yang bisa ditahan paru-paru.
  • Rontgen dada
  • Analisis gas darah arteri (AGD). Tes darah ini bertujuan untuk mengukur seberapa baik paru-paru membawa oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida.
Penanganan

Untuk menangani PPOK, pasien biasanya disarankan untuk menjalani terapi medis dan mengubah gaya hidup sehari-hari. Untuk penanganan menggunakan obat-obatan, dokter umumnya akan meresepkan beberapa jenis obat, seperti:

  • Bronkodilator dan steroid (inhaler); terapi ini ditujukan untuk membantu meringankan batuk dan sesak napas. Selain itu, obat jenis ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengurangi peradangan saluran napas dan membantu mencegah eksaserbasi.
  • Steroid oral; jika digunakan dalam jangka waktu panjang, obat jenis ini dapat memicu penambahan berat badan, diabetes, osteoporosis, katarak, dan peningkatan risiko infeksi.
  • Teofilin; ditujukan untuk memperbaiki pernapasan dan mencegah eksaserbasi. Efek sampingnya bisa berupa mual, sakit kepala, detak jantung cepat, dan tremor.
  • Antibiotik; ditujukan untuk membantu mengobati eksaserbasi akut; namun, kurang direkomendasikan untuk langkah pencegahan.

Selain dengan pengobatan di atas, pasien PPOK juga disarankan untuk mengubah gaya hidup sehari-hari, meliputi:

  • Berolahraga secara teratur. Dengan cara ini, pasien dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot pernapasan Anda. Ingat untuk selalu mendiskusikan jenis olahraga yang Anda pilih dengan dokter, ya!
  • Konsumsi makanan sehat. Ternyata, diet sehat dapat membantu pasien dalam mempertahankan kekuatan fisiknya.
  • Hindari asap dan polusi udara. Selain berhenti merokok, pasien PPOK juga diharuskan untuk menghindari tempat yang terpapar polusi udara.

Nah, itu dia seputar gejala, penyebab dan penanganan penyakit PPOK. Jadi, jaga selalu kesehatan Anda dengan menerapkan pola hidup sehat, ya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk tanya dokter online yang siap 7×24 jam. Donwload aplikasi Go Dok di sini.