Pneumonia: Gejala, Penyebab dan Penanganan

pneumonia

Pneumonia adalah peradangan saluran napas bawah yang menyebabkan gangguan pertukaran gas setempat. Dahulu, penyakit ini diklasifikasikan sebagai Pneumonia Khas -disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Pneumonia Tidak Khas  -disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae.

GoDok – Pneumonia – Pernahkah Anda mengalami batuk kering tanpa dahak, yang disertai dengan demam dan napas yang pendek serta cepat? Jika Anda sedang mengalaminya, berhati-hatilah. Sebab, mungkin saja itu adalah gejala pneumonia. Karena itu, ada baiknya Anda mengenal lebih dekat gejala serta penanganannya yang Go Dok jabarkan berikut ini!

Mengenal pneumonia

Pneumonia adalah peradangan saluran napas bawah yang menyebabkan gangguan pertukaran gas setempat. Dahulu, penyakit ini diklasifikasikan sebagai Pneumonia Khas -disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Pneumonia Tidak Khas  -disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae. Namun pada perkembangannya, pembagian penyakit ini dikelompokkan menjadi klasifikasi yang lain, yaitu pneumonia yang terjadi di rumah sakit (pneumonia nosokomial) dan pneumonia komunitas. Pneumonia nosokomial adalah pneumonia yang terjadi setelah 48 jam atau lebih pada masa perawatan di rumah sakit, sedangkan pneumonia komunitas terjadi akibat proses infeksi diluar rumah sakit.

Epidemiologi

Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah akut yang menyerang pada area aktif pada jaringan paru. Meskipun penyakit ini sudah dikenal luas di berbagai wilayah, namun angka kejadian penyakit ini di Amerika Serikat hingga saat ini masih cukup sulit untuk diprediksi. Pada suatu studi yang dilakukan pada 46.237 individu usia lanjut (65-69 tahun), dilaporkan bahwa sebanyak 18.2 kasus per 1000 orang terjadi setiap tahunnya.

Berdasarkan data terbaru, diprediksi lebih dari 5 juta kasus pneumonia terjadi di Amerika Serikat. 80% kasus penderita tersebut menjalani rawat jalan dan 20% kasus penderita dirawat inap. Dalam lingkup usia di bawah 4 tahun, sebanyak 12 hingga 18 per 1000 anak terjangkit penyakit ini. Sedangkan pada lingkup usia di atas 60 tahun, perbandingan kejadiannya adalah sebanyak 20 per 1000 orang. Sebanyak 1,2 juta kasus rawat inap dan lebih dari 55.000 kematian terjadi setiap tahunnya.

Gejala

Tanda dan gejala penyakit ini bervariasi tergantung pada penyebab, usia dan keadaan klinis penderitanya. Meski begitu, terdapat beberapa tanda dan gejala yang dapat menjadi acuan mengenai kuman penyebab dan tingkat berat penyakit yang diderita pasien. Tanda dan gejala tersebut, di antaranya:\

1. Nyeri otot

2. Lemas

3. Batuk kering atau dengan sedikit dahak

4. Demam

5. Napas pendek dan cepat

6. Suara bindeng

7. Muntah

8. Mual

9. Diare

10. Nadi lambat

11. Sulit menelan

Jika mengalami gejala dan tanda di atas, segeralah konsultasikan kondisi Anda dengan dokter  sehingga dapat diberikan terapi yang sesuai dengan cara yang tepat.

Penyebab

Seperti tanda dan gejalanya, penyebab penyakit ini pun berbeda-beda pada berbagai tipe pneumonia. Cara penularannya terkait erat dengan jenis kuman yang menyebabkan pneumonia. Contohnya, penularan melalui partikel kecil pada seseorang yang batuk disebabkan Streptococcus pneumoniae, melalui selang infus oleh Staphylococcus aureus, atau melalui penggunaan alat bantu napas (ventilator) oleh Pseudomonas Aeruginosa dan Enterobacter. Pada masa sekarang terjadi perubahan pola penyebab infeksi saluran napas bawah akibat gangguan kekebalan tubuh seseorang, polusi pada lingkungan, serta penggunaan antibiotik yang tidak tepat sehingga menyebabkan perubahan karakteristik kuman. Terjadilah peningkatan mekanisme infeksi oleh berbagai jenis kuman, terutama Staphylococcus Aureus, Branhamella catarrhalis, Haemophilus influenzae, dan Enterobateriacae.

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan terjadinya penyakit ini di luar Rumah Sakit (pneumonia komunitas), antara lain:

  • Usia lebih dari 65 tahun
  • Pecandu alkohol
  • Merokok
  • Penyakit yang menyebabkan penekanan imun
  • Penggunaan kortikosteroid
  • Kontak pada klinik lansia
  • Tinggal di rumah jompo
  • Baru saja selesai mendapatkan terapi antibiotika
  • Gizi kurang (malnutrisi)
  • Penggunaan antibiotik spektrum luas selama lebih dari 7 hari

Faktor yang meningkatkan terjadinya penyakit ini di Rumah Sakit (pneumonia nosokomial), antara lain:

  • Perawatan di rumah sakit lebih dari 2 hari atau lebih dalam 90 hari sebelumnya
  • Penderita yang mendapatkan terapi infus (termasuk antibiotik)
  • Penderita yang menjalani terapi kanker
  • Individu yang sering datang ke rumah sakit
  • Perawatan luka di rumah
  • Anggota keluarga yang sudah terinfeksi
Diagnosis

Diagnosis penyakit ini dilakukan dengan maksud pemberian terapi secara terarah. Hal ini mencakup diagnosis mengenai bentuk dan luas penyakit, tingkat berat penyakit, dan perkiraan jenis kuman penyebab infeksi. Prediksi mengenai mikroorganisme penyebab infeksi akan mengarahkan pemberian terapi oleh dokter sehingga penderita mendapatkan terapi yang tepat. Pada kasus tertentu, seringkali penyakit ini menunjukkan gejala yang mirip walaupun disebabkan oleh kuman yang berbeda.

Dokter akan melakukan wawancara terarah, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (Contohnya: foto radiologi dada), pemeriksaan laboratorium (Contohnya: tes darah), hingga pemeriksaan bakteriologis (Contohnya: pemeriksaan dahak). Selain itu, dokter juga akan mempertimbangkan apakah pasien perlu dirawat atau tidak.

Pananganan

Terdapat beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit ini, yaitu:

  • Pneumonia komunitas
    • Dapat dilakukan pemberian vaksinasi influenza pada:
      • Individu dengan risiko tinggi
      • Individu dengan gangguan kekebalan tubuh
      • Individu dengan penyakit berat
      • Penghuni rumah jompo atau penampungan penyakit kronik
      • Usia diatas 65 tahun
    • Berhenti merokok
    • Hindari minuman alkohol
    • Penuhi kebutuhan nutrisi anda setiap hari
    • Olahraga teratur dan istirahat yang cukup
  • Pneumonia nosokomial
    • Pencegahan dilakukan dengan upaya program pengawasan dan pengontrolan infeksi, meliputi:
      • Edukasi staf pelaksana mengenai pneumonia
      • Pelatihan pelaksanaan teknik isolasi
      • Pelatihan praktik pengontorolan infeksi

Pada prinsipnya, pengobatan pneumonia adalah pemberian antibiotik tertentu pada suatu tipe infeksi saluran napas bawah. Pengobatan ini dimaksudkan untuk terapi terhadap kuman yang menyebabkan penyakit ini.  Faktor – faktor pengobatan antibiotik dilakukan dengan pertimbangan:

1. Faktor pasien

Pemberian antibiotik akan dipertimbangkan melalui tingkat berat suatu infeksi saluran napas bawah. Selain itu keadaan umum penderita, kesadaran, umur, maupun penurunan fungsi organ juga merupakan pertimbangan pengobatan antibiotik yang diberikan.

2. Faktor antibiotik

Faktor antibiotik yang dimaksud adalah rendahnya kemungkinan antibiotik ampuh dalam satu jenis untuk semua jenis kuman. Dokter akan mempertimbangkan efisiensi suatu antibiotik dalam berbagai aspek.  Efektivitas suatu antibiotik juga tergantung pada kepekaan kuman terhadap antibiotik.

3. Faktor farmakologis

Faktor farmakologis yang dimaksud ialah proses perjalanan obat setelah diminum hingga sampai ke target organ yang dituju. Hal ini dipertimbangkan untuk meresepkan obat yang tepat serta mencapai efektivitas obat yang optimal.

Komplikasi

Jika penyakit ini dibiarkan saja, dan tidak ditangani dengan cara atau terapi yang tepat, maka ada kemungkinan timbul penyakit komplikasi lain, seperti :

  1. Infeksi selaput otak
  2. Infeksi lapisan dalam jantung
  3. Infeksi pada lapisan pelindung jantung
  4. Infeksi lapisan bagian dalam perut
  5. Infeksi darah

Itulah tadi penjelasan seputar penyakit Pneumonia, mulai dari penyebab, gejala, hingga penanganannya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Jaga kesehatan Anda dengan gunakan fitur ‘Tanya Dokter’ untuk diskusikan permasalahan kesehatan Anda. GRATIS! Download aplikasi Go Dok, di sini.