Pes; Penyakit Mematikan yang Jadi Dalang Black Death

pes

Pes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis. Waspada! Karena infeksi bakteri ini sangat mudah terjadi di lingkungan yang padat, kumuh, dan banyak disatroni hewan pengerat -semisal tikus.

GoDok- Akrabkah Anda dengan penyakit ini? Dikenal juga dengan istilah ‘sampar’, pes dipercaya banyak pihak sebagai dalang utama penyebaran wabah hitam (black death) di daratan Eropa pada abad ke-19. Yuk, kenali penyakit ini lebih dalam lewat penjelasan lengkap khas Go Dok berikut ini!

Pes adalah…

Sejatinya, pes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis. Waspada! Karena infeksi bakteri ini sangat mudah terjadi di lingkungan yang padat, kumuh, dan banyak disatroni hewan pengerat -semisal tikus.

Lantas, bagaimana caranya bakteri Yersinia pestis menular ke manusia? Faktanya, terdapat banyak celah yang memungkinkan bakteri ini masuk dan menginfkesi jaringan tubuh. Sebut saja melalui kutu yang sebelumnya telah menghisap darah hewan pengerat yang terinfeksi bakteri, masuknya kotoran hewan pengerat ke mulut, paparan partikel halus yang keluar saat penderitanya batuk atau bersin, hingga terkena cakaran hewan yang terkena pes.

Apa saja gejala yang harus diwaspadai?

Perlu diketahui bahwa gejalanya sangatlah beragam dan sesuai dengan jenisnya. Berikut 3 jenis yang paling umum ditemukan:

1. Bubonic plague

Ternyata, mayoritas kasus black death disebabkan oleh pes jenis ini. Sesuai dengan namanya, jenis ini menyerang kerja sistem limfatik manusia. Gejala yang ditimbulkan meliputi:

  • Inflamasi dan pembengkakan kelenjar getah bening
  • Tubuh yang lemas dan sering gemetar
  • Otot tubuh terasa nyeri dan ngilu
  • Pusing disertai demam

2. Pneumonic plague

Seseorang dikatakan menderita pes jenis ini jika infeksi bakteri sudah mencapai paru-paru. Berikut gejala yang biasanya ditemukan pada penderita:

  • Sesak dan sakit pada dada
  • Tubuh yang lemas
  • Batuk mengeluarkan dahak atau nanah

3. Septicemic plague

Terakhir, pes jenis ini muncul ketika bakteri sudah masuk dan menginfeksi saluran darah. Biasanya, gejala yang ditunjukkan meliputi:

  • Tubuh terasa lemas dan gemetar
  • Demam, disertai dengan mual dan muntah
  • Diare
  • Pendarahan dari mulut, hidung, dan anus.
  • Warna kulit yang menghitam akibat matinya jaringan tubuh (gangrene).
Apa yang harus saya lakukan agar terhindar dari penyakit ini?

Mengingat betapa mengerikannya akibat yang ditimbulkan oleh penyakit ini, maka tidak berlebihan rasanya jika Anda melakukan beberapa langkah pencegahan sejak dini. Lantas, apa saja yang harus dilakukan agar Anda dan keluarga terhindar dari penyakit ini? Simak penjelasan lengkap berikut!

  1. Memastikan bahwa lingkungan tempat Anda tinggal terhindar dari satronan hewan pengerat, seperti tikus.
  2. Hindari menumpuk barang-baran yang dapat mengundang hewan pengerat, seperti tumpukan kain, kertas, dan kayu.
  3. Khusus bagi Anda yang memiliki hewan peliharaan di rumah, dianjurkan untuk selalu memonitor kesehatannya dengan membawa hewan secara rutin ke dokter hewan. Selain itu, pastikan pula bahwa hewan terhindar dari infeksi kutu.
  4. Jaga kebersihan tempat tinggal Anda.

Itu tadi sekelumit penjelasan tentang pes, penyakit yang menyebabkan kematian ratusan -bahkan jutaan- nyawa di masa lalu. Yuk, hindari terulangkembalinya sejarah dengan mempraktikkan langkah pencegahan yang sudah disebutkan sebelumnya! Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Konsultasi kesehatan kini bisa langsung lewat gadget Anda. Download aplikasi Go Dok di sini.